Strong Single Mom

Strong Single Mom
Chapter 78


__ADS_3

"Hai sini" teriak Mona melambaikan tangannya berdiri di samping helikopter


Felix bingung menagapa Mona ada di situ pikirnya, tapi sang asisten Kim pun tersenyum cerah


"Hallo nona" sapa asisten Kim ketika mereka menghampiri Mona


"Halo bagaimana sudah siap?" ucap Mona tersenyum lebar


"Sudah nona, apa kita akan menaiki ini?" tanya asisten Kim melihat helikopter di depan nya


"Tentu saja, bukankah kalian buru-buru jadi aku siapakan helikopter biar cepat" ucap Mona menatap Felix dan asisten Kim bergantian


"Tunggu, apa yang terjadi" ucap Felix bingung


"Sudah nanti cerita nya sekarang masuk Pilot punya jadwal sibuk, jadi tak bisa menunggu lama" ucap Mona terkekeh mendorong badan Felix masuk ke dalam helikopter


"Hehehe" asisten Kim terkekeh senang nyawanya pun selamat


"Kita berangkat sekarang" ucap Mona pada sang pilot


"Baik nona, mohom anda menggunakan keamanan saat kita mengudara" ucap pilot


"Oke no problem" ucap Mona


"Pakai sabuk itu semua" ucap Mona menunjuk sebuah peralatan keselamatan mengudara


Asisten Kim mengangguk sedang kan Felix masih bingung tapi ia melakukan apa yang di katakan Mona


Setelah semua peralatan itu di pakai, akhirnya helikopter itu terbang menuju Perancis


Sampai di rumah nya Zio memarkir kan mobilnya di garasi mobil agar supaya nanti saat ia mengangkat tubuh Al, Al tidak kedinginan


Tak tak tak


Kreek


Zio membuka pintunya lalu ia membaringkan Al di tempat tidur nya menyelimuti tubuh Al tak lupa ia mencopot sepatu Al lalu ia menyalakan penghangat ruangan agar Al tidur nyenyak dan tidak kedinginan


"Seperti nya dia belum pulang" ucap ketika membuka tirai balkon melihat rumah Jessy yang Tirai nya masih ketutup


"Sudahlah nanti kalau dia pulang pasti ngabarin aku, lebih baik aku pergi buat pie saja dulu" ucap Zio menutup pintu kamar lalu menuruni tangga


"Oh iya tadi kan aku beli es cream sama Al, aku belum ambil" ucap Zio teringat es cream nya lalu ia melangkah menuju garasi mobil membuka pintu mobil lalu mengambil paper bag berisikansi es cream


"Memang es cream gak Mandang cuaca" ucap zio menggeleng kepala nya


Lalu ia masuk ke dalam rumah nya menuju dapur ia lalu meletakkan es cream itu dalam freezer lalu ia mengeluarkan semua bahan yang ia butuhkan


Setelah itu ia mulai membuat adonan pie dengan sangat telaten, saat menikmati aktivitas nya bell rumah berbunyi

__ADS_1


Karena bibi ia liburkan terpaksa ia membuka pintu sendiri ia berjalan menghampiri pintu ia lalu membukanya


"Hay" sapa Jessy yang ternyata bertamu di rumah Zio


"Hay, ternyata kamu,masuk lah" ucap zio meninggalkan Jessy di pintu


"Dimana Al" tanya Jessy meletakkan tas nya di atas sofa


"Dia sedang tidur di atas" ucap zio tanpa melihat Jessy


"Oh, kamu sedang apa?" ucap Jessy menghampiri Zio dan berdiri di belakang nya tapi zio tak menyadari nya


"Lagi buat pie lihat, Upss" ucap zio membalikkan badan sehingga ia menubruk badan Jessy dan membuat Jessy kehilangan keseimbangan badan tanpa sadar ia menangkap Jessy tanpa memperdulikan pie nya yang terjatuh di atas lantai


Deg deg deg


Jantung mereka berdetak kencang hingga Beberapa detik mereka saling menatap satu sama lain hingga akhirnya Zio membantu Jessy berdiri tegak


"Maaf" ucap zio menegakkan badan jessy


"Tak apa-apa, aku yang seharusnya yang minta maaf karena membuat kamu terkejut" ucap Jessy memalingkan ke arah lain karena ia merasa mukanya saat ini merah sekali


