
Aira keluar hanya menenteng tas kecil ketika keluar dari pesawat. Lama tak pulang membuatnya rindu kampung halamannya.
Aira tersenyum sumringah ketika menginjakkan kaki nya lagi di tanah kelahirannya.
Aira pun mencari taxi Untuk pulang kerumah. berdasar alamat rumah ibunya. Yang baru karna pindah dari desa kekota kelahirannya.
" Neng sudah sampai nih" kata abang taxi. membuyarkan lamunan Aira.
" Iya bang makasih" kata Aira yang turun lalu memberikan uang berwarna biru kepada
sopir taxi.
" kembalian neng" kata sopir taxi ketika melihat Aira hendak melangkah pergi.
" Buat abang aja makasih sudah mengantar" Kata Aira lalu berjalan menuju rumah sesuai alamat.
" Bukannya ini rumah kakek " bathin Aira yang mengingat rumah tua dihadapannya yang terlihat sepi
Aira lalu mendekati rumah tua itu dan mendekati pintu rumah.
Tok....tok.....tok
" Assalamualaikum " salam Aira
" Walaikum salam " sahut seseorang dari dalam yang kemudian membuka pintu rumah
Deg.......
" Aira "...Kata ibu yang kaget tak percaya melihat putri nya itu. Berdiri dihadapannya
" Iya bu ini Aira " kata Aira lalu memeluk sang ibu yang menangis tersedu sedu.
Ibu memeluknya dengan erat dan mencium wajah Aira. yang membuat Aira terharu setengah mati.
" Ibu pikir kau......"kata ibu terisak.
" Tuhan masih memberi Aira kesempatan bu " Kata Aira memotong perkataan ibunya.
" Syukurlah nak ibu sedih tapi juga bahagia " Kata ibu lalu memeluk Aira lagi.
Lama keduanya berpelukan lalu ibu mambawa masuk Aira keruang tengah.
" Kok sepi bu kemana bapak ?" kata Aira.
" Ayah mu kerja sama mas rudi ,sedang kakak mu kerumah mertuanya nak" kata ibu.
__ADS_1
"Bu ini rumah kakek kan ?" kata Aira bertanya
karna dulu sewaktu kecil ia sering diajak ibunya untuk rumah ini.
" Iya betul tapi sudah dijual pamanmu .Lalu ibu membelinya dengan uang pemberian mu yang kamu kirim tiap bulan nak" Kata ibu.
" Trus paman kemana?"
" Pamanmu pindah kerja ke kaltara." kata ibu.
" Astaga jauh banget bu" kata Aira lalu terdiam.
" Ya nak makanya karna sayang rumah ini peninggalan kakek mu ibu beli. sekarang sudah di rehab ulang sama bapakmu " kata ibu.
" Syukurlah bu " berarti tanahnya masih luaskan " kata Aira Sambil berjalan pintu dapur untuk melihat tanah dibelakangnya.
"iya nak, tanah masih luas. dan disana tanah bos bapak yang pernah bapak tawarkan kepadamu " kata ibu menujuk tanah yang terbentang luas.
" Kita beli bu dan kita bangun kebun buah Aira percaya nanti bisa menghasilkan " kata Aira tersenyum.
" Yakin nak tapi ibu sama bapak ngak punya uang " Kata ibu lirih.
" Pake uang Aira bu " kata Aira.
" Eh kamu sudah makan belum , sebentar ibu buatkan teh hangat " kata ibu yang kedapur membuat teh buat Aira.
Aira pun masuk dan duduk dikursi. Dekat dapur sambil memperhatikan sang ibu.
" Ini nak minum dulu pasti kamu capek " kata ibu .Meletakkanya diatas meja dengan sepiring roti manis.
Aira pun meminum tes hangat yang dibuat kan sang ibu.Sedang ibu mengelus punggung Aira .Kerinduan ibunya pada Aira membuat ibu slalu bersedih tapi kini rindu itu sudah terobati.
" Ibu bersyukur kau selamat nak, ibu slalu berdoa pada Allah untuk slalu melindungi? ku dalam setiap langkahmu " Doa ibu sambil terus mengelus punggung Aira.
" Makasih bu ,doa ibu jadi malaikat penjaga buat Aira " kata Aira yang sadar maut slalu mengintainya entah mengapa ia slalu bisa lolos begitu saja.
