
Akhirnya Lina pun bisa tenang ketika sudah sampai dirumah Yang disambut papah Mark dan bi Munah yang sudah menunggu kepulangan mereka.
" Pah " kata Lina yang memeluk sang papah walau dikursi roda sambil memangku bayi Jasmine.
" Lina anakku " kata papah lalu memeluk putrinya itu Dan mencium sang cucu.dengan senyum sumringah.
" Rayyan ngak di ajak kesini" kata papah yang tak melihat kehadiran cucunya Rayyan.
" Papah tenang saja nanti juga datang. Dia sedang belanja sama opa dan omanya. Untuk hadian putri jasmine" kata Devan menjelaskan.
" Astaga ......papah pikir kemana?" kata papah tersenyum. Lalu melangkah ke sofa untuk duduk berkumpul bersama anak dan menantunya.
Sedang bi Munah dan bi War membawakan minuman dan cemilan. Untuk menemani mereka ngobrol.
" Kini cucu papah sudah lengkap, papah sangat bahagia apalagi kalo nanti bertambah" kata papa buka suara setelah duduk
" Itu pasti pah " kata Devan.
" Kak ini masih belum 40 hari jangan dibahas dulu " kata Lina yang menyela ucapan Devan yang membuat semua orang tertawa.
Hahahaha.............
" Iya nih kalian sih mau enaknya saja mengeluarkannya setengah mati." kata Aira.
"Tapi ngak kapok kan sayang " goda Gala.
" Cih..... kau by " kata Aira yang muka bersemu merah karna malu.
"Iya ra mereka sih, ngak ngerasain susahnya melahirkan, makanya santai asal nyerocos " Kata Lina cemberut
"iya maaf sayang cuma bercanda kok " kata Devan yang tak enak hati .Melihat wajah sang istri cemberut.
" Wah Lin perlu di beri hukum tuh kak Dev" kata Aira menyindir
" Ra " kata Dev mendelik kan matanya pada Aira.Yang membuat Aira tersenyum.
" Hahahaha .....papah ngak ikutan ya" kata papah Mark tertawa
" Aq juga ngak ikutan deh takut gencatan senjata Dev " kata Gala tertawa
" Ih kau ini la ikut mengompori juga " dumel Devan
Hahahaha ........akhirnya semua orang di ruangan itu pun tertawa termasuk bi Munah yang ikut mendengar. lalu setelah itu mengantar Lina kamarnya, bersama Aira .
.........................
Sorenya Rayyan dan rombongannya pun.Ikut datang memeriahkan rumah. Yang membawa banyak kado untuk adik bayi kecilnya.
" Akhirnya yang di tunggu tunggu datang juga" kata Devan melihat keponakan tampannya itu di gendongan bi Siti.
"Iya dong kita banyak bawa hadiah buat adik bayi " kata mami Intan yang lalu melihat bayi Jasmine kekamar.
" Ya ampun cantik banget " kata mami senang
__ADS_1
" Iya lah mi dia sangat cantik " kata Lina yang langsung memeluk mami Intan.
" Slamat ya sayang " kata mami Intan capika capiki.
"Trimakasih mi " kata Lina tersenyum.
" Rayyan mana mi " tanya Aira.
" Tuh " kata mami yang menunjuk Rayyan baru datang di gendongan bi Siti.
" Hai Rayyan sini " kata Lina melambaikan tangan pada keponakannya itu.
"Lin biar aq yang gendong " kata Aira yang tahu Lina belum boleh beraktivitas berat.
" Aku hanya memangku nya ra " kata Lina
" Ngak boleh Lin ,kamu baru habis melahirkan lagian Rayyan sangat berat " kata Aira.
" Iya Lin,, nanti kalo sudah 3 bulan baru boleh" Kata mami mengingatkan Lina Yang punya jahitan. diperutnya.
" Yah kok gitu." kata Lina
" Memang harus begitu Lin ,kamu harus jaga badanmu nanti gampang mau gendong Rayyan kalo sudah sehat " kata Aira
Yang ingat pesan ibunya juga melarang dirinya beraktivitas berat setelah melahirkan. agar sembuh total dulu baru beraktivitas yang berat setelah pulih.
" Ya sudah ra, Rayyan bawa sini aq kangen " kata Lina. yang rindu dengan Rayyan.
" Iya tante " kata Aira meniru suara bayi untuk Rayyan.
