Strong Single Mom

Strong Single Mom
Chapter 23


__ADS_3

Jessy menatap baby Al dengan heran baby Al Kenapa melihat seseorang sampai segitunya batin Jessy


"Kau liat siapa sayang" tanya Jessy


Baby Al menoleh dengan tersenyum tangannya mengulur minta di gendong lalu Jessy pun menggendong baby Al tapi tiba-tiba


"Daddy, Daddy" ucap baby Al khas Anak kecil


Deg


Jantung Jessy berdetak lebih kencang saat mendengar ucapan baby Al walau samar-samar tapi Jessy masih bisa paham apa yang di ucapkan baby Al


"Coba ulangi lagi sayang kau bilang apa" ucap Jessy


"Mommy Daddy" ucap baby Al kemudian tertawa lebar sambil menunjuk arah tembok yang orang lewat tadi


Jessy pun sontak menoleh tapi sayang ia tak menemukan siapa pun


"Kita pulang ya sayang" ucap Jessy bergegas meraih barang bawaannya dan beruntung mbok Eem sudah pulang duluan karena ada urusan jadi dia bisa meninggalkan restoran dengan cepat


"Daddy" baby Al terus menyebut nama Daddy Beberapa kali Jessy semakin di buat gelisah ketika baby Al mengucapkan berkali-kali


(Apa jangan-jangan baby Al pernah bertemu dengan ayah kandungnya, gak gak mungkin) batin Jessy cemas


Rasa dalam hati ia tak mau jika harus berpisah dengan baby Al karena selama ini baby Al adalah sumber kebahagiaan nya sumber kekuatan nya kalau baby Al di ambil oleh ayah kandungnya ia tak membayangkan nya jika itu sampai terjadi


"Jangan tinggalin mommy ya nak mommy sayang sama baby Al" ucap Jessy sendu menatap baby Al yang masih menatap ke arah restoran


Jessy pun kembali melanjutkan jalannya hingga beberapa menit ia sampai di depan pintu apartemen nya ia langsung bergegas membuka pintu apartemen nya masuk ke dalam dengan tergesa-gesa bahkan saat Jessy sampai di dalam apartemen nya ia langsung meletakkan barang nya kesembarang arah


Lalu ia duduk di atas sofa ia menatap baby Al yang ternyata sudah terlelap ketika Jessy berjalan keluar dari pintu lift karena saat itu baby Al sudah tak ada suara atau pun pergerakan kecil


(Entah bagaimana jika kamu bertemu dengan ayah kandung mu nak, mommy gak sanggup jika harus melepaskan mu) batin Jessy menatap wajah baby Al yang berada di atas pangkuannya


"Tapi mommy juga gak bisa egois jika ayah kandung mu meminta mu kembali padanya nak" ucap Jessy mengengelus pipi baby Al

__ADS_1


Siapa saja tidak akan rela jika anak yang sudah kita anggap anak kandung sendiri pergi meninggalkan kita, tapi sebagai orang tua kita tidak boleh egois biar bagaimanapun ayah kandung mereka adalah orang yang paling berhak atas anak mereka


Dan jika nanti sang ayah kandung baby Al datang menjemput nya maka Jessy akan menyerahkan nya tapi Jessy akan cari tau lebih dahulu alasan ayah kandung baby Al meninggalkan baby al


"Tapi mommy akan cari tau dulu alasan ayahmu meninggalkan mu nak, dan ingatlah mommy akan selalu ada di sisi mu" ucap Jessy mengecuk kening baby Al kemudian ia menggendong baby Al menuju ke arah kamar nya


Di restoran Zain sedang menikmati makanan nya setelah selesai ia membayar makanan nya namun ia terkejut kala melihat semua total pembayaran nya


