
Aira sedang membersihkan halaman rumah ketika ibu datang belanja.
" Sudah pulang bu kok cepat " kata Aira yang sedang menyapu teras karna sudah lama ia tak pernah lagi turun menyapu selama tinggal dikota.
" Sudah nak nih ibu belikan ikan gabus kesenanganmu " kata ibu.
" Makasih bu , lama Aira tak makan ikan gabus entah kenapa kayanya pengen banget dipanggang bu" kata Aira yang menelan air liurnya karna membayangkan ikan gabus bakar
" Iya nanti ibu masakin " kata ibu yang masuk kedalam rumah membawa belanjaan di bantu oleh Aira.
Kedua wanita beda usia itu pun masuk kedalam rumah. Dan membawa belanjaan ibu kedapur Lalu ibu menyiapkan semua bumbu dan membersihkan ikan gabus juga. Untuk membuat sayur asam dan sambal kesukaan Aira
" Ra ...apa kamu masih kuliah ?" tanya ibu
" Masih bu kenapa?" tanya ibu.
" Lalu kalo pulang harus izin " kata ibu lagi.
" Aira mau pindah kampus bu karna disana indentitas Aira untuk sementara masih tak jelas " kata Aira pada ibu.
" Ngak jelas gimana" kata ibu bingung
Aira pun menceritakan tentang kecelakaan yang menimpanya. Membuat semua orang mengiranya sudah mati. Dan untuk kemudian disusul dengan kecelakaan pesawat .Untuk sementara Aira memakai indentitas orang lain karna ada orang lain memakai namanya
Ibu yang mendengarkan tertegun mendengar kisah hidup anaknya.
" Jadi kamu memakai dua indentitas nak" kata ibu heran
" Iya bu seorang teman membantuku untuk memakai indentitas Mutiara yang juga asli kalimantan dan Untuk sementara aq masih mengunakannya. " Kata Aira menjelaskan.
" Astaga jadi kamu pindah kuliah ?" tanya ibu.
" Ya bu Aira cuti kuliah untuk sementara " kata Aira
" Ya ampun nak ibu kurang paham masalah begitu semuanya jadi rumit ,Tapi ibu berharap kamu baik baik saja " kata ibu.
" Ya bu " kata Aira yang merasa mual mencium bau amis udang.
" Ibu beli udang juga ?" tanya Aira lalu cepat berlari kekamar mandi dan muntah.
Oek ......
" Kenapa nak " kata ibu
" Ngak tahu bu Aira cium bau amis udang langsung mual" kata Aira.
Ibu yang heran menatap Aira dengan perasaan aneh Karna biasanya Aiira sangat suka udang apalagi bila ditumis dengan kacang panjang.
__ADS_1
" Apa kamu hamil ra" Kata ibu menyelidik
Deg.........
Aira pun menatap ibunya dengan perasaan bingung.Apa mungkin dirinya hamil memang belakang ini Aira tak pernah datang bulan.
" Ngak tahu bu tapi nanti Aira periksa ke dokter aja " kata Aira ketika duduk selesai membersihkan wajahnya.
"Ya nanti ibu antar setelah makan " kata ibu
" Ya bu trimakasih " kata Aira yang setelah itu kembali kekamar karna lemas.
............................
" Selamat ya mb anda hamil 3 bulan " kata dokter setelah Aira duduk dikursi .
" Hah ....3 bulan dok " kata Aira tak percaya
" Iya mba " kata dokter kandungan yang memeriksanya.
Aira pun mengingat penikahannya yang
menginjak 4 bulan berarti ketika ia berhubungan dengan Gala dalam posisi masa subur.
" Baik dok trimakasih dok" kata Aira
" Ini resep vitamin dan obat mual nya silahkan menebus di depan sana." kata dokter
" Berarti ibu mau nambah cucu ra" kata ibu tersenyum.
" Iya bu" kata Aira tersenyum bahagia dan mengandeng ibu untuk menebus vitamin dan obat mual.
........................
" Hah jadi mb Aira bakal lama dong di sana " kata Dini.
" Iya Dini kamu bisa kan menghandle semuanya untuk sementara" kata Aira ketika menelpon Dini.
