
Aira dan Gala baru keluar ketika jam makan siang.Mami dan papi juga papah yang sudah tahu Aira masih hidup membiarkan mereka berdua. asyik dengan kegiatannya.
" Aira " Lina memeluk sahabatnya itu
" Lin maaf membuat mu sedih" kata Aira
" Aq tak sedih ra aq bahagia bisa melihatmu " Kata Lina.
Keduanya pun saling memeluk satu sama
sama lain. Seperti saudara kandung yang saling merindukan.
" Makan dulu gih nanti kita sambung lagi " Kata Lina .karna tahu Apa yang Aira dan Gala lakukan dikamar
" Ya baiklah ...." Kata Aira tersenyum.
keduanya pun menyusul Gala yang duduk bersama papi dan maminya sedang papah di samping Lina dan Aira
Siang itu kedua keluargga makan siang bersama. Sambil ngobrol urusan bisnis.
" Syukurlah nak kamu baik baik saja " Kata mami senang. Bisa melihat menantunya itu selamat tampa kekurangan apapun.
" Ya ra , papah juga terkejut mendengar kabar itu" kata papah Mark
" Bagaimana kau bisa selamat nak cerita sama kita " Kata papi menatap menantunya itu penuh tanda tanya
" Nanti Aira ceritakan semuanya pi, setelah selesai kita makan " kata Aira.
"Iya papah juga ingin dengar cerita sebenarnya. Dan kenapa kamu bisa selamat " Kata papah Mark penuh selidik
" Ayo sekarang kita makan dulu " kata papah Mark ber basa basi pada besannya.
Papah Mark menyuruh Gala untuk memimpin doa lalu setelah selesai Kedua keluargga itu pun berkumpul diruang keluargga.
...............................
" Apa tuan muda Atmaja ada' " kata Damar ketika sudah berada kantor Atmaja group.
" Maaf pa Gala sedang tidak enak badan jadi hari ini beliau tak bisa datang" kata Doni asisten Gala
Damar menghembus nafas kasar. Karna hari ini ia tak bisa menemui investor nya itu. Dan membuatnya sedikit kecewa.
" Kapan tuan muda Atmaja kekantor boleh saya meminta no pribadinya " kata Damar.
" Maaf pa Damar , untuk sementara ini semua jadi urusan saya. Jadi kalo pa Damar
butuh sesuatu bisa menghubungi saya langsung atau hari ini kebetulan jadwal saya kosong " Kata Doni menjelaskan.
Damar menatap Jhon asistennya untuk memastikan sesuatu.
" Bagaimana Jhon apa kita bicara dengan asistennya saja." kata Damar.
" Tapi bos kita membuang waktu keputusan semuanya ada di tuan muda Atmaja." kata Jhon menjelaskan.
" Sebaiknya besok lagi saja kita kesini bos " Kata Jhon lagi
" Ok ...besok saja, oh ya pa Doni boleh kami minta no anda ' kata Damar.
'" Iya ini kartu nama saya ' kata Doni. Yang memberikan kartu namanya.
' Baik lah trimakasih pa Doni " besok setelah tuan Atmaja masuk kerja kami akan menemui beliau." kata Jhon asisten Damar.
' Baik pa Jhon dan pa Damar akan saya sampaikan.
" Trimakasih Pa Doni ..." kata Jhon
__ADS_1
Akhirnya keduanya pun pergi meninggalkan kantor Atmaja group. dengan rasa kecewa.
Karna tak berhasil menemui Gala
..............................
' Astaga ....kenapa mereka sangat licik ' kata Gala emosi.
'" Iya......papi menyesal sudah bekerja sama dengan mereka ' kata papi Sakti.
' Tapi syukurlah kamu selamat ' kata papi Mark mengelus bahu Aira yang duduk disamping kanan papah Mark dan disebelah kirinya Lina yang memegang lengan sang papah.
"' Iya pah Aira hanya beruntung " kata Aira bersyukur bahwa ia slalu bisa melewati bahaya Yang Slalu mengintainya Karna doa sang ibu tercinta yang slalu menjaganya.
Gala menatap istrinya itu lekat mendengar cerita Aira Membuatnya semakin kagum saja. apalagi Aira yang pintar dan cerdas Dan juga pandai dalam berbisnis.
' Mami bangga sama kamu nak , kamu bisa bergerak cepat dengan intuisi mu yang sangat tajam' kata mami Intan memuji menantunya itu.
" Ah mami berlebihan ' kata Aira malu dipuji sang mertua.
