Strong Single Mom

Strong Single Mom
Chapter 58


__ADS_3

"Kalian mau makan apa?" tanya Felix ketika mereka sudah ada di bawah


"Em apa aja" ucap Jessy Felix mengangguk


Setelah itu tak ada obrolan sama sekali hanya terdengar suara baby Al yang berceloteh sendiri


Canggung itu lah mereka rasakan, sampai akhirnya mereka memutuskan untuk makan yang tak jauh dari apartemen Lily


"Kamu pesan apa aja, aku ikut kamu" ucap Felix


"Baik lah" ucap Jessy mengangguk ia mulai memesan makanan nya


Setelah selesai Pelayan itu pun pergi meninggalkan mereka


Tak lama setelah nya makanan mereka datang, namun saat mereka tengah menikmati makanan seseorang datang menghampiri mereka


"Tuan delic?" ucap seseorang menghampiri mereka


(Kenapa tuan Felix di panggil delic?) batin Jessy bingung


Felix yang sedang menyuapi baby Al pun menoleh ke asal suara begitupun baby Al Jessy tak menghiraukan nya ia hanya fokus dengan makanan nya toh ia juga terhalang dinding


"Oh tuan Zio" ucap Felix tersenyum menjabat tangan Zio


Deg


Jantung Jessy berdetak kencang sungguh ia tak ingin bertemu dengan Zio saat ini


"Sedang apa anda di sini, oh apakah ini anak anda?" ucap Zio yang belum menyadari keberadaan Jessy karena posisi Jessy terhalang oleh dinding samping Zio


"Ah iya ini anak saya, baby panggil om zio" ucap Felix


"Daddy Ainan" ucap baby Al menunjuk Zio lalu memperagakan pesawat terbang


Jessy yang paham mengeryit heran sejak kapan baby Al pernah bertemu Zio


"Tuan apakah kau pernah melihat anakku?" tanya Felix sedikit mengerti maksud baby Al

__ADS_1


"Saya tidak pernah melihatnya" ucap Zio mengeryit heran


"Benarkah?" ucap Felix bingung


"Nona Jessy apakah baby Al pernah bertemu tuan Zio" tanya Felix menatap Jessy


Deg jantung mereka berdetak kencang


Zio maju selangkah menoleh ke arah jessy memastikan apa yang orang Felix panggil adalah Jessy yang ia kenal


"Saya tidak tau tuan, mungkin baby Al salah melihat orang" ucap Jessy pura-pura tak mengenal Zio


(Benar Jessy, lalu kenapa dia bersama tuan delic tunggu dulu bukankah anak yang bersama Jessy adalah anak Anette?, jadi kalau begitu..) batin Zio menatap Felix


"Ainan puk" ucap baby Al karena melihat mereka bertiga tak paham apa yang di paham


Jessy mencerna ucapan baby Al tak lama ia paham


"Baby Al bilang jika anda pernah mengambilkan mainan baby Al yang terjatuh" ucap Jessy menatap Zio sekilas


"Ohh" ucap Felix berohria


"Tapi seingat saya, itu terjadi satu kali tapi dulu sekali mungkin baru beberapa bulan umurnya" ucap zio menatap baby Al


"Dan masa dia masih ingat?" imbuhnya


"Anda jangan tuan, anak saya adalah anak yang cerdas" ucap Jessy tersenyum sinis


(Apa dia masih dendam dengan saya?) batin zio mendengar ucapan Jessy


"Anak ku juga lah" ucap Felix sedikit tak terima


"Iya anak kita bertiga" ucap Jessy tersenyum seakan mengingat sesuatu


Zio yang mendengar ucapan Jessy terasa menusuk hati ia teringat saat ia menghina Jessy


"Hahaha benar" ucap Felix tertawa lebar sambil mengangguk

__ADS_1


Jessy tersenyum puas kala ia melihat Ekspresi Zio yang merasa bersalah


"Ehem nona Jessy bisa kita bicar berdua?" ucap zio menatap Jessy dengan wajah memohon


"Maaf tuan kenapa harus berdua lagipula anda ada keperluan apa hingga ingin bicara empat mata" ucap Jessy tersenyum mengejek


"Em ini masalah pribadi" ucap Zio pelan


(Ada urusan pribadi apa dia sama tuan zioi) batin Felix mendengar ucapan Zio walau ia fokus pada baby Al tapi ia mendengarkan semuanya


Jessy mengangguk ia menatap makanan yang ada di atas meja lalu menatap baby Al ia tersenyum


"Maaf tuan kita tidak ada urusan pribadi, tuan Felix mari kita pulang" ucap Jessy berdiri mengambil tasnya lalu ia berjalan mendahului mereka


"Maaf tuan permisi" ucap Felix menggendong baby Al lalu pergi meninggalkan Zio yang masih menatap punggung Jessy


"Huh" ucap Zio menghela nafas panjang ia juga pergi meninggalkan restoran itu karena ia sudah tak berselera makan


"Pasti kau sengaja menghindari ku" ucap zio melihat Jessy masuk ke dalam mobil Felix


"Aku harus mencari tau kamu sekarang tinggal dimana aku ingin permasalahan di antara kita segera selesai, aku tak mau setiap hari harus merasakan penyesalan" gumam Zio melihat mobil Felix yang sudah pergi


Di mobil Felix Jessy menatap pemandangan dari samping jendela Felix yang melihat nya pun jadi penasaran apa hubungan antara mereka berdua pikir nya


"Ehem nona kita kembali ke rumah apa tak apa?, kayaknya baby Al sudah mulai mengantuk" ucap Felix melirik Jessy dari spion mobil


"Hem boleh sekaligus pesan makanan di dekat sana saya yakin kalau delic dan angel menunggu di sana" ucap Jessy tersenyum


"Kalau mereka sudah disana mereka tunggu dimana kan kunci rumah ada di kamu, lalu delic juga belum tau jika aku membeli rumah di sana, terus kenapa tidak tunggu di apartemen Delic" tanya Felix


"Mbok Eem pasti memberikan kunci cadangan pada angel, dan juga seperti nya tuan delic ingin membahas sesuatu yang penting dengan mu jadi ia pasti menunggu anda kembali" jawab jessy


"OHh iya juga sih, delic sampai terbang kesini lagi pasti ada yang penting" ucap Felix mengangguk


Jessy hanya tersenyum ia tak menjawab ucapan Felix ia kembali menatap ke arah jendela pintu memikirkan sesuatu


(Tadi dia seperti sanagt sedih lalu tersenyum sekarang dia memikirkan sesuatu, cepat sekali dia merubah hati nya) batin Felix melihat ekspresi wajah Jessy

__ADS_1


__ADS_2