
Aira terbangun ketika sebuah tangan erat memeluk tubuhnya. Dan menciumnya yang tak lain adalah Gala sang suami.
" By sudah pulang " kata Aira yang ketiduran. Ketika menyusui Rayyan tapi kini buah hatinya itu sudah tak ada disampingnya.
" Baru saja " kata Gala.
" Rayyan kemana ?" tanya Aira berbalik menatap Gala
" Biasa sama omanya. lagi jalan jalan ke mall sama papi juga, katanya mau mandi bola" kata Gala.
" Astaga sekarang putramu itu mulai sibuk bersenang senang ya . untuk menghabiskan uang rupanya." kata Aira tersenyum
" Hahaha....kurasa memang harus begitu. Karna papah dan bundanya hanya sibuk menumpuk uangnya.Jadi ngak ada salahnya menghabiskannya untuk bersenang senang " kata Gala tertawa.
" Apa perlu kita liburan " kata Aira menatap lekat mata pria didepannya.
" Bila kau mau aq tak keberatan " kata Gala. Lalu mengecup bibir Aira.
" Apa sudah sholat ashar " tanya Gala
" Mhem...dehem Aira.
Yang membuat Gala tersenyum. Lalu mengungkung Aira . Dan melakukan apa yang ia mau. Dan sore itu jadi olahraga penuh keringat bagi keduanya. Untuk melupakan kesibukan rutinitas yang menyita waktu.
...............................
Sedangkan dirumah besar papah Mark.
Lina sedang merasakan perutnya serasa keram.dan sakit.
" Lin kenapa sayang?" tanya Devan. Yang melihat Lina gelisah .Dan meringis menahan sakit.
" Perutku terasa kram.kak, apa sudah waktunya mau lahiran "
" Ahk..... kak
" Lina ..ayo kita kerumah sakit " kata Devan. Yang langsung mengedong Lina hendak menuju mobilnya.
" Bi Munah ....." teriak Devan memanggil bi Munah
Bi munah pun tergopoh gopoh dari dapur . Menuju ruang tengah menemui Devan.
" Bi ambilkan barang barang dikamar ya, Dan mang Ali suruh siapkan mobil " kata Devan
" Iya den " kata bi Munah. Lalu berjalan ke teras rumah memanggil mang Ali untuk menyiapkan mobil. Dan bi Munah kembali kedalam. Di bantu mba War untuk mengambil perlengkapan Lina. Yang sudah jauh jauh hari disiapkannya.
" Ada apa bi kok ribut ribut " kata papah Mark. Yang baru keluar dari kamar.Karna mendengar keributan.
" Nona Lina mau melahirkan tuan" kata bi Munah memberi tahu.
" Hah ayo bi Munah siap siap ikut dengan saya kerumah sakit saya telpon Aira dulu " kata papah Mark kembali masuk kamar.
Sedang dirumah lain Aira baru saya masuk kamar ketika ponselnya bergetar. Lalu Aira pun mengangkatnya.
__ADS_1
" Halo pah " kata Aira sambil.mendengar kan perkataan papah Mark.
" Ya pah Aira akan kesana " kata Aira lalu meletakan ponselnya .Dan buru buru berganti pakaian.
" By mau kemana ?" tanya Gala yang juga baru masuk ke kamar
" By ayo ikut kerumah sakit. Lina mau melahirkan " kata Aira yang sudah siap lalu melangkah keluar.
" Hah ...Gala pun terkejut . Langsung
mengunakan kaos dan celana panjangnya Dan bergegas mengikuti Aira turun.
" Tap tap tap mi , Aira titip Rayyan sebentar ya, Aira mau kerumah sakit mi. Karna Lina mau melahirkan " kata Aira ketika mami dan papi bersantai diruang tengah
" Ya ra , nanti kabari mami dan papi ya, kalo sudah melahirkan " kata mami .Yang sudah tahu Lina akan melahirkan.
" Iya mi " kata Aira yang mencium tangan sang mami dan papi sambil pamit begitu juga dengan Gala.
" Kalian hati hati bawa mobil ya " kata papi mengingatkan Gala.
" Iya pi " kata Gala. Lalu keduanya pun pergi meninggalkan papi dan mami .Yang hanya menatap anak dan menantunya.
..................................
" Aa.....huh......akh " Desah Lina ketika sudah merasa sakit lagi. Sambil mencengram.erat lengan Devan
"' Tarik nafas bu lalu keluarkan sedikit lagi " Kata dokter memberi.arahan pada Lina.
" Kamu pasti bisa sayang ayo " kata Devan yang membiarkan Lina menjambak rambutnya.
" Akh.....akh.......
" Terus bu terus sedikit lagi ayo bu " kata Dokter memberi semangat.
Tak lama kemudian terdengar lah suara bayi yang menggema di dalam ruangan.
" oek....oek....oek ....."
" Alhamdulilah anak kita. Sudah lahir sayang. trimakasih " kata Devan. Yang lalu mencium kening Lina. Dengan perasaan senang.
Sedangkan lina hanya diam. Mengatur nafas karna lelah. Namun bersyukur bayinya sudah lahir dengan selamat.
" Bayinya perempuan bu, pa , dan cantik . Biar kami bersihkan dulu " Kata dokter pada Devan.
" Ya dok trimakasih " kata Devan tersenyum. Lalu mengelus rambut Lina yang lelah. Karna berjuang melahirkan putri cantiknya.
Devan pun disuruh untuk keluar sebentar . Karena Lina harus dibersihkan lebih dulu. Bersama sang bayi. Sambil menunggu Devan pun tersenyum bahagia. Bahwa ia sudah menjadi seorang ayah
" Kak Devan Lina dimana " tanya Aira yang baru saja sampai
" Masih dibersihkan ra, bayinya sudah lahir " Kata Devan dengan senyum sumringah
" Alhamdulilah slamat ya kak, sudah jadi seorang daddy " kata Gala menepuk bahu Devan.
__ADS_1
" Trimakasih la, kau juga bahkan lebih dulu menjadi hot daddy .Mana orang tahu kau punya butut dibelakang " kata Devan tertawa
Bercanda pada Gala.
Aira yang mendengarkan obrolan para pria . Hanya berdiri diam mendengarnya Dan menunggu Lina keluar dan dipindahkan keruangan lain.
" Jelas dong kak , malah aq mau nambah lagi buat adik Rayyan " Kata Gala tersenyum.
" Cih bisa nya cuma bikin doang , coba nemani pas brojol tahu rasa lho la. Rasanya di jambak dan di remas remas" kata Devan tertawa.
" Aish tapi kakak juga ngak kapok kan bikin lagi " kata Gala membalas
" Hahaha kalo itu sih pasti la " kata Devan
Aira yang mendengar obrolan absurd para suami. Sedikit menjauh kan diri. Bersamaan dengan brankar lina yang keluar dari ruang bersalin
" Ra ..." panggil Lina terbaring di brankar.
" Lin kamu baik baik aja kan " kata Aira menghampiri Lina.
" Iya ra " kata Lina tersenyum. Lalu Aira. pun menemani suster yang membawa Lina menuju kesebuah ruangan. VVIP yang cukup besar.
Tak lama kemudian boks bayi Lina pun datang .Yang ditemani Devan dan Gala juga. Ada juga papah Mark yang datang bersama bi munah.
" Ya ampun cucuku cantik sekali " kata papah Mark melihat cucu perempuannya itu. Dari samping boks. ketika sudah didalam kamar
" Iya pah pasti Rayyan senang banget sudah punya teman main" kata Aira yang juga melihat bayi imut. Perpaduan Lina dan Devan.
Papah sudah punya cucu sepasang apa masih mau nambah " goda Devan sambil melirik Lina.
" Kak .....kok gitu baru aja lahir " kata Lina tersipu malu.
" Itu pasti Dev, biar rumah papah tambah meriah " kata papah Mark tersenyum
" Hahaha...... tawa Devan dan Gala. Membuat pipi Aira dan Lina langsung merona merah. Karna godaan para suami.
" Iya kalo perlu nambah 2 atau tiga lagi " kata Papah tersenyum.
" Wah ..itu .perlu cetak gol yang banyak bro " Sindir Gala karna omongan mertuanya.
" Pasti iya kan pah , karna ekstra nambah bulan madu juga " kata Devan bercanda.
" Ish kalian ini ya belum.juga 40 hari
Sudah sudah ribut, kan puasa dulu " kata Lina mengingat Devan.
" Yah, yang puasa kasihan dong " ledek Gala.
" Kalo cuma 40 hari masih tahan la, yang setahun puasa gimana rasanya " Kata Devan mengoda Gala sambil tersenyum.
" Dih sudah lupa, lagian sudah lewat juga " Kata Gala sambil mengaruk kepalanya yang tak gatal.
" Hahaha.... kalian ini ya, sudah ayo kita duduk disana " kata papah Mark menuju sofa yang digandeng Gala.
__ADS_1