
Gala menghempaskan tubuhnya diatas ranjang dengan rasa risau.
" Ah.....kenapa denganku. Kenapa. tadi gue bilang menolak sebelum bertemu" kata Gala bingung sambil meraup rambutnya kasar.
" Huh...apa harus bilang papi dan mami." Guman Gala bingung sendiri.
"Tapi bagaimana aq sudah menjilat ludahku sendiri" guman Gala. Yang bingung harus bagaimana
" Huh...." Gala membuang nafas kasarnya
dengan perasaan gelisah
Gala pun memejamkan mata untuk membuat dirinya tenang. Entah mengapa ia merasa menyesal. Menolak tawaran om Mark yang ingin menjadikan nya menantu.
............................
Paginya Gala sudah siap lebih dulu dimeja malkan .Menunggu mami dan papinya untuk sarapan pagi bersama.
" Lho kok tumben duluan nih anak mami, Biasanya pake nunggu dipanggil " kata mami Sambil menarik kursi untuk duduk
" Iya ada apa" kata papi yang ikutan heran
tak biasanya putranya itu duluan.
" Eh ...ngak pa pa mi cuma Gala lapar aja"
kata Gala beralasan . Sambil mengaruk lehernya yang tak gatal
" Oh....atau ada hal lain yang mau disampaikan" Kata papi heran.
" Atau kamu berubah pikiran belajar bisnis"kata papi menatap putranya dengan
penuh selidik
" Bukan itu pi....Gala mau .....
" Mau...apa, jangan bilang kamu ngak mau bantu papi " kata mami ikut menimpali.
" Bukan mi..itu...itu...gimana ya" kata Gala Bingung dengan apa yang ingin ia katakan
" Apa...." kata papi Sakti
" Bilang aja ..." kata mami yang tak sabar
ingin tahu apa keinginan putranya
__ADS_1
" Bisa ngak papi bilang om Mark Gala mau dijodohkan dengan Aira putrinya "
kata Gala akhirnya jujur
" Uhuk.....uhuk....
" Apa.." kata papi kaget.
" Kamu ngak sakit kan la ngak salah ngomong kan " kata mami terkejut bukan main karna keinginan Gala.
" Astaga jangan macam macam kamu la , Kamu sendiri yang bilang menolak ketika om Mark memintamu jadi menantunya.
" Tapi....pi..
" Kan kamu sendiri yang bilang ngak mau
trus kenapa berubah pikiran'" kata mami heran
bertanya tanya.
" Papi ngak mau tahu la karna kamu menolak jadi kamu sendiri yang harus bicara sama
om Mark jangan kamu bilang kamu berubah pikiran karna menyukai putri om Mark" kata papi menyelidik dan menatap tajam Gala yang plin plan mengambil keputusan.
" Astaga. gimana pi ." Kata mami mengeleng
" Mami ngak habis pikir denganmu la , Seharusnya sebelum menolak kemaren . Kamu seharusnya berpikir dulu" kata mami. Kesal karna mami juga menyukai Aira
" Maaf pi mi Gala salah , Tidak tahu kalo Aira itu putrinya om Mark kalo tahu....
" Kau tidak menolak gitukan" tegas papi membuang nafas kasar
Papi mengeleng geleng kan kepalanya. Karna kecewa dan mungkin ia untuk meninjau ulang . Rencana Mark sedangkan jelas jelas Gala menolaknya . Mau ditaruh dimana mukanya .Kalo ia meminta putri Mark jadi menantunya. Sedang Gala sendiri yang menolaknya.
" Iya pi " kata Gala menunduk malu. Sedangkan mami hanya diam saja. Seraya menatap lekat putranya yang menunduk diam karna merasa bersalah.
" Papi ngak mau tahu masalah itu. Kamu selesaikan sendiri. Karna kamu sendiri yang menolaknya .Jadi kamu sendiri yang harus bicara dengan om Mark" kata papi Sakti cuek
" Tapi pi....." kata Gala.
