
Gala menghempas tubuhnya diatas ranjang. Setelah masuk kamar. Ada gelayar aneh dihatinya. Ketika tahu Fakta lain Aira
" Gue kalah set gue harus bantu papi kerja biar nanti setelah lulus sudah bisa mandiri" Kata Gala bicara sendiri.
Lalu Gala berpikir untuk belajar berbisnis. Seperti yang di kata kan Albi padanya. Sudah saatnya drinya untuk punya usaha sendiri . Agar suatu hari nanti ia siap mengantikan sang papi di perusahaan.
" Ya....aq harus belajar sama papi .Sebelum terlambat masa gue kalah sama anak baru. Ketemu kemaren sudah punya usaha" Guman Gala tak percaya tapi itu nyata.
Yang tak bisa ia remehkan.
...............................
Sedangkan di rumah sakit Lina sedang menyuapi papah Mark makan. Sedikit demi sedikit papah Mark menelan makanannya.
Sedang di kursi sebelah kiri.Terlihat Devan sedang duduk melihat. Interaksi sang istri dengan ayah mertuanya itu.
" Papah mau nambah lagi " kata Lina
menatap sang papah.
" Cukup nak papah sudah kenyang" kata Papah Mark tersenyum karna putrinya itu.
Sangat telaten merawatnya.
" Aira belum datang ya?" tanya papah Mark bertanya
" Belum pah mungkin lagi mampir restoran. Atau butik Aira sangat sibuk akhir akhir ini. Karna musibah ini" kata Lina lirih
" Ya pasti dia sangat lelah " Kata papah Mark prihatin.
" iya pah Lina ngak tega tapi mau apalagi Kita tidak tahu musibah datang. Lina berharap papah cepat sehat" Kata Lina karna ia juga sempat menyusahkan Aira dengan keterpurukannya.
" Iya sayang kau juga harus sehat " Kata papah yang sudah tahu mamah Lia pergi mendahuluinya. Setelah tadi pagi Devan memberitahukannya.
Ada perasaan sedih dihati papah Mark Mungkin kalo malam itu ia. mau menginap
Di hotel dan tidak memaksa pulang. Tak akan terjadi kecelakaan .Karna ia mengantuk
semua salahnya .Namun kini takdir sudah memilih. istrinya.Tak ads penyesalan diawal pasti penyesalan datang di akhir cerita.
" Maaf kan papah ya sayang" Kata papah mengelus kepala Lina. Dengan pelan dan memeluk putri semata wayangnya itu.
" Papah ngak perlu minta maaf semuanya takdir Allah pah. Mamah sudah tenang disana jadi papah jangan merasa sedih" kata Lina menguatkan papah Mark.
"Trimakasih sayang " kata papah Mark memeluk Lina dan mencium pucuk
kepala Lina.
Devan yang sedari tadi diam terharu.
Melihat keduanya.Saling menguatkan.Lalu
__ADS_1
mendekati ayah mertuanya dan istrinya.
" Papah dan Lina harus kuat dan sabar.
Karna mamah pasti tak ingin melihat kalian bersedih." Kata Devan mengelus pungung sang istri.
Papah pun mengangguk. Lalu tersenyum untuk bisa menghadapi kenyataan hidup.
Bahwa masih ada orang yang masih mengkhawatirkan dirinya.
...............................
Di sisi lain Gala sedang duduk santai diruang keluargga. Yang luas sambil menunggu sang papi pulang.
" Gala lagi apa " tanya sang mami sambil mengambil remote tv..Mencari drama kesukaannya.
" Papi pulang jam berapa mi" kata Gala bertanya yang tak sabar menunggu papinya pulang.
" Sebentar lagi paling kenapa tumben nungguin papi" kata mami menatap curiga. Pada anak satu satunya itu.
" Huh....tapi terasa lama ya mi " kata Gala gelisah.
" Memang kenapa tumben banget nungguin. Papah hari ini ngak seperti biasanya" Kata mami keheranan.
