
Sepulang kuliah Aira langsung masuk kekamarnya. Tampa banyak bicara. Karna
hari ini hatinya sedang resah dan gelisah.
Entah kenapa perkataan Albi membuatnya serba salah dan bingung.. Tapi aira belum bisa cerita. dan masih harus berpikir ulang..Karna takut salah paham atas sikap seniornya itu.
" Ah....kenapa jadi gini sih" kata Aira galau.
" Kenapa ucapannya mengiang giang ditelinga dan wajahnya memenuhi
kepalaku." guman Aira resah.
"Yah please....ya Allah..bantuin dong" kata
Aira bicara sendiri bolak balik berjalan.
Didalam kamarnya.Kaya setrikaan
Ketika sudah lelah Aira pun berhenti. Mondar mandir lalu merebahkan diri di ranjangnya. Sambil membenamkan kepalanya di. bantal.
" Hai ....ngapain ra" kata Lina yang masuk tampa mengetuk pintu.
" Hah... ..kamu Lin ngak ngapa ngapain
cuma lagi ngantuk" jawab Aira.
" Tumben....ngak kaya biasannya ada apa" selidik Lina heran tahu tabiat sang sahabat.
" Ngak Lin cuma tadi lagi
" Apa....." kata Lina menatap wajah Aira
penuh selidik
" Di gangguin ulat keket lagi?" tanya Lina.
" Ngak Lin cuma tadi ada sedikit masalah tugas" kata Aira. Mengalihkan hal lain
karna belum bisa curhat.
" Hah......kok bisa. biasanya tugasmu slalu bagus tampa masalah" kata Lina heran.
" Yah ....mungkin tadi aq ngak fokus jadi
bikin kesalahan " kata Aira berbohong.
" Oh gitu .tapi sudah diperbaiki kan" kata Lina
menatap Aira dengan rasa penasaran.
" Sudah makanya tadi aq mikir kok bisa
ngak fokus gitu" kata Aira gugup
Lina menatap Aira lekat lalu memanyunkan bibirnya dan menangkup wajah Aira lalu membolak balikkan kanan kiri
" kenapa sih " kata Aira ikut manyun.
" Ngak cuma rasanya ada sesuatu yang
aneh aq merasa kamu lagi bohongin
aq deh ra" kata Lina.
" Mana ada.....perasaan kamu aja kali lin"
kata Aira bingung.
" Ish...masa sih tapi feeling ku gitu ra" kata Lina masih ngak percaya. Karna ia yakin
aira menyembunyikan sesuatu.
__ADS_1
" Nggak Lin.........enar deh" kata Aira menyakinkan Lina.
" Ok.....deh tapi kalo kamu punya masalah cerita sama aq ya jangan menyembunyikan apapun" kata Lina
" Ya.....siap bos, itu pasti " kata Aira
tersenyum manis. Walau hatinya katar ketir
takut ketahuan berbohong.
" Ya sudah aq tidur siang dulu ya nanti
sore ngobrol lagi" kata Lina yang turun
dari ranjang. Lalu melangkah pergi
meninggalkan Lina
" Huh.........selamat" bathin Aira.
" Maaf lin besok semua akan aq ceritakan kalo sudah waktunya." guman Aira. merasa. bersalah.
Lalu Aira pun memejamkan matanya .Untuk tidur sejenak melepaskan kepenatan.
.Hari ini untuk menuju alam mimpi.
.................................
Di sisi lain Gala sedang mengerjakan tugasnya dikamar. Sambil melamun memikir kan sesuatu.
" Kenapa wajah gadis angkuh itu berlarian
di otakku" guman Gala seorang diri.
" Ah......dasar perempuan sombong dia pikir sok jagoan membuat ku tertarik" kata Gala bicara sendiri.
Gala pun mencoba menepis wajah Aira.
Namun tak bisa hilang.
" Sshh...........bisa gila gue " kata Gala yang siang tadi sempat melihat Aira. Tapi gadis
itu cuek .Seperti biasanya tak bicara apapun
Gala hanya heran baru pertama kali ini
ada gadis yang begitu cuek dan dingin terhadapnya. padahal semua gadis dan adik tingkatnya mencari perhatiannya dan tebar pesona untuk menarik perhatiannya.
Aira.ya gadis itu aira yang memandang
wajah permusuhan terhadap gala atas kejadian yang sudah lama ia lupakan.
Tapi ketika gala melihat Aira baik dengan
anak jalanan .Membuat Gala merubah pandangannya pada gadis itu. Ada sesuatu yang membuatnya penasaran.,Apalagi melihat sahabatnya Albi sering mendekati gadis itu.Membuat Gala sedikit penasaran dan mengusik relung hati .Gala yang terkenal dingin dan pendiam.
" Gala..........Gala......."
"Ya mi gala lagi belajar ada apa " teriak Gala dari dalam kamar.
" Clek"
" Kenapa sih mami panggil dari tadi ngak menyahut " dumel mami
" Mi.....Gala lagi ngerjain tugas nih " kata Gala serius.
" Iya mami tahu, ada Albi dibawah nyariin makanya mami panggil " kata mami Intan.yang berdiri didepan pintu.
" Ngapain Albi kesini" kata gala heran.
" Mana mami tahu sana temuin kasihan mungkin ada yang penting" kata mami.
__ADS_1
Lalu pergi tampa menutup pintu.
" Huh.......ngapain tuh anak kesini,biasanya juga janjian di cafe " kata Gala lalu berdiri
dan keluar kamar untuk menemui Albi
Tap.....tap.....tap ..
" Hai bro, ada apa " kata Gala. Ketika melihat Albi diruang tengah.ketika menuruni tangga
" Mau ngajak lho ke cafe la yuk...
hang out" kata Albi.
" Gue lagi ngerjain tugas kapan kapan
aja gimana " kata Gala yang duduk di sebelah Albi.
"Yah padahal gue lagi bete nih la" kata Albi.
"Cih lagi galau kenapa gue ikut pusing" omel Gala.
" Yah, cuma nemani doang la " kata Albi.
" Lah trus apa hubungannya sama gue" kata Gala menatap wajah albi mencari jawaban.
" Gue hanya pengen hang out la, bete dirumah" kata Albi yang memang lagi
galau. Karna tadi siang belum
ketemu Aira lagi.
" Ya sudah bantuin kerjain tugas dulu. Baru gue temani" kata gala memberi alasan.
" Ok........" jawab Albi datar
" Yuk...kekamar " kata Gala lalu berdiri
berjalan. Menaiki tangga yang diikuti
Albi menuju kamarnya.
Sesampainya dikamar Albi membantu
Gala mengerjakan tugasnya. Hingga selesai
lalu Gala mandi untuk membersihkan diri .Setelah itu gala berpakaian rapi
pergi bersama Albi. Untuk bersenang senang. mencari hiburan
................................
Sedang disisi lain Aira baru saja bangun.
Setelah tidur siang, Aira terdiam sesaat
untuk mengumpulkan nyawanya. Yang
pergi entah kemana waktu ia tidur tadi.
" Alhamdulilah " guman Aira pelan sambil bangun perlahan dan duduk. Sebentar lalu turun dari ranjang untuk membersihkan
diri dan berwudhu.
Setelah selesai Aira sholat ashar. Dan berzikir sebentar. Untuk menenangkan jiwanya yang gelisah siang tadi .Karna ungkapan rasa suka seorang Albi. Yang lumayan menawan dimata aira.
Usai berdoa Aira lalu melepas rukuh dan melipat sajadahnya. Dan meletakkannya diatas keranjang.
" Ah temuin Lina...aja.." kata Aira sambil berjalan menuju pintu kamar
untuk menemui Lina
__ADS_1