" Biar mani yang menemui Mark pi, mami juga setuju Aira jadi mantu mami. Mark juga berharap Gala jadi menantunya kan Jadi biar mami nanti siang kesana" kata mami. Yang pertama kali bertemu Aira .Menyukai gadis itu
" Tapi mi apa mau Mark menerimanya. Mungkin sekarang dia sudah menjodohkannya dengan yang lain.Seperti Lina yang menikah diam diam " kata papi Menatap sang istri.
" Kita coba dulu pi ,masih belum terlambat
__ADS_1
kan baru dibahas tadi malam" Kata mami optimis.
" Terserah mami deh , papi ngak mau tahu. makanya sebelum menolak. Berpikir dulu sebelum ambil keputusan " Kata papi. Yang kecewa pada Gala putranya.
Gala hanya diam tak bicara karna dia tahu dia salah..Entah kenapa perasaan nya galau dan resah. Ketika melihat Aira tadi malam.
Papi yang sudah selesai sarapan langsung bangun dari kursi. Lalu berangkat kekantor diantar mami sampai depan teras.
Sedang Gala merasa sangat l bersalah Karena keputusannya. Yang plin plan. Sehingga membuat kedua orang tuanya bingung.
Tapi apa mau dikata. Dari pada gelisah dan galau tak menentu. Gala pun harus jujur pada orang tuanya. Agar ada jalan keluar nya.
.................................
Sedangkan Aira sudah sampai dikampus Karna pagi ini ia ada ulangan dan kuis. Jadi harus tepat waktu .Agar tidak di diskualifikasi oleh dosennya.
Aira duduk santai ketika ulangan sudah selesai. Di dalam kelas sambil ngobrol
dengan beberapa temannya
" Ra kitakan mau ada study tour lho kalau ngak salah bulan desember.Kamu ikut kan" Kata Tari menatap Aira serius.
" Lihat nanti Tar , aku juga belum daftar. Karna lagi banyak urusan " kata Aira tak ambil pusing.Tentang study tour karna itu bebas. Boleh ikut atau tidak jadi tak terikat waktu
" Yah ngak seru ra ,ngak ada kamu masa gue harus sama Mika kan ngak asyik sama dia. Yang cerewet kaya emak rempong. " kata Tari.
" Ha.. ha... ha ..santai Tar biasakan gitu asal ngak ngerepotin aja tuh bocah '" kata Aira terkekeh
"Ya ra, tapi tetap malas dekat dengan dia karna biang rusuh" kata Tari membuat Aira tersenyum
"Yah...beri pengertian dan nasehat tapi kalo dia masih membuat ngak nyaman tinggal di jauhi aja dari pads ribet." kata Aira. Memberi solusi pada Tari.
" Iya juga ya.nanti pikir pikir dulu deh ra" kata Tari yang kini sudah bekerja di butik nya. Namun Aira menyuruh Dini untuk merahasiakannya.. Sedang kan Tari tidak tahu siapa Aira. Sebenarnya .Aira menyembunyi semua indentitasnya .Karna ada alasan lain dan juga. Karna tak ingin pamer seperti kebanyakan orang.
Slama ini Aira tetap tampil sederhana. Tanpa mau menyombongkan diri . Karna ia berpikir bahwa ia seorang wanita harus mandiri Dan tak ada maksud lain..Selain kuliah ,kerja juga untuk masa depan yang lebih baik.
" Ra ....woi......ngelamun ya...
"Ah enggak Tar cuma kepikiran saudara Tar
yang mau mampir rumah " kata Aira. Berbohong karena tak mau Tari curiga.
Dengan apa yang ia pikirkan
" Oh ta pikir kenapa " kata Tari datar dan bersikap biasa.
__ADS_1
Sedang Aira merasa serba salah. Karna harus berbohong. Padahal ia tak bermaksud begitu.Tapi mau apalagi. Aira tak ingin rahasianya terbongkar.