Sisi Lain Aira Yang Tomboy

Sisi Lain Aira Yang Tomboy
Bab 35 Perasaan Aira


__ADS_3

Aira baru saja sampai rumah. Dan meletakan


tasnya di atas meja belajarnya. Lalu menghempaskan tubuhnya diatas ranjang.


Aira meletakan kepalanya diatas bantal Sambil memikirkan sesuatu .Yang belum


bisa ia cerna dan ia mengerti.


" Kenapa denganku kenapa aq deg deg gan bertemu kak Albi ya." kata Aira seraya merasakan detak jantungnya.


" Ya ampun tak mungkin kan aq sakit jantung" Guman Aira bingung sendiri.


" Ah kata Aira seraya menatap langit langit kamar. Yang membuatnya sedikit tenang.


Aira terdiam untuk beberapa saat. Untuk memikirkan ia harus berobat ke dokter jantung. Karna beberapa hari ini detak


jantung nya slalu berpacu cepat.


" Ya besok pagi sebelum menemui papah, aq harus ke dokter dulu " guman Aira. Lalu memejamkan matanya. Sebelum kerumah sakit menjaga papa Mark.


.........................


Sedang Gala baru saja memasuki kantor sang papi. Dengan tersenyum sumringah karna bahagia


Tok ...tok....tok ...


" Masuk.... perintah suara dari dalam


Ceklek.


" Maaf pah Gala terlambat " kata Gala


yang masuk keruangan papinya . Yang sedang duduk dikursi kebesarannya. Di temani asisten sang papi. Yang masih muda lebih tua lima tahun dari Gala.


" Dim tolong ajari Gala berkas bekas kemaren. Yang sudah saya berikan " kata papi Pelan sambil memeriksa berkas penting


" Baik tuan " kata Dimas sang asisten.


Gala yang masuk lalu duduk disofa. Hanya diam melihat Dimas sedang mengurutkan berkas berkas .Yang harus ia pelajari


" Gala ini kau pelajari dulu, nanti setelah


kau pahami ada yang tidak kau mengerti tanyakan langsung ya":kata Dimas. Menyodorkan berkas yang diterima Gala.


Lalu Dimas kembali mengecek perkerjaan nya. yang belum selesai.


Hampir 3 jam Gala sibuk mempelajari semua berkas didepannya..Sesekali ia menanyakan Dimas ketika belum memahami sesuatu.Lalu setelah mengerti ia melanjutkannya kembali


" Papi rasa kau bisa paham dengan cepat . Apalagi skill mu manajemen bisnis..Papi

__ADS_1


yakin kau bisa bekerja lebih baik dari papi" Kata papi Sakti . Ketika melihat Gala bisa menyelesaikannya dengan baik


" Oh ya Pah tadi Gala sudah bilang masalah " Kata Gala yang terputus


" Tuan ada tamu yang kemaren ingin bertemu " Kata seorang wanita seksi sekertaris sang papi


" Baiklah suruh menunggu. Saya akan segera turun Dimas tolong siapkan berkasnya." Perintah papi Sakti pada Dimas.


" Baik tuan akan saya siapkan" kata Dimas


lalu pergi keluar. Dari ruangan papi sakti. menuju ruangannya.


" Gala nanti kita bicara dirumah ya, Sekarang papi harus bertemu klien bisnis papi" Kata papi Sakti


" Baik pi" kata Gala beranjak dari duduknya.


" Kalau begitu Gala pulang dulu" kata Gala.Yang lalu menuju meja sang papi.Untuk berpamitan dan mencium tangan papi Sakti.


" Hati hati dijalan " kata papi Sakti. Menepuk bahu sang putra


" Ya pi " kata Gala lalu keluar meninggalkan ruangan sang papi.


Gala memasuki lift yang ia gunakan untuk turun kelantai dasar. Ketika pintunya terbuka Gala cepat keluar .Namun matanya tiba tiba.


" Bukannya itu Dea ngapain dia di sini "


Kata Gala penasaran yang lalu mengikuti Dea


Dea yang berpenampilan cantik. Tidak tahu kalo Gala mengikutinya. Dea sedang menemui seorang pria paru baya di lantai dasar


" Astaga apa yang ingin dilakukannya "


Guman Gala ketika Dea masuk kesebuah mobil milik pria paru baya itu. Dan pergi meninggalkan parkiran.


Gala pun bergegas meninggalkan kantor


sang papi. Lalu buru buru masuk mobil .Dan mengikuti mobil yang dinaiki Dea.


Mobil mewah itu berhenti disebuah hotel mewah. Dea dan pria tua itu turun dari dalam


mobil. Lalu masuk kedalam hotel. Gala yang mengikutinya sampai hotel . Menghentikan langkahnya ketika keamanan hotel menghentikannya


" Maaf mas mau kemana?" Kata


sang satpam


" Saya mau tanya pa, tadi yang lewat sini Bapak itu apa sering menginap disini?" tanya Gala menyelidik


" Oh tuan .Anton iya sering kesini. Dan itu bersama kekasihnya" Kata satpam itu. Memberi penjelasan pada Gala.

__ADS_1


" Begitu ya kapan pulangnya kira kira. Saya klein bisnisnya " kata Gala berpura pura.


" Oh beliau sering menginap disini, bahkan sampai beberapa hari" Kata satpam itu lagi.


Deg..........


Gala terdiam sesaat lalu" baik pa terimakasih infonya saya permisi " kata Gala. Yang berlalu pergi meninggalkan hotel itu.


" Akh.....Dea....Dea ....gila rupanya kau " umpat Gala emosi.


Huh....Gala lalu membuang nafas kasar. Selama ini Gala sangat dekat dengan Dea . Tapi tidak tahu banyak tentang kelakuan Dea yang sebenarnya.


. ..........................


Sedang di rumah sakit Aira sedang menyuapi papah Mark .Dengan telaten


setelah ditinggal Lina pulang.


" Ra apa boleh papah meminta sesuatu


sama Aira " Kata papah Mark.


"Papah mau apa biar Aira belikan" kata Aira menatap papah Mark .Dengan kasih sayang.


"Papah tidak minta dibelikan apa apa tapi minta sesuatu yang lain " kata papah Mark


" Maksud papah"


" Mau kah Aira berjanji sama papah " kata papah. Mark bertanya.


" Aira janji pah, asal papah sehat dan cepat pulih.dan papah bahagia " kata Aira serius.


" Benarkan Aira janji akan memenuhi nya. Karna papah akan sangat bahagia. Bila Aira benar benar mau menyanggupinya " Kata papah Mark


" Aira janji pah selama Aira bisa " kata Aira menatap serius papah Mark


" Papah mempunyai seorang sahabat .Yang sudah papah anggap saudara sendiri .Dulu waktu mamah Lia ada .Kami berniat menjodohkan anak anak kami ..Jadi papah


ingin Aira menerima perjodohan ini. Karna Aira sudah papah anggap anak papah sendiri" Kata papah Mark


deg.......


Seperti ada benda berat menghantam dada Aira .Yang membuatnya terdiam kaku. Tak bisa bicara. Sedikitpun ketika papah Mark meminta dirinya .Untuk jadi pengganti Lina.


" Ra...papah tidak mungkin meminta Lina. Karna kini Lina sudah menikah. Papi minta maaf bila ini membuatmu terkejut" Kata papah Mark menatap Aira yang terdiam mematung


" Bagaimana ra" kata papah Mark lagi.menanyakan Aira.yang masih diam


Lama Aira terdiam. Namun karna tadi ia sudah berjanji dan menyanggupinya . Bagaimana mungkin Aira bisa menolak. Walau hatinya menolak keras.

__ADS_1


" Iya pah Aira mau " kata Aira dengan wajah menunduk .Menyimpan raut wajahnya yang sendu. Karna tak bisa menolak Karna selama ini papah Mark sangat baik padanya.


" Trimakasih nak , papah yakin kau bisa bahagia dengannya. Karna dia anak yang baik dan juga pintar. Dan calon pengusaha sukses " Kata papah Mark yakin.


__ADS_2