" Yah cuma kangen aja mi" kata Gala
"Hah...tumben kalo sama mami ngak kangen nih " sindir mami merasa ada sesuatu. Yang aneh pada putranya itu.
Cup.....
Gala mencium pipi mami. Sehingga mami heran dibuatnya. Karna tak biasanya anaknya itu bersikap manis dan sabar menunggu. Membuat mami intan jadi curiga
"He...he...he....kekeh mami tertawa kecil .Melihat tingkah Gala yang seperti anak kecil. Yang bersikap manja hari ini.
" Ada apa sih la kok tumben anak mami
hari ini bersikap manis " Kata mami penuh selidik.
" Ngak ada apa apa mi cuma gala kagum
aja sama mami. Makin tua mami cantik aja" Gombal gala jurus merayu sang mami
" Ah masa, mami sudah merasa tua tuh Tapi kalo pengen awet muda sih mami pengen cepat dikasih cucu sama Gala." kata mami tersenyum pada Gala.Yang membuat Gala batuk.
" Uhuk......uhuk....Gala yang mendengarnya langsung tersedak. Tidak menyangka bila maminya akan mengatakan hal itu.
" Tapi Gala belum punya calon mi Dan juga masih kuliah Apalagi gala belum kerja" kata Gala memberi alasan
" Terus yang sering diajak jalan itu siapa"
Kata mami bertanya penuh selidik.
__ADS_1
" Oh itu teman Gala mi cuma teman mi"
Kata Gala agar sang mami percaya
" Masa sih atau perlu mami jodohin sama teman anak mami"Kata mami menawarkan.
" Eh jangan mi....biar Gala cari sendiri aja" Kata Gala dengan mimik serius karna tak
mau dijodohkan.
" Ya sudah nanti setelah lulus. Kamu harus kenalin pacarmu itu sama mami ya," Kata mami serius
" Ok mi siap " kata Gala membuang nafas kasar..Karena lega maminya tak jadi menjodohkan jodohkan dirinya Seperti keluargga sang papi
..............................
Aira baru saja masuk ruang inap papah
Mark .Setelah habis isya. Papah Mark sedang tertidur pulas di ranjangnya nya .Sedang Lina sedang tidur di paha suaminya di sofa.
" Huh...jadi pengen " guman Aira saat matanya Melihat pasangan pengantin baru itu.
Lalu aira duduk pun didekat ranjang papah Mark .Untuk memperbaiki selimut yang melorot.
" Aira " kata papah Mark membuka matanya. Melihat sang putri angkatnya ada didekatnya.
" Shut.... papah tidur aja, Lalu Aira melirik ke arah Lina yang tidur disofa. Dengan berbantal paha Devan yang duduk terpejam.
Papah yang tahu kemana arah mata Aira. Tersenyum melihatnya. Lalu meraih tangan Aira. dan menggenggamnya erat.
" Makasih nak sudah banyak membantu papah dan Lina dan mengurus semuanya " Kata papah Mark yang sayang pada Aira
" Papah jangan bicara begitu Aira sudah mengangap papah. papah kandung Aira "
Kata Aira lirih tapi pelan
" Papah juga sudah mengangap kamu anak papah sendiri " Kata papah Mark menangkup wajah Aira.
" Iya Aira tahu jadi papah harus cepat pulih" Kata Aira pelan dan memegang erat tangan .
Papah Mark yang menangkup pipinya..
" Iya nak papah harus sehat. Demi kalian berdua" Kata papah tersenyum lalu
mengelus kepala Aira. Dengan kasih sayang
Aira lalu tersenyum manis. Dan menghapus
air mata papah. Yang menetes di pipi keriput papah angkatnya itu.
Lalu papah Mark tersenyum. Dan memeluk Aira dalam dekapannya .Seperti yang dilakukannya pada Lina. Sang putri andai ia tak selamat suatu hari nanti. Paling tidak putri nya sudah bisa mandiri. Dan punya pendamping. Juga saudara yang menyayanginya Sepenuh hati dan tulus.
__ADS_1