' Iya dong kan mantu papi dan mami pasti
lah hebat dan membuat kita bangga ' kata
papi Sakti tersenyum.
' wah jadi iri nih Lina ngak ada yang muji"
Kata Lina cemberut.
' kamu juga siapa bilang ngak, sekarang jangan panggil tante mami aja ' kata mami
Intan yang sudah menganggap Lina sebagai putrinya juga karna Lina putri sahabatnya sejak kuliah.
' Ya mi berarti kapan kapan Lina boleh main kesana dan nginap kan ' kata Lina manja.
" Makasih mi Lina jadi teringat mamah
andai mamah masih ada pasti bisa kumpul seperti sekarang ' kata Lina lirih menyandarkan kepalanya di bahu mami Intan.
" Doakan mamah mu sayang, dia sudah bahagia disana " kata papa Mark mengelus gelus bahu Lina.
' Iya pah' kata Lina lalu tersenyum pada sang papah.
Setelah dua keluargga itu ngobrol panjang lebar . Akhirnya papi dan mami pulang kerumah mereka. Sedangkan Gala tinggal sementara dirumah sang mertua.
' Gala.....jaga mantu papi dengan baik kerahkan orang orang terbaik kita ' kata papi
Sakti memberi perintah
" iya pi Gala akan menghubungi Doni segera."
kata Gala.
" Itu harus La mami ngak mau Aira celaka
dan kita ngak boleh kecolongan " kata mami
seraya menatap serius Gala.
" Iya mi maafin Gala yang tidak peka " kata Gala yang merasa bersalah.
Namun dalam hatinya gala berjanji akan membuat perhitungan dengan Damar nanti.
' Baiklah kami pulang dulu ' kata papi yang sudah melihat sopirnya menjemput.
__ADS_1
"Iya pi hati hati " kata Gala melepas kepergian orang tuanya dihalaman rumah.
Papi Sakti dan mami Intan pun masuk kedalam mobil .Gala menatap kepergian
kedua orangtuanya .Sampai mobil menghilang didepan gerbang. Lalu masuk kembali ke dalam rumah. Untuk menemui sang istri yang sedang mengurus sang papah dikamarnya.
Papah Mark memang sudah bisa berjalan
sedikit sedikit .Dengan mengunakan tongkat
penyangga. Namun Aira dan Lina tak pernah
lalai mengurus papah Mark .karna hanya tinggal papah Mark lah orangtua mereka berdua.
" Papah sudah istirahat ? " tanya Gala ketika
Aira keluar dari kamar papah Mark
" Iya baru saja " kata Aira ketika Gala hendak menemui papahnya.
" Ya sudah.....ayo kekamar Lina kemana?"
tanya Gala.
" Lina lagi kekantor nemani kak Devan " kata Aira yang melangkah menuju kamarnya yang diikuti Gala
Clek...
Keduanya pun masuk kekamar Aira dan
Gala menghempas kan dirinya di atas ranjang untuk rebahan.
" Siapa nama temanmu yang menolong mu kemaren ?" kata Gala bertanya.
" Namanya Roni dia kuliah di universitas xx"
Kata Aira seraya menatap Gala yang ber malas malasan di atas ranjang
" Apa kau sudah lama mengenalnya ?" kata Gala lagi menatap Aira penuh selidik.
" Dia teman SMA ku dulu " kata Aira. Yang mendekati Gala.
" Kenapa cemburu?" selidik Aira menatap Gala lekat yang menatapnya.
"Ngak cuma aq penasaran saja " kata Gala
seraya menarik tubuh Aira dan memeluknya.
" Kirain..."
" Kirain apa ?' tanya Gala menatap manik mata Aira yang lentik
" Ngak ......bukan apa apa " kata Aira lalu menyelusup kan kepalanya ke dada bidang
Gala.
Gala terdiam lalu memeluk Aira dalam dekapan nya. Hatinya memang cemburu. Namun tak dipungkirinya bahwa pria itu yang menolong istrinya. Dan tak mungkin ia marah bersikap egois.
Kamar pun hening Aira tertidur didalam dekapan Gala .Sedang Gala menatap wajah polos sang istri dengan rasa cinta .Lalu mengecup kening Aira dan ikut memejamkan matanya.
Besok ia akan memulai babak baru untuk lebih serius lagi bekerja Juga harus menyelidiki para relasi bisnisnya. Agar perusahaan tidak kecolongan dan mengalami kerugian besar.
Dan Gala berjanji membuat orang orang
yang berbisnis dengannya harus benar
__ADS_1
benar bersih. Dan bukan dari kalangan mafia.