
Masakan Jessy sudah selesai ia menata nya di atas meja tak berapa lama zio menghampiri nya
"Ada yang perlu ku bantu" tanya zio menatap Jessy yang meletakkan piring piring
"Kau bangunkan saja Al suruh makan siang" ucap Jessy tanpa menatap Zio
Ia masih malu atas apa yang terjadi beberapa jam yang lalu
"Beneran tidak ada yang mau di bantuin" ucap Zio tersenyum tipis
"Tidak, sana Pergilah" ucap Jessy mengibaskan tangannya
"Oke-oke" ucap zio mengalah ia lalu meninggalkan Jessy berjalan menghampiri Al
"Hey boy wake up" ucap zip pelan
"Wake up" ucap zio lagi namun tak ada pergerakan sama sekali dari Al
"Boy wake up apa kau tak mau semua makanan aku habiskan" ucap zio
Al pun langsung bangun dari tidurnya zio yang melihat nya jadi terkekeh melihat wajah Al yang masih sangat mengantuk tapi saat mendengar makanan langsung bangun dari tidurnya
"Hahaha kau lucu sekali boy" ucap zio mengacak rambut Al
"Mana makanan ya uncle" ucap Al menggosok matanya
"Ada di meja makan, ayok ikut uncle kita cuci muka dulu" ucap zio memberikan tangannya
Al mengangguk lalu menggandeng tangan zio mereka berjalan menuju kamar tau biar lebih cepat dan tak usah naik turun tangga
Setelah selesai mereka berdua berjalan menghampiri Jessy yang sudah menunggu mereka
"Kenapa lama sekali?" tanya Jessy menatap mereka berdua
"Cuci muka mommy" ucap Al duduk di kursi
"Oh duduk dan makan lah" ucap Jessy ketika zio masih berdiri di hadapan nya
"Apa aku harus makan ini lagi" gerutu zio ketika melihat bubur di atas mejanya padahal tadi saat zio melihat Jessy ia tak melihat bubur itu, ia pikir akan makan seperti biasa tapi nyatanya tidak
"Kamu kan belum pulih lagi" ucap Jessy
"Tapi-" ucap zio
"Kalau tidak mau ya udah aku makan aja, kamu buat makanan sendiri saja" ucap Jessy pura-pura mengambil mangkuk berisi bubur itu
"Jangan, oke aku makan" cegah zio
"Begitu dong anak baik" ucap Jessy tersenyum penuh kemenangan
"Huh"
(Sungguh bosan makan bubur lagi dari hari kemarin kemarin) batin zio duduk di kursinya
__ADS_1
Mereka pun menikmati makanan mereka dengan tenang dan damai
Di negara orang
"Mana pemilik perusahaan nya kenapa aku tak datang juga" ucap Felix mereka yang saat ini berada di ruang tunggu
"Sabar tunggu sebentar, katanya udah nyampe mungkin lagi ada di lift" ucap teman felix
"Oke" ucap Felix mengangguk
Dan benar tak lama pintu ruangan terbuka seorang staf masuklah seorang wanita cantik dengan senyum manisnya
(Dia) batin Felix ketika melihat wanita itu
"Hallo maaf menunggu lama tadi saya harus mengantarkan keluarga saya ke bandara terlebih dahulu" ucap wanita itu membukukan badan nya
"Tak apa, oh iya kenalkan ini teman saya" ucap teman Felix menyikut Felix karena Felix terbengong melihat wanita itu
"Hey sudah lihat nya nanti lagi" bisik teman Felix, Felix pun tersadar lalu ia tersenyum mengulurkan tangannya
"Felix" ucap Felix
"Mona" ucap Mona menerima uluran tangan Felix lalu melepaskan tangan Felix
"Silahkan duduk, sekali lagi maaf kan saya karena membuat kalian menunggu lama" ucap Mona duduk di kursinya Felix dan temannya pun ikut duduk
"Tak apa kita juga baru sampai" ucap Felix tersenyum lebar
"Benarkah, syukurlah" ucap Mona tersenyum lebar
"Kalau begitu bisa kita bahas kerjasama kita?" ucap Mona menatap mereka bergantian
