
Dua hari setelah kejadian dikampus Adi sengaja menunggu Aira keluar kelasnya..
Hatinya masih belum bisa terima. Kalau aira dekat dengan Gala karena dia merasa lebih
dulu mengenal Tiara.
" Tiara tunggu " panggil Adi .ketika Aira keluar bersama Nana dan Jeni.
Aira menghela nafas kasar ketika Adi menghampirinya.
" Ada apa kak " kata Aira
" Kita perlu bicara " kata Adi menatap gadis yang slama ini belum bisa ditaklukkannya.
" Baik lah " kata Aira yang juga perlu memberikan penjelasan.
keduanya pun berjalan menuju taman kampus. Agar nyaman ngobrol disana. Sedang Nana dan Jeni menunggu Aira. Dari jarak yang tidak jauh mengawasi keduanya.
" Kak Adi mau bicara apa " kata Aira buka suara. setelah keduanya duduk.
" Apa kau dan Gala pacaran " selidik Adi.
" Lebih dari itu " jawab Aira.
" Maksudmu apa Tiara" kata adi penasaran
"Kami sudah menikah kak Gala suamiku" jelas Aira pada Adi.
" Kau bercanda kan ra " kata Adi tak percaya.
" Tiara serius kak ini bukan candaan " kata Aira menatap Adi
" Kau bohong agar aq menyerah kan karna kau tak mau diganggu Siska kan " kata Adi. balik menatap Aira
" Tidak kak kami dijodohkan " kata Aira simpel berterus terang.
" Ngak mungkin ra kak Adi ngak percaya, kenapa tak ada undangan untuk keluargga kami Ayah ku adalah relasi bisnis Atmaja." kata Adi kecewa
" Kak Adi bisa bertanya langsung dengan papi bila tak percaya " kata Aira jujur.
Adi memejamkan matanya menahan kecewa karna setahunya Gala tak pernah menceritakan apapun.
"Kapan kalian menikah ?" tanya Adi penasaran
" Setahun yang lalu " jawab Aira datar
" Kau bohong bukannya pertama kali bertemu kalian tidak saling kenal " kata Adi yang tak percaya.
__ADS_1
Aira tersenyum entah mengapa rasanya tak tega melihat Adi. Pria itu cukup baik dan juga hampir mirip dengan kak Albi. Pria yang sempat dekat dengan Aira .Namun Aira tak mungkin membagi perhatian lebih pada siapapun lagi .Karna sudah cukup baginya Gala seorang. yaitu suaminya.
"Kak Adi bisa bicara dengan Gala langsung " kata Aira tak ingin bercerita.
" Baiklah " kata Adi lalu berdiri meninggal kan Aira .Dengan raut wajah kecewa.
Sedang Aira menatap iba pada seniornya itu. Ada rasa bersalah dalam hati Aira tapi bukan rasa suka melainkan rasa kasihan saja.. Setelah tak melihat punggung Adi lagi. Aira kembali berkumpul dengan Nana dan Jeni yang menunggunya sejak tadi.
" Kenapa lagi " kata Nana menyelidik.
Aira tak menjawab hanya mengangkat kedua tangannya.
" Wah ra, kamu tega banget nolak kak Adi yang slama ini baik sama kita " kata Jeni sedih
"Dih Jen ya terserah Tiara lah Jen kok lho aneh sih Tiara yang disukai. Kok kamu ikutan baper" kata Nana.
" Tapi na gue ngak tega lihat kak Adi sedih gitu. Bawaannya pengen tak sayang sayang aja kasihan banget na" kata Jeni
" Buatmu aja Jen kan bisa sayang sayangan " Kata Aira cuek
"Ih ra kamu tega banget deh " kata Jeni cemberut
" Aq cuma punya badan satu Jen, kalo jadi tujuh nih badan aq terima tuh cintanya kak Adi " kata Aira
" Yah ra kalo kamu terima aq ngak bisa maju dekatin dong " kata Nana
" Ih na yang ditaksir Tiara mana mau sama lho " kata Jeni
" Hadeh mimpi lho na, buat makan aja masih ngutang buru buru oplas ke korea jangan ngawur deh " kata Jeni protes
" Lah gampang ngumpulin duit dulu baru oplas Jen " kata Nana.
" Alah kelamaan keburu kak Adi nyari yang lain" Kata Jeni sewot
" Sudah ngak pake ribut yuk kekantin " kata Aira mengajak kedua temannya itu. Karna kalo tidak tambah runyam dan panjang masalahnya.
......................................
Sepulang kuliah Aira mampir dulu ke markas. Karna ada sesuatu yang harus ia tanya kan pada Roni.Namun Aira sudah memberi pesan pada Gala agar tidak menjemputnya. Baru saja Aira turun dari taxi. Roni dan Ken sudah berlari menaiki motornya.
" Ron mau kemana " teriak Aira yang baru sampai.
" Ayo ra ikut aq mereka mengincar Devan" kata Roni.
Tampa banyak bertanya Aira pun langsung naik boncengan Roni .Dan motor Roni langsung tancap gas di ikutin Ken dan 4 orang anak buah Roni yang memakai mobil . Yang mengikuti dari belakang.
Motor melaju dijalan dengan cepat . Mereka menuju arah puncak mengikuti sebuah mobil mewah milik Devan yang melaju santai
__ADS_1
" Ron bukannya itu mobil Devan " tunjuk Aira.
"Iya ra tapi kita hanya mengikuti saja dan mengawasi " kata Roni.
" Roni samperin biar aq ikut kedalam mobil" kata Aira sambil berteriak karna suara bising kendaraan
" Ngak ra jangan bahaya mereka ada dibelakang kita sekarang lihat arah jam 3" kata Roni
"Lantas kita harus apa " teriak Aira lagi.
" Santai aja kita seolah pacaran. Biar aman kita hanya mengawasi Devan. oh ya kalo kau punya nomor Devan telpon dia biar waspada" Kata Roni mengingatkan
"Ok aq telpon sekarang " kata Aira yang lalu meraih ponselnya di saku jaket.
Aira pun mencoba menghubungi Devan. Untungnya langsung tersambung. Dan mengingatkan Devan. Untuk berhati hati dan slalu waspada.
Setelah selesai menelpon Devan. Aira pun memberi pesan untuk Lina. Agar cepat pulang kerumah. menjaga papah Mark.
Mobil Devan yang memang menuju kantor cabang Alexa. Melaju dengan kecepatan tinggi .Karna ada mobil yang mengikutinya dari belakang
Roni dan Aira juga Ken dan mobil anak buah Roni Melaju mengawasi dengan jarak dekat.
Hingga mobil yang mereka awasi. Langsung menabrak mobil Devan dengan kecepatan tinggi.
" Ron Devan....." teriak Aira.
Mobil itu kabur setelah menabrak mobil Devan. Mobil Devan yang terguling terlihat penyok Menabrak tiang listrik. Lalu Aira dan Roni langsung menghampiri mobil Devan.Sedang motor Ken dan anak buahnya. Mengikuti mobil yang menabrak mobil Devan.
" Kak Devan " teriak Aira yang sudah turun membuka pintu mobil
" Ra...... " kata Devan yang meringis bersama seorang sopirnya.
" Ayo cepat keluar " kata Aira yang membantu Devan keluar dari mobil.
Sedang Roni menolong sopir Devan yang juga terluka .Karna pecahan kaca. mobil. Dan membawa kedua nya keluar dari mobil .Yang penyok dan rusak.
" Ya Allah ron telp ambulans " pinta Aira pada Roni
Roni pun dengan sigap menghubungi rumah sakit terdekat. Agar bisa mengobati Devan dan sopirnya. Untungnya keduanya tidak parah
........................
" Trimakasih ra " kata Devan ketika semua lukanya sudah diperban dan terbaring di brankar.
" Sama sama kak " kata Aira yang langsung menghubungi Lina dan mengabari tentang Devan.
Terdengar isak tangis Lina yang tahu kabar suaminya. Namun Devan berusaha menenangkannya. Dan mengatakan bahwa ia baik baik saja .Karna sekarang Lina sedang hamil muda.
__ADS_1
Ada rasa lega dihati Aira dan mendengarnya.
Apalagi Devan tidak terlalu parah. Sedang Ken masih dalam perjalanan menuju rumah sakit. Setelah berhasil mengikuti mobil orang yang menambrak Devan.