
Pagi ini Gala tersenyum sumringah. Karna bahagia sang papi mau mengajarkannya bisnis . Setelah pulang kuliah nanti.
" Nanti papi tunggu dikantor ya, jang lupa"Kata papi.Ketika di meja makan.
"Iya pi sepulang ngampus Gala langsung kekantor papinya
" Harus, papi tunggu karna pagi ini papa mau besuk teman papi dulu dirumah sakit" kata papi sambil menguyah roti lapis.
" Jadi anak kita sudah mulai dewasa pi .Ada keinginan untuk bantu papi. nih ." Kata mami kut bicara.
"Iya mi harus. kan ala juga sudah semester 5 . Sudah waktunya terjun ke dunia bisnis. Agar papi bisa pensiun" kata papi. Bangga karna putranya itu sudah mulai mau. Membantunya. bekerja. mengurus perusahaan.
"Iya pi ,biar papi bisa menikmati hari tua dengan tenang " kata mami.
" Iya mi tapi Gala, harus belajar dulu. Agar tidak ada kesalahan. Dan pada suatu hari Gala bisa menghandle semuanya "kata Gala. Semangat ketika mengingat Aira.
Entah kenapa gadis yang dulu dibencinya itu
Kini jadi menarik perhatiannya. Setelah melihat Aira di restoran tempo hari.Sejak saat itu otak Gala dipenuhi bayangan Aira yang menari nari di kepala nya setiap hari. Menganggu dalam mimpinya. Bahkan seperti hantu yang slalu mengikutinya. Sepanjang waktu.
................................
Siang hari dirumah sakit papah Mark sedang dijenguk sang sahabat Yang sudah lama tak bertemu.Karna kesibukan masing masing.
" Mark aku turut berduka atas kepergian Lia. Semoga dia bahagia disana" kata
Tuan Sakti kusuma.
" Trimakasih kawan, lama kita tak bertemu Sampaikan salam ku pada Intan" kata
Papah Mark.
" Akan aku sampaikan, oh ya gimana dengan putrimu kawan" kata tuan Sakti kusuma.
"Dia baik dan juga sudah menikah., oh ya gimana dengan Gala. Pasti dia tumbuh jadi pria yang tampan sekarang" kata papah Mark
"Dia baru mau belajar bisnis hari ini Mark. Mungkin setelah lulus dia akan
menggantikan ku " kata tuan Sakti
" Benarkah,oh ya kalo kau tak keberatan aku masih punya seorang putri satu lagi.Dia baik dan juga pintar . Aku ingin kita menjadi besan seperti keinginan Lia dan Intan dulu" Kata papah Mark pada tuan sakti.
"Entahlah Mark, aku harus menanyakannya dulu pada Gala masalah itu. Sebenarnya aku juga ingin kita jadi teman sampai akhir hayat." Kata tuan Sakti Kusuma Atmaja
" Iya Sak aku menyesal tak menemui mu. Ketika Lia masih ada. Karna kesibukan yang tak bisa ku tinggalkan" Kata papah Mark.
" Aku juga minta maaf Mark tidak tahu sama sekali tentang meninggalnya Lia. Pasti Intan akan sangat senang bertemu putrimu." Kata tuan sakti.
" Itulah yang kuharap Sak, aq ingin sebelum memejamkan mata .Gala bisa menjadi menantuku" Kata papah mark.
" Nanti akan kupikirkan Mark kalo itu bisa membuatmu lebih baik" kata tuan Sakti.
__ADS_1
" Ya pikirkanlah Sak lebih cepat lebih baik. Karena aku sudah tak kuat lagi " kata papah Mark
" Mark..jangan bicara begitu" kata tuan Sakti
" Berjanjilah Sak untuk ku dan juga Lia" kata papah Mark. Entah kenapa beberapa hari ini
ia slalu bertemu mamah Lia.
Sang istri dalam mimpi
" Baik lah aku akan bicara dulu dengan Intan dan Gala Mark " kata tuan Sakti . Menuruti permintaan sahabat terbaiknya itu.
"Aku tunggu Sak " kata papah Mark .Meringis sambil menahan sesuatu.
Ada rasa iba di hati Sakti melihat sahabatnya itu terbaring.Bahkan dia tak tahu istri temannya itu tiada. Sudah berpulang kepangkuan yang kuasa.
" Aku minta maaf Sak, benar benar minta maaf belum bisa mengajak Intan kesini " Kata Sakti berjanji.
" Ta apa kawan, aku senang kau datang untuk menengokku." kata tuan Sakti.
" Aku turut prihatin karna baru tahu sekarang. Mark .Karna kesibukan dan tak ada yang memberi kabar tentangmu" kata tuan Sakti. Dengan mimik serius.
" Tak masalah Sak ,mungkin ini sudah takdirku kau tuk perlu menyesal .Aku sudah iklas dengan semuanya.. Hanya satu hal yang masih ingin ku lakukan. Yaitu ada yang mengantikan ku di perusahaan ku .Dan mendampingi putriku untuk bisa mengurusnya." Pinta papah Mark
Tuan Sakti hanya bisa terdiam . Bagaimanapun dulu temannya itu sudah banyak membantunya Semasa dia masih
merintis usahanya
aku akan kesini . Membawa Intan dan Gala "
Kata tuan Sakti hendak pamit
" Kenapa buru buru pulang. Devan baru
ke bagian adminitrasi" Kata papah Mark.
" Ada meeting yang harus aku hadiri Mark.
Aku janji nanti aku kan kesini lagi .Cepat sembuh kawan biar kita bisa ngobrol
banyak seperti dulu lagi" kata tuan Sakti. Memeluk sahabatnya itu.
" Terimakasih aku tunggu janjimu membawa
Gala kesini " Kata papah Mark lirih
"Pasti aku pergi dulu salam buat Devan " Kata tuan Sakti lalu tersenyum pada bi Munah.Yang menemani papah Mark
" Ya...." jawab papah Mark tersenyum. Membiarkan temannya itu pulang.
" Assalamualaikum" Kata tuan Sakti pamit
__ADS_1
" Walaikum salam " jawab papah Mark dan bi
Munah yang terdengar pelan.
Ruangan itu kembali hening.Namun ada senyum bahagia di lubuk hati papah Mark. Karna ada harapan bisa menjodohkan Aira. Yang akan menjadi penerus usahanya. Karna Lina belum bisa setangguh Aira
Tapi Mark percaya Aira bisa menjaga Lina
dengan baik. Karna selama ini dia mengawasi gerak gerik Aira dan Lina
juga kepribadian kedua gadis itu..Mark sangat
percaya Aira takkan pernah mengkhianati Lina. Mengingat siapa Aira sebenarnya.
...............................
Sedangkan dikampus Aira dan Lina sedang duduk dikantin kampus .Untuk mengisi perut
makan siang .Sebelum kerumah sakit.
" Ra nanti aku langsung kerumah sakit ya,
kamu ke restoran aja nanti malam aja
kesana" kata Lina.
"Ya Lin aku juga lagi ada tugas. Bisa aku
kerjain nanti direstoran" kata Aira.
"Ya ra , kalo malam aku ngak kuat .Akhir akhir ini cepat lelah " keluh Lina.
" Masa padahal sudah ada yang pijatin kan kalo malam malam" ledek Aira.
" Ih mana ada ngak lah "kata Lina malu.
" Ah masa" goda Aira. sambil memainkan kedua alisnya
" Tahu ah " kata Lina cuek karna malu.
" Berarti belum gol dong gawangnya" ledek Aira lagi mengoda Lina.
Lina pun langsung mencubit Aira.
" Auw sakit Lin" keluh Aira mengaduh karna dicubit Lina
" Habis kamu ngak tahu tempat " dumel Lina.
" Ha...ha...ha..".tawa Aira tergelak.Melihat wajah Lina yang bersemu merah.
Lalu kedua nya pun pulang meninggalkan kampus. Dengan mobil masing masing.
__ADS_1