
Siang sepulang ngampus Aira langsung menuju butiknya. Ia hanya mengirim pesan untuk Gala.karna bagaimana pun Gala tetap suaminya. Aira yang mengerti agama tetap menghargai Gala.Lepas itu dari perjodohan yang tak disengaja.Tapi gala tetap suami sahnya.
Aira naik taxi menuju butik Seperti biasa ia ingin mengecek keuangan butik. Sedang restoran kembali di handle Lina .Karna sudah kembali normal seperti biasa. Karna papah Mark sudah pulang dan dirawat dirumah.
"Din sudah lengkap semuanya?" tanya Aira
" Sudah mba" jawab Dini
"Oh ya Tari masih kerja disini kan " tanya Aira bertanya Tari sahabatnya dikampus.
" Masih mba tapi mb Tari apa belum tahu
mba Aira bos di sini" kata Dini heran.
' Belum Din biarkan dia tahu sendir.i Aq ngak mau dia merasa ngak enak. Karna dia memang butuh uang . Sebab dia tak mau dibantu cuma cuma." kata Aira menjelaskan.
" Wah..hebat mba, dia memang rajin kok kerjanya mba dan ramah anaknya " kata Dini yang memang memperhatikan. Semua gerak gerik bawahannya.
" Ya dia memang baik orang nya Din, Mungkin dia kepepet ada masalah. Dikampus juga dia anak yang rajin dan aktif " Kata aira
" Ya berarti kita bisa make mba Tari Buat buka cabang baru mba. Kemaren barang sudah datang ,Karna mb Via cuti hamil .Menurut ku Tari bisa mengantikan mb Via sementara mb" Usul Dini pada Aira.
" Boleh juga nanti Tari biar pake motorku yang lama. Buat transportasinya. Biar dia ngak repot naik bis kasihan juga tuh anak" kata Aira yang perduli pada Tari.
"Iya mb sebaiknya sih gitu" kata Dini yang memang tahu setiap karyawan di berikan motor. Dengan dicicil sedikit demi sedikit dengan gaji mereka..Tapi akhirnya jadi hak milik karyawan itu sendiri.
Aira adalah atasan yang baik menurut Dini Yang sudah 4 tahun mengenalnya. Ramah
dan tidak pelit walau sedikit keras dan tegas. Tapi Aira orang yang tak tega dengan siapapun. Oleh sebab itu dini sangat mengagumi sosok Aira yang baik hati. Pada
setiap karyawannya.
..........................
Huh ..capek juga makan dulu baru ke kantor papi " kata Gala Yang menghempaskan tubuhnya di atas ranjang.
"kemana pergi nya gadi itu "guman Gala yang tak tahu Aira pergi kemana.
"Ah sudah lah nanti juga pulang Paling ke restoran itu' " bathin Gala yang lalu beranjak dari ranjang .Untuk kekamar mandi.Dan mengecek pesan masuk.
Gala duduk tenang dimeja makan. Setelah rapi untuk belajar bekerja. Karna ada tangung jawab yang harus dia pikul .Sebagai seorang suami.
__ADS_1
" Baru makan la " kata mami yang menuang air putih untuk minum
" Iya mi ..."kata Gala.
" Aira mana " tanya mami yang tak melihat Aira sedari tadi.
" Mantu mami lagi pulang kerumahnya Tadi sudah izin Gala nanti sore juga pulang kenapa emang mi ?" tanya Gala balik bertanya.
" Oh...ngak pa pa mami pikir kemana" kata mami yang lalu pergi meninggalkan Gala.
" Huh......ada ada aja mami " kata Gala mengeleng .Karna tahu sang mami sangat menyayangi menantunya itu.
.............................
Sedang kan Aira sedang bersantai duduk disofa. Sambil makan siomay kesukaannya.
" Din benaran ngak mau enak nih" kata Aira menawarkan siomaynya
" Sudah mba kita sudah makan semua Buat mb Aira aja" kata Dini tersenyum.
" Yah ...tahu tadi ngak beli banyak Din" kata Aira. Yang makan sendiri.
" Nanti juga ada yang mau mba. Santai aja kan baru pada selesai makan. Taruh dimeja makanan nanti banyak tikus yang ngambil" kata Dini bercanda.
"Ha ...ha..ha .. bukan tikus benaran mba.Tapi
tikus berambut hitam" kata Dini terkekeh.
" Ih...asal kamu Din tapikir tikus got" kata Aira tersenyum mendengar candaan Dini
" Yah kalo itu juga Dini bisa kabur mba" kata Dini tertawa lepas.
"Ku pikir kamu brani Din, kalo perlu terkam tangkap tuh" kata Aira meledek.
Ih ..ngeri mba tikus jelek gitu disuruh nangkap bisa bayangin deh ngeri 3 hari 3 malam aq" kata Dini latah.
" He...he....he..yang bilang tikus ganteng siapa Din .Tapi bila tikusnya ganteng kamu mau kan" goda Aira sambil menatap Dini
" Ya ....kalo itu sih siapa aja mau mba apalagi yang keren tikus berdasi" kata Wati menyahut.
" Hus...asal sambar lho Wat ikutan aja " kata Dini menegur.
__ADS_1
" Tapi kenyataan kan mba Dini aja lagi kepincut tikus berdasi mba" goda Wati pada Dini yang sedang dekat dengan seorang pria
"Siapa mana ada..." kata Wati mendelik.
" Masa sih ganteng ngak Wat" goda Aira.
" Beuh.....mantap mba,kumisnya klimis dan dompetnya tebal" goda Wati tersenyum.
" Asal kamu wat mana ada fitnah tuh" kata Dini cemberut.
" Cie ..cemberut biasa nya itu benaran lho " goda Aira lagi.
" Iya mba orangnya suka mampir sini pesan baju" kata Wati menimpali.
" Serius Din...kalo dia mau sikat aja" kata Aira mendukung Dini
"Tuh....din mba Aira aja dukung ngak usah mikir lama lama Din" goda Wati serius.
" Tahu ah.....ngak usah dibahas ngapa,jadi malu gue sama mb Aira" kata Dini dengan wajah merona.
" Cie.. cie...malu cuek aja Din, mba Aira aja santai kok ya mba" kata Wati.
" Iya ....ngapain mikirin perasaanku Nikmati hidup kalian. Semau kalian asal ngak melanggar batas " kata Aira. santai. Mendukung karyawannya yang jatuh cinta
" Wah.....dapat lampu hijau nih...." kata Wati.
" Kita juga bolehkan mba" kata Wati.
" Siapa yang larang .Selama kalian bisa jaga diri sih terserah. Asal jangan bikin malu dan kebablasan aja .Dan mencoreng nama orang tua" nasehat Aira pada karyawannya.
" Tuh Din...kesempatan ngak dua kali lho bos kita kasih jalan tuh" goda Wati.
Dini hanya tersenyum simpul . Tahu Aira memang orang yang baik .Tapi Dini ngak mau gegabah terhadap pria .Yang belum dikenalnya baik Walau ia sangat menyukainya
" Woi...jangan melamun nanti kesambet Din" Sindir Aira.
" Ngak lagi mikir" kata Dini jujur.
Bagus Din berarti kamu bisa seleksi. Pria yang baik buat calon suami. Dan jangan lupa juga baik terhadap orangtuamu." kata Aira.
" Makasih mba mudahan Dini bisa dapat pria yang bertanggung jawab Dan sayang sama keluargga Dini mba" kata Dini tersenyum penuh arti
__ADS_1
Sedangkan Wati ikut tersenyum bahagia. Melihat temannya itu sudah bisa membuka hati.Untuk seorang pria, Karna dulu Dini pernah ditinggal pacarnya menikah dengan wanita lain.