Strong Single Mom

Strong Single Mom
Chapter 37


__ADS_3

Tiga hari berlalu semenjak kembali nya delic ke negara asli nya baby Al sudah mulai terbiasa yang awalnya ia main sendiri hingga ia bermain bersama delic kini ia merasa kan yang hal yang sama ia lakukan pertama kali


Beruntung Jessy tiga hari ini punya waktu senggang jadi ia bisa menemani baby Al lebih banyak waktu dari biasanya


Pagi hari ini suasana di sebuaah ruangan terasa tegang ketika salah satu dari mereka menyerahkan sebuah amplop putih


"Ini maksudnya apa tuan?" tanya Jessy setelah menerima dan membuka isi amplop putih itu


"Kau di pecat" datar Zio


"Tapi saya tidak melakukan kesalahan apa pun tuan" ucap Jessy menyerngit heran


"Tapi kepