
Aira memarkirkan motornya di garasi rumah. Setelah memasuki gerbang rumah. Lalu bergegas masuk. Untuk memberitahukan
Lina bahwa papah Mark sudah siuman.
" Aira baru pulang nak" tegur ibu. Yang berjalan dari dapur. melihat Aira berjalan tergesa gesa.
" Sudah bu bapak mana?" tanya Aira
" Sedang bantu bantu membereskan kursi digudang " kata ibu
" Oh...ya Aira mau mandi dulu ya bu" kata Aira
Tersenyum. pada sang ibu.
" Ya nak sana bersihkan diri dulu biar segar" Kata ibu yang menatap wajah lelah putrinya.
Yang memang sibuk beberapa hari ini.
Ibu Aira masih menemani Lina dan Aira.Karna belum tega meninggalkannya..Sebenarnya kak Dera sudah pulang .Dijemput sang suami. Namun aira menahan kedua orang tuanya. Agar bisa membantunya mengurus pengajian Selama seminggu dirumah. Yang membuat Aira juga kewalahan bolak balik rumah sakit. Dan mengurus semuanya sendiri. Untung ada ibu dan bapaknya yang masih mau membantu.Dan tinggal beberapa hari lagi.
" Lin. " kata Aira membuka pintu kamar Lina.
Terlihat Lina sedang tiduran dengan sisa wajah sembabnya. Karna masih teringat mama Lia.
" Masih tidur " guman Aira lalu kembali menutup pintu kembali. Dan berlalu masuk kekamarnya.
Aira membaringkan tubuhnya yang lelah.
Dan memejamkan matanya sebentar untuk beristirahat.
" Ra...bangun sudah magrib nak" kata ibu membangunkan Aira dengan pelan.
" Sudah jam berapa bu" tanya Aira pada
sang ibu.
" Sudah mau magrib " kata ibu
" Astagfirullah Aira belum sholat" kata Aira Bergegas bangun dan masuk kamar mandi. Berwudhu lalu sholat ashar. Yang sudah hampir habis waktunya.
................................
"Ra aq dah siap " kata Lina yang sudah rapi. Sehabis magrib untuk kerumah sakit
bersama Aira.
"Iya sebentar aq ambil tas dulu ya " kata Aira Bergegas mengambil tas Selempang nya.
__ADS_1
Ketika sudah siap mereka pun untuk berangkat kerumah sakit dan berpamitan pada ibu dan bapak Aira.
" Kami berangkat dulu ya bu pak" pamit Lina.
"Iya nak hati hati " kata ibu dan bapak yang melepas kedua gadis itu diteras.
" Kami berangkat ya bu ,pak " kata Aira juga dan mencium tangan ibu dan bapaknya
" Ya hati hati dijalan ya" pesan ibu. Seraya mengelus rambut Aira dan memeluk Lina seperti putrinya sendiri. Karna Lina lah yang jadi jembatan kehidupan mereka. Menjadi lebih baik.
.....................................
Lina dan Aira sampai dirumah sakit. Dan memarkirkan mobil Aira di area parkir..Lalu bergegas menuju ruang inap papah Mark.
Terlihat ada beberapa orang. Sedang duduk menunggu diruang papah Mark.Yang membuat Aira dan Lina heran. Dan bertanya tanya ada apa sebenarnya
Lina pun mendekati sang papah Mark yang tersenyum.Melihat kedatangan Lina .bersama Aira.Lalu menyuruh Kina untuk mendekat.
" Papah " kata Lina Lalu memeluk sang
papah .Dengan rasa haru lalu terisak menangis
" Papah baik baik saja" kata papah Mark memeluk erat sang putri
" Iya pah Lina senang bisa lihat papah baik baik saja " kata Lina yang lalu merebahkan kepalanya didada sang papah. Yang dilihat semua orang dalam ruangan itu.
Sedang om Dev menghela nafas .Melihat pemandangan yang membuat hatinya miris.Karna papah Mark menitipkan Lina padanya. Seakan ada firasat buruk yang
akan terjadi. kedepannya,.Namun Devan berharap semuanya baik baik saja
" Lina boleh papah minta sesuatu sama Lina" kata papah Mark berbicara pelan
" Apapun papah mau asal papah sehat Lina akan turuti" jawab Lina. .Sambil mengengam lengan papahnya
" Lina janji "pinta papah Mark.