.................................
Gala terpaku diam duduk diatas balkon Diam sambil memandang langit. Namun tatapannya matanya kosong se kosong jiwanya .Yang ditinggal Aira pergi untuk selama nya.
Ada airmata yang mengalir di pipinya. Namun cepat dihapusnya. karna tak ingin berlarut dalam kesedihan. Hasil dari penyelidikan pesawat yang jatuh masih belum ditemukan .Seluruh keluargga penumpang harus sabar menunggu Ketika Gala datang menyuruh Doni tadi pagi untuk ke bandara.mengecek hasil
Terasa hampa dalam jiwa Gala.kenangannya bersama Aira. Masih terlihat jelas kemaren sore bercanda dan bercerita. Bahwa Aira akan mengajaknya pulang kampung.Namun semuanya hanya cerita yang Gala simpan dalam hatinya.
"Apa kau baik baik saja disana .Atau kedinginan ra ,aq rindu ingin memeluk mu " Guman Gala yang masih belum bisa melupakan Aira.
__ADS_1
" Aq mencintaimu ra " kata Gala lagi dengan suara parau Sambil memandang kosong ke langit biru.
..................................
" Din kamu sudah lihat di tv belum " kata Tari Aira Din namanya ada disana " kata Tari yang terlihat lemas duduk didepan Dini.
" Shut .....jangan berisik Aira masih hidup " bisik Dini pelan.
" Apa....... lho jangan bercanda Din " kata Tari terkejut mendengar perkataan Dini.
" Shut.....tapi cuma sama kamu aq bilang ini rahasia " kata Dini .
" Ok kasih tahu aq sekarang dimana dia kita temui " kata Tari bangkit.
" Shut Aira lagi di kampungnya. Nanti pas pulang aja. Yang penting dia selamat Tapi aq ngak boleh cerita siapa pun " kata Dini dengan suara pelan
" Astaga trus gimana dia baik baik saja kan din" tanya Tari.
" Alhamdulilah dia sehat dan baik dia sudah dikampung halamannya sekarang." kata Dini.
" Trus gimana ceritanya Aira ......."kata Tari terputus.
" Mb Dini ada yang nyari " kata Wati memotong pertayaan Tari
" Ya..bentar " kata Tari yang hendak berdiri.
" Nanti ta ceritakan semuanya sekarang kita kerja dulu" kata Dini beranjak dari kursi menuju pintu untuk keluar ruangan.
Tari pun terdiam seraya menatap punggung Dini .Yang menghilang dibalik pintu ruangan Aira ..Lalu Tari menghela nafas merasa bersyukur Aira baik baik saja.
" Trimakasih tuhan kau lindungi sahabatku slalu " kata Tari yang mengingat. Kejadian semalam tentang kejahatan Dea padanya dan Aira sahabatnya.
"Aku akan cerita kan nanti semua kelakuan Dea pada Gala. dasar nenek sihir lho De" Guman Tari sambil mengepal tangannya ingin marah mengingat kejadian semalam.
Untung Tari selamat karna di tolong cleaning servis .Yang membersihkan kamar mandi semaleman ia dikurung Dea disana dengan baju basah. untungnya pagi itu cleaning servis kamar datang lebih cepat karna tari hampir mati kedinginan.
" Karma pasti datang membalas pembuatan orang jahat kaya kalian de lihat saja nanti" bathin Tari yang tak habis pikir dengan seniornya itu. Yang menghalalkan segala cara demi mendapat kan uang
Tari pun duduk diam sambil membuka tasnya Memberi laporannya untuk diberkan ke Dini Selaku atasannya .Sambil menunggu Dini yang sedang sibuk. Kedatangan klien butik langganan yang rutin datang tiap minggu untuk memesan barang.
.............
Sedangkan dirumah sederhana Aira duduk memandang hamparan tanah luas lewat jendela. Kamarnya sang khusus ibunya siapkan untuknya dengan perlengkapan sederhana namun nyaman. Ada rasa bahagia dan banyak ide yang muncul di kepala Aira.
Ya. aq ingin membangun istana kecil disini Di tanah kelahirannya untuk mewujudkan impiannya. Ya mimpi masa kecilnya yang dulu.Dan kini ingin diwujudkan Aira dalam dunia nyata.
__ADS_1