Dengan perasaan bingung ia kembali ke mobilnya


"Apa gue gak salah liat, harga makanannya cuma segitu" gumam zio bingung


Ia berpikir dengan otak bisnis nya kemudian ia menemukan suatu kesimpulan


"Aku tau kenapa di sini ramai, bagus juga yang buat proyek seperti ini, seperti nya saya tertarik mungkin bisa untung banyak kalau kita bisa kerja sama" ucap zio ketika ia sudah ada di dalam mobil nya lalu ia menghidupkan mesin mobil nya menjalankannya ke luar dari taman dan kembali ke apartemen nya


Tiga bulan berlalu kini usia baby Al sudah menginjak usia satu setengah tahun baby juga sudah bisa berjalan walau masih sedikit belum lancar berbicara juga masih belepotan tapi masih bisa di mengerti baby Al merupakan anak yang cerdas dan juga saat ini baby Al lagi aktif aktif nya hingga merepotkan mbok Eem ataupun Jessy tapi semua itu sudah terbayar dengan tingkah laku baby Al yang sangat menggemaskan


Tiga bulan ini juga Jessy kerap kali di buat pusing dengan tingkah zio yang selalu semena mena tapi Jessy selalu sabar menghadapi zio dan itu membuat Jessy sudah biasa melihat tingkah zio sekarang ini


Orang bilang ' nyaman karena terbiasa' dan itu yang di alami zio saat ini


"Apa jadwal hari ini" tanya Zio pada Jessy ketika mereka berada di ruangan zio


"Hari ini hanya menggecek dokumen saja tuan" ucap Jessy melihat jadwal Zio dari tablet nya


"Bagus, kalau gitu Nanti setelah makan siang kamu ikut aku" ucap zio menatap Jessy


"Maaf tuan kalau boleh tau karena pekerjaan saya masih banyak tuan dan itu harus selesai hari ini tuan" bohong Jessy


(Malas sekali aku kalau harus pergi dengan pria ini) batin Jessy


"Memang pekerjaan apa" tanya Zio curiga


"Ngecek laporan dari semua departemen tuan" ucap Jessy

__ADS_1


"Benarkah?" ucap Zio menatap tajam Jessy


"Iy iya pak" ucap Jessy gugup


"Baiklah nanti saya tunggu di depan kantor" ucap Zio memutar kursi nya menatap ke arah jendela


"Tapi tuan" protes Jessy


"Keluar" dingin Zio


Mau tak mau Jessy keluar dengan perasaan kesal


Siang harinya dan benar Zio sudah menunggu Jessy di depan kantor tangannya


"Turun sekarang" ucap zio lalu menutup telfonnya


Ia menelfon Jessy Yang ternyata belum turun juga padahal ini jam istirahat masih tersisa lima menit begitu lah Zio selalu seenaknya sendiri


Sekitar lima menit kemudian Jessy turun dengan terburu-buru karena ia tadi masih menikmati makanan nya bahkan ia belum sempat minum


"Kita berangkat ke Bandara sekarang" ucap Zio masuk ke mobil ketika Jessy baru sampai di depan mobil


Ketika melihat Zio masuk kedalam Jessy langsung ikut masuk kedalam juga lalu mobil berjalan ke arah bandara


"Saya beli minuman dulu tuan saya belum sempat minum tadi" pamit Jessy


"Hem" Zio hanya berdehem lalu melangkah ke dalam bandara sedangkan Jessy ke arah minimarket yang ada di bandara


"CK dasar kurang ajar selalu saja seenaknya padahal lagi menikmati makan siang juga" ucap Jessy mengambil minuman nya lalu membayarnya


"Terimakasih" ucap Jessy tersenyum lalu ia keluar dari minimarket kemudian meneguk minumannya


"Ah segarnya" ucap Jessy setelah meminum minuman nya kemudian ia berjalan mencari Zio ia tak bisa berlama-lama kalau tidak ia akan kena semprot oleh Zio


Namun saat ia akan melangkah kan kaki nya ia melihat seseorang

__ADS_1


"Dia" ucap Jessy menatap orang itu


__ADS_2