" Ya bisa mba tapi kok mba Aira lama baliknya " kata Dini.
" Ya aq ingin liburan bersama keluargga dulu Din" kata Aira memberi alasan
" Ya sudah mba , tapi setelah itu cepat pulang ya cukup setahun saja " kata Dini lirih.
" Ya Din titip butik ya dan salam buat Tari " kata Aira yang memutuskan telponnya.
Lalu Aira pun menghela nafas kasar .Untuk saat ini ia tak mungkin memberitahu siapapun.Karna Aira ingin fokus pada kehamilannya.
__ADS_1
Aira berbaring dengan tenang ditempat tidur . Memikirkan semuanya yang sudah terjadi .Ia hanya ingin menenangkan diri Untuk sementara waktu Agar ia aman bersama anaknya.
..............................
Sedang dikantor gala Sibuk dengan pekerjaannya. Selama berita tentang kabar Aira hilang Gala hanya sibuk dengan kerja dan skripsi tampa perduli apapun.
Gala berubah menjadi pria yang cuek dan dingin juga menutup diri atas rasa kehilangan yang teramat sangat.
" Bos ada sebentar lagi rapat" kata Doni yang mengantar berkas
" Iya Don siapkan semuanya " kata Gala tampa menoleh. Sambil mengoreksi berkas yang menumpuk diatas meja.
" Siap bos " kata Doni sambil berlalu.
Doni pun pergi keruangan nya dan menyiapkan semua berkas yang sudah dari kemaren ia siapkan.
Sementara Gala masih sibuk dengan pekerjaan nya yang masih menumpuk.
.............................
" Ini uang yang ku janjikan "kata Damar sambil
memberikan selembar cek pada Dea.
" Trimakasih bang senang kita bisa bekerjasama" kata Dea sumringah
" Tentu saya cantik kerjamu bagus " kata Damar yang senang Gala menjadi lebih pemurung sekarang.
Lalu Damar pun pergi setelah seharian ini bersama Dea.
" Lumayan ini bisa buat simpanan" kata Dea senang yang slalu bisa menguras kantong para prianya.
...............................
" Aira bangun nak, sudah siang" kata ibu yang melihat Aira belum bangun sedari setelah subuhan.
" Aira kok malas bu pengennya tiduran aja" kata Aira yang masih tak bergeming diatas ranjang.
" Baik lah ....biar ibu bawakan makananmu nak, mungkin ini bawaan bayi " kata ibu . Sambil berlalu keluar kamar
Ibu pun menyiapkan makanan Aira untuk dikamar. Selama hamil Aira jadi pemalas. Namun ibu bisa memakluminya karna memang masa masa hamil muda moodnya naik turun.
Aira pun makan dikamarnya Setelah ibu membawakan makanan .Entah mengapa badannya begitu lemas. Namun ia masih berselera makan Apalagi dengan gabus bakar buatan sang ibu yang membuatnya ketagihan.
Ibu yang melihat putri bungsunya itu tersenyum senang. Karna bisa berkumpul lagi Bahkan bapak pun menuruti keinginan Aira yang meminta apapun. Selama sang bapak masih bisa membelinya.
Aira tak banyak menuntut hanya sekedar ingin makan seadanya..Dan kehamilannya pun sehat dan kuat .karna ada kedua orangtuanya. Yang slalu memanjakan lidah dan kemauan nya . Walau jauh dari Gala sang suami
__ADS_1
Ada rindu dihati Aira. Namun Aira menepiskan nya dan bersabar demi kebaikannya sendiri. dan bayinya. Agar tak ada arang yang mengusiknya Aira menyibukkan diri dengan kesibukan baru Yaitu menanami bibit buah di tanah yang ia beli dari mantan bos sang ayah. Yang bangkrut. untuk perkebunan masa depannya.
Tanah itu Aira beli dengan hasil jerih payahnya slama ini..Dan kelak ia akan membangun istana kecil ditengahnya. Setelah ia bisa mengumpulkan uang lagi .Karna sementara ini Airaa fokus untuk kehamilannya. Juga rencana kuliahnya kedepan yang tertunda.. Yang memutuskan untuk cuti sampai habis melahirkan.