"Tante berharap kau bisa menjaga ade Jasmine besok kalo sudah besar ya nak " kata Lina yang memeluk Rayyan berharap banyak pada keponakannya itu.
"Yaya " celoteh Rayyan sambil tersenyum senang yang melihat bayi mungil didepannya.
"Iya itu ade Jasmine cantikan " kata Lina tersenyum .
Rayyan pun meraih pipi Jasmine yang terbungkus diatas ranjang
" Sini Rayyan duduk disini biar bisa nemani ade " kata Lina seraya memberi kode pada Aira.
Rayyan pun tersenyum melihat bayi Jasmine Lalu memegang pipi Jasmine dengan tangannya yang mungil.
" Hih Rayyan sayang ya sama ade " kata mami Intan melihat interaksi Rayyan dan Jasmine.
" Iya mi kaya nya Rayyan sayang sama ade nya mi " kata Aira yang menatap sang buah hatinya itu tersenyum.
" Pastinya Rayyan sayang ra , nanti kalo sudah dewasa bisa saling menjaga." kata Lina
" Aamiin ...." kata Aira.
" Iya mami harap mereka juga bisa berjodoh " kata mami Intan yang tahu Aira anak angkat Mark.
"Iya mi Lina juga berharap begitu " kata Lina tersenyum bahagia.
__ADS_1
" Kalo itu sih terserah mereka saja Lin, nanti kalo sudah dewasa " kata Aira.
" Iya sih ra, tapi kalo mereka ngak jodoh pun toh kita tetap keluargga " kata Lina.
" Iya lah Lin" kata Aira lalu merangkul Lina
" Mami juga walau nanti Rayyan bukan jodoh Jasmine kita tetap keluargga " kata mami yang ikut merangkul dua ibu muda itu.
" Iya mi " kata Aira dan Lina barengan.
Sedangkan para suami mereka berkumpul di diruang tengah. Membicarakan pekerjaan dan bisnis..Setelah beranjak malam mereka pun makan bersama. Menikmati masakan. Bi.Munah dan bi War yang memasak spesial karna menyambut kedatangan Lina.
" Oh ya syukurannya minggu depan saja ya Lin, sekalian kita mengudang anak panti asuhan " kata papah Mark.
" Iya pah Lina setuju gimana kak Dev" kata Lina. bertanya pada Devan
" Kak Dev juga setuju kok" kata Devan sambil menyuap nasinya
Sedang bayi Jasmine ditunggui bi Munah di kamar bersama bi Ratih dan bi Siti.
" Nanti Aira akan bantu pah mengurus semuanya " kata Aira
" Gala juga pi ,akan bantu butuh berapa boks papah tinggal pesan " kata Gala.
" Iya Mark kau tak perlu sungkan dengan kami" kata papi menatap sahabatnya itu
" Iya sak, kau tenang saja semuanya akan berjalan lancar kalo Aira dan Gala ikut turun tangan " kata papah Mark.
" Papah bisa saja " kata Aira. malu dipuji
" Tapi memang benaran kok ra, kamu slalu bisa diandalkan " kata Lina.
" Iya ra, papi dan mami juga bangga punya menantu seperti mu " kata papi yang semakin membuat Aira malu.
" Iya lah istri siapa dulu " kata Gala yang bangga dan merasa beruntung mempunyai istri seperti Aira.
" Yah ada jadi besar kepala nih " sindir Devan.
" Hahaha......
Suara tawa pun menggema diruang makan . Menambah kebagian keluargga. Dari dua belah pihak keluargga yang berkumpul malam ini .Menambah kehangatan kebersamaan yang jarang terjadi.
Setelah makan malam keluargga Atmaja pun pulang dan berpamitan.
" Besok Aira kesini lagi pah " kata Aira.
" Iya ra ,datang kah pintu rumah ini slalu terbuka " kata papa Mark.
" Kami juga besan " kata papi pamit.
" Sama sama Sak, sering datang kemari biar kita bisa ngobrol karna aq tidak sekuat dirimu lagi " kata papah
" Iya Mark pasti , kita pulang dulu " kata mami juga.
__ADS_1
" Iya Tan trimakasih " kata papah
Keluargga Atmaja pun akhirnya pulang . Setelah berpamitan Gala dan Aira menyusul pulang. Mereka memakai mobil yang Berbeda. bersama Rayyan buah cinta mereka.