" Iya Lina janji " kata Lina yakin.
" Maukah Lina menikah dengan om Devan
kalo papah meminta" tanya papah Mark pelan menatap lekat wajah putrinya.
Deg......
" Pah......" Kata Lina .Serasa mulutnya tercekat mendengar perkataan sang papah. Untuk menikah dengan om Dev asisten kepercayaan papahnya sendiri.
"Mau kan " tanya papah Mark bertanya sekali lagi sambil menatap Lina serius.
__ADS_1
Lina pun menganggukkan kepalanya. Tak bisa mengelak. Lalu terisak memeluk papah Mark.
Namun ada sedikit rasa bahagia di hati papah Mark mendengar jawaban sang putri kesayangannya itu.
Aira hanya terdiam tampa kata. Begitu juga
om Dev yang berdiri tak jauh dari Lina dan papah Mark.
Malam itu om Dev menikahi Lina dengan wali papah Mark langsung. Dengan saksi yang dibawa oleh om Dev dari KUA. Dan langsung menandatangi keabsahan secara agama dan negara..Yang membuat Lina terlihat bahagia. Walau tidak ditunjukannya . Karna memang Lina menyukai om Dev sejak lama .Dan itu merupakan jodoh yang tidak disangka sangka Yang diberikan papah Mark padanya saat ini.
Walau hanya menikah dirumah sakit. Tapi sudah membuatnya bahagia luar biasa.
" Selamat ya Lin, Allah mengabulkan doamu Walau mamah sudah tak ada. Tapi aq yakin dia tersenyum bahagia dari atas sana" bisik Aira pelan pada Lina.
" Makasih ra ..." kata Lina lirih memeluk Aira penuh rasa bahagia Ya kini rasa kehilangan itu diganti dengan kebahagian yang baru.
" Om Dev sudah jadi milikmu jangan dilepas lagi " bisik Aira lagi.
Lina langsung mencubit Aira pelan. Karna ucapan candanya.Yang membuat Aira mengaduh kesakitan.
":Auw...ih sakit tahu" kata Aira. Pelan yang sempat jadi perhatian orang disekelilingnya. Yang melihatnya keheranan.
" Lagian bercanda ngak lihat tempat" kata Lina cemberut lalu mencebikkan bibirnya.
" Hush....tuh muka jangan cemberut ngak asyik dilihat suami .Apalagi nanti pas tidur pelukan" bisik Aira. menyindir.
Lina langsung memicingkan matanya pada Aira.Membuat Aira tersenyum ditahan lalu tertunduk. Menutupi wajahnya.yang menahan tawa. yang hampir lepas.
Usai semua selesai semua orang yang menjadi saksi pun pergi setelah memberi selamat dan berpamitan pada papah mark
dan juga menerima amplok tanda trimakasih karna bisa mengurus semuanya dengan cepat dan singkat.
Aira dan Lina pun juga ikut lega. Setelah tamu pada pulang. Sambil mendekati papah Mark.Sedangkan om Devan mengantarkan penghulu. Dan saksi sampai ke parkiran Rumah sakit.
" Ra ....Lin....kalian pulang lah dan istirahat . Biar nanti nak Dev yang nungguin papah" Kata papah.
" Lina ngak pa pa nginap disini pah, Tadi siang Lina sudah tidur dan istirahat. Biar Aira aja yang pulang " kata Lina .Yang masih ingin dekat dengan sang papah Mark.Juga suaminya
" Baik lah terserah kalian, hanya papah lihat kalian terlihat sangat lelah. Apalagi Aira wajahnya sedikit pucat" kata papah yang membuang nafas kasar.Melihat wakah Aira yang lelah
" Aira ngak pa pa kok pah mungkin cuma kurang tidur" kata Aira. Yang tak mau papah Mark khawatir padanya
" Ra, kamu pulang aja biar aq sama om Dev yang nungguin" kata Lina. Menyuruh Aira pulang. Karna Lina tahu memang selama ini Aira sangat lelah. Mengurus semuanya.tampa bantuan siapa pun.
" Ya Lin pah Aira pulang saja" kata Aira yang
tak mau berdebat panjang. Karna ia juga butuh istirahat. Dan lagi Lina sudah menikah. Aira pun perlu menenangkan diri.Atas semua kejadian yang terjadi dalam beberapa minggu ini.Yang membuat pikiran.Dan tenaganya terkuras.
__ADS_1