"Baiklah jadi gini kita ingin mengajukan kerjasama untuk menciptakan sebuah produk makanan" jelas Felix
"Makanan?" ucap Mona menatap Felix
"Iya kita ingin menciptakan makanan yang ramah lingkungan, kita lihat makanan sekarang selalu di kemas dengan berbahas dasar plastik, nah tanah membutuhkan waktu beberapa tahun untuk menguraikan limbah plastik, ketika limbah itu belum terurai maka di kemudian hari limbah itu akan bertambah bertambah hingga menumpuk, itu Sama sekali tak membuat lingkungan kita menjadi baik" jelas Felix
"Oleh karena itu kita ingin menciptakan makanan yang kemasan nya itu bisa di makan" ucap Felix
"Hem ide yang menarik, saya stuju dengan itu" ucap Mona mengangguk paham mereka lalu membahasnya lebih lanjut tentang kerja sama itu
Perusahaan Felix akhir akhir juga ingin melakukan yang baru yaitu bisnis di bidang kuliner maka dari itu ia mencari perusahaan yang bisa di ajak kerja sama untuk melakukan proyek makanan yang kemasan nya bisa di makan
Dua jam kemudian
"Baiklah hanya itu saja, jika anda setuju saya akan mengirimkan kontrak kerjasama kita" ucap felix di akhir rapat nya
"Oke saya tunggu kontrak anda di perusahaan saya" ucap Mona tersenyum mengangguk
"Selamat bekerja sama" ucap Felix mengulurkan tangannya
"Selamat bekerja sama" ucap Mona menerima uluran tangan Felix tak lama ia melepaskan nya lalu bergantian menjabat tangan teman felix
__ADS_1
"Kalau gitu kita permisi dulu, karena setelah makan siang kita masih ada janji dengan perusahaan lain" ucap teman Felix
"Oh ya ampun, maaf karena saya tadi telat membuat Kalian menunggu lama hingga jadwal yang di tentukan jadi terundur karena saya" ucap Mona merasa bersalah
"Tak apa-apa, bukan salah anda kita pamit dulu" ucap Felix tersenyum
"Baiklah, sekali lagi maaf, lain kalau saya akan mentraktir kalian sebagai permintaan maaf saya" ucap Mona tersenyum lebar
"Baik kami tunggu nona" ucap teman Felix
Lalu mereka berdua pergi meninggalkan Mona yang tersenyum senang
"Awal yang baik" ucap Mona kegirangan
Di tempat lain
"Mommy ada telfon dari Oma" teriak Al, saat ini mereka sudah pulang ke rumah Jessy karena zio sudah lebih baik keadaannya
"Angkat saja sayang mommy lagi bersih-bersih" saut Jessy
"Baiklah" ucap Al mengangguk lalu ia menekan tombol hijau pada ponsel Jessy
"Hallo Oma, opa" ucap Al mengarahkan ponsel nya ke wajah nya yang tampan
"Hallo sayang bagaimana kabarmu" tanya mama Jessy
"Aku baik Oma, kalau Oma bagaimana?" ucap Al tersenyum lebar
"Oma juga Baik" ucap mama Jessy
"Dimana opa Oma?" ucap Al mencari kakek nya
"Ini opa" ucap mama Jessy mengarahkan kamera nya ke papa Jessy yang sedang mencuci motor
"Opa" panggil Al, papa Jessy yang mendengar nya pun langsung menghampiri mama Jessy dan berbicara pada Al
"Cuci opa sudah besar juga Tampan" ucap papa Jessy tersenyum lebar
"Iya dong Al gitu" ucap Al bangga
"Hahah, ngomong-ngomong dimana mommy kamu sayang" tanya papa Jessy
"Oh mommy sedang bersihin rumah" ucap Al
"Emang rajin mommy kamu" ucap mama Jessy
"Iya dong Oma" ucap Al tertawa kecil
"Al boleh kah Oma tanya sesuatu?" ucap mama Jessy
"Boleh Oma" ucap Al mengangguk
"Tapi tak ada mommy kamu kan" ucap mama Jessy memastikan
__ADS_1
"Tidak ada Oma" ucap Al menggeleng kepala nya
"Baiklah, dengar baik baik, apa mommy kamu . . . .