"Hem, kita berdua yang salah" ucap zio menatap Jessy yang wajahnya memerah


(Dia salah tingkah) batin Zio melihat serabut merah di pipi Jessy


"Hem, yah tapi pie nya jatuh" ucap Jessy baru menyadari pie nya jatuh di lantai


"Maaf" ucap Jessy merasa bersalah


"Tak apa-apa" ucap Zio yang gemas melihat wajah Jessy tanpa ia sadar ia mengelus kepala Jessy


Jessy yang di élus kepala nya sontak menatap ke arah zio, zio yang di tatap pun memberhentikan elusan nya di kepala Jessy


"Ehem kalau begitu sebagai permintaan maaf, kamu bantuin aku" ucap zio membalikkan badannya


Canggung itu lah yang mereka alami tapi Zio berusaha untuk menghilangkan suasana canggung itu


"Baiklah tapi aku bersihkan ini dulu" ucap Jessy sambil berjalan mengmbil sebuah alat untuk membersihkan lantai


"Hem" ucap zio mengangguk hanya melirik sekilas ke arah jessy


(Aduh kenapa tangan ini tak terkontrol sama sekali) batin zoo menatap ke arah tangannya dan memukul nya dengan pelan seolah tangan nya berbuat salah


(Malu banget) batin Jessy menggeleng kepala


Sungguh mereka seperti ABG baru jatuh cinta padahal usia mereka sudah matang untuk berumah tangga


Setelah selesai membersihkan pie yang terjatuh Jessy membantu Zio membuat pie baru

__ADS_1


Mereka membuat nya dengan sangat sangat berantakan bagaimana tidak, tepung berceceran di mana mana, di baju, wajah, lantai semua ada karena mereka bukan membuat pie malah bermain tepung melemparkan di badan mereka berdua


"Aduh stop, liat akibat ulah kamu" ucap Jessy terkekeh menunjuk lantai yang kotor


"Kamu juga badut" ucap Zio tersenyum lebar mencolek pipi Jessy dengan tepung


"Ihh kamu juga badut" ucap Jessy hendak mencolek zio tapi zio berlari menghindar


"Tidak kena" ejek Zio tertawa lebar


"Sini kau" ucap Jessy mengejar Zio


"Ayo kehjar sini" ucap Zio berlari mengelilingi meja


"Ah capek" ucap Jessy ngos-ngosan


"Gitu aja capek" ledek Zio tersenyum


"Awas kau sini" ucap Jessy mengejar Zio kembali, zio yang di kejar pun kembali berlari menghindari Jessy


Brugg


"Aduh" ucap Jessy kesakitan


"Kau kenapa, dimana yang sakit, coba aku liat" ucap Zio menghampiri Jessy dengan sangat khawatir ia berjongkok di hadapan jessy


"Yeey kena" ucap Jessy teetawa lebar ketika berhasil menangkap zio


"OHh jadi kau membohongi ku" ucap zio menatap Jessy


"Benar" ucap Jessy kegirangan


"Oh gitu ya, sini kau hahaha" ucap zio menggelitik badan Jessy


"Hahaha , ampun" ucap Jessy tertawa keras


"Tidak ada ampun" ucap zio terus menggelitik Jessy


"Hahahahahaha" tawa Jessy karena kegelian


(Aku ingin seperti ini terus melihat mu tertawa lepas) batin Zio tersenyum melihat tawa Jessy


Tanpa Jessy sadari entah sudah berapa lama ia tidak tertawa lepas seperti ini, sungguh sangat membuat nya bahagia


"Hahha ampun, aku menyera" ucap Jessy sudah tidak kuat


"Baiklah, baiklah" ucap zio melepaskan tangannya saat melihat wajah Jessy yang sudah memerah


"Sudah kamu bersihkan badan kamu dulu, buat aku bereskan semua ini" ucap zio berdiri di hadapan Jessy

__ADS_1


"Oke, semangat membereskan semuanya" ucap Jessy menepuk pundak Zio lalu pergi meninggalkan Zio


Zio yang melihatnya pun hanya menggeleng kepala nya


__ADS_2