Strong Single Mom

Strong Single Mom
Chapter 100


__ADS_3

"Kamu harus nyulik istri aku" ucap zio tersenyum lebar


"What" pekik bara


"Gue gak salah dengar nih, nyulik istri lu" ucap bara menatap zio tajam


"Iya" enteng Zio menegak minuman nya


"Gak gue gak mau, gue gak mau di tangkap polisi" tolak bara


"CK gak bakal di tangkap polisi, ayolah" bujuk Zio


"Gue gak mau, ogah gue" ucap bara


"Entar gue kenalin cewek cantik deh" bujuk Zio menarik turunkan alisnya


"Bohong lu" ucap bara


"Kagak suer deh" ucap Zio degan salam dua jari nya


"Benar awas kalau bohong" ucap bara menunjuk wajah zio


"Iya bener, gue kenalin kalau kamu udah lakuin tugas lu" ucap Zio tersenyum puas


"Ya yaa" ucap bara ogah-ogahan


Dan pada hari H bara melakukan apa yang di minta Zio


"Sial awas saja kalau gak di kenalin cewek cantik" umpat Bara yang kini sedang berada di depan mansion Felix


Ia menunggu anak buah nya untuk bilang pada pak satpam untuk andil dalam drama kali ini, dan satpam pun menyetujui karena Felix sudah bilang satu hari sebelum nya


Tak hanya satpam, pelayan lain pun ikut andil, soal pistol itu adalah pistol mainan yang memang mirip seperti aslinya


Karena Zio tak mau terjadi sesuatu yang tak di inginkan


"Ingat jangan sampai istri gue lecet sedikitpun"


"Jangan pernah sentuh istri ku"


"Dan jangan sampai lu ketahuan oke"


Begitulah permintaan zio yang terlintas di pikiran bara sungguh Zio sudah minta bantuan ngatur pula


Flashback off


"Begitu lah cerita nya" ucap zio mengakhiri cerita nya


Namun tak ada jawaban dari Jessy Hanya. terdengar deru nafas yang beraturan


Zio pun menunduk melihat Jessy yang ternyata tidur


"Tidur ternyata" ucap zio tersenyum


Ia tersenyum lalu menggeret selimut, menyelimuti mereka berdua sebatas dada


"Good night my wife" ucap Zio mengecup kepala Jessy ia lalu mematikan lampu utama dan menyalakan lampu tidur


Ia memeluk Jessy dan ikut menyusul Jessy ke dalam mimpi


Keesokan pagi harinya Jessy terbangun lebih dulu ia menggerakkan tangan nya mencari sesuatu namun tangannya tak menemukan sesuatu yang ia cari melainkan sesuatu yang keras

__ADS_1


"Ini apa kenapa keras sekali padahal ponsel ku gak lebar begini" ucap Jessy menekan nekan benda itu dengan mata terpejam


"Tapi kok enak ya" ucap Jessy terkekeh geli


"Sudah puas main nya sayang" ucap Zio dengan suara serak nya


Sontak Jessy membuka matanya ia mendongak ke atas pandangan mereka bertemu


"Main apa?" tanya Jessy dengan muka polosnya


"Ini" ucap Zio menunjuk tangan Jessy yang nangkring di atas dada nya


"Heheh" cengir Jessy menarik tangannya


"Kenapa gak di lanjutin" ucap Zio tersenyum penuh arti


"Enggak, enggak enak keras" bantah Jessy


"Oh benarkah" ucap Zio tersenyum lebar


"Tentu saja, awas aku mau mandi" ucap Jessy bangun dari tidurnya berniat kabur dari Zio tapi saat Jessy bangun ia di tarik kembali oleh Zio akhirnya Jessy jatuh kembali


"Mau kemana sayang kau sudah membangunkan singa tidur" ucap Zio tersenyum mesum


"Aa apa" ucap Jessy menatap Zio


"Rasakan ini, apa kau merasa kan sesuatu" ucap Zio mendekatkan diri nya ke diri Jessy


Tubuh Jessy menegang ia bisa merasakan nya di pahanya


"Apa kita akan melakukan nya?" tanya Jessy menatap Zio


"Tapi aku ta takut" ucap Jessy


"Tak apa nanti juga enak" ucap zio ia membalikkan badannya hingga kini ia menindih tubuh Jessy


"Siap?" ucap zio


Jessy mengangguk pasrah, walaupun ia bisa lolos hari ini tapi suatu saat ia juga akan melakukan nya


Zio tersenyum senang ia memandang Jessy dengan kabut gairah, perlahan lahan ia mendekatkan wajah nya ke wajah Jessy, dekat semakin dekat hingga akhirnya bibir mereka menyatu


Zio menciumnya dengan lembut, semakin lama semakin menuntut ciuman


Hingga akhirnya mereka melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan, hahah bayangin sendiri ya🤭


Sore hari mereka mengerjapkan matanya, Setelah pergelumunan panas mereka yang berlangsung hingga siang hari


Mereka berudua tertidur karena kelelahan hingga sore hari mereka baru bangun karena perut mereka keroncongan


"Sssett sakit" rintih Jessy merasakan sakit di aset pribadinya


"Kenapa sayang?" tanya Zio yang terbangun ketika mendengar suara Jessy


"Sakit" adunya


"Apakah sakit sekali?" tanya zio khawatir


"Sedikit" ucap Jessy menarik selimut nya karena mereka masih bertelanjang


Zio tak mengatakan apapun ia bangkit berdiri Jessy yang melihatnya pun memalingkan wajahnya ke arah lain

__ADS_1


"Tak bisakah kau memakai celana dulu" protes Jessy


"Haha, lagi pula kau kan sudah pernah melihatnya, bahkan pernah merasakan nya" goda Zio


"Apa sih" kesal Jessy ingatan beberapa jam lalu membuat nya panas seketika


"Udah jangan bayangin lagi, mari kita mandi" ucap Zio menggendong Jessy


"Aaa, apa yang kau lakukan?" pekik Jessy


"Menggendong mu apa lagi" ucap Zio tertawa lebar


"Aku tau tapi aku belum berpakaian" ucap Jessy menutupi daerah nya


"Aku sudah pernah melihatnya" ucap Zio berjalan ke arah kamar mandi


"Dasar mesum" ucap Jessy menatap tajam Zio


"Mesum mesum gini suami mu sayang" ucap zio tersenyum lebar


"Hemmt" Jessy memalingkan wajahnya


Zio hanya terkekeh ia meletakkan Jessy di bathtub lalu menyalakan air hangat supaya mereka bisa berendam


"Kamu mau ngapain" ucap Jessy ketika Zio ikut masuk ke bathtub


"Tentu saja ikut berendam" ucap Zio


"Tapi nanti kan bisa" ucap Jessy was was


"Tenang saja aku tidak akan melakukan nya" ucap Zio tersenyum


"Benar?" ucap Jessy memastikan


"Iya, kita berendam sebentar biar kamu rileks" ucap Zio memeluk Jessy


"Oke" ucap jessy mengangguk


Setengah jam kemudian mereka keluar dari kamar mandi seperti apa yang Zio katakan hanya berendam saja


Beberapa saat kemudian mereka sudah selesai memakai pakaian mereka, mereka lalu keluar mencari makanan


"Kau mau makan di mana?" tanya Zio saat mereka ada di dalam lift


"Di restoran bawah saja" ucap Jessy memeluk lengan Zio


"Bagaimana kalau di luar dekat pantai, sambil memandang sunset" tawar Zio


"Memang ini dekat pantai?" tanya Jessy


"Iya di samping hotel ini ada pantai, kalau kamu mau kita makan di sana" ucap zio sambil keluar dari Lift


"Boleh" ucap Jessy mengangguk setuju mereka lalu berjalan ke arah Restoran dekat pantai


Sampai di sana mereka duduk di bawah pohon kelapa sambil menunggu makanan mereka menikmati angin pantai meminum es kelapa muda


"ramai sekali di sini" ucap Jessy melihat sekeliling


"Iya karena di sini tempat favorit para orang" jelas Zio


"Oohh" Jessy mengangguk paham tak lama makanan yang mereka pesan datang mereka lalu menikmati makanan mereka

__ADS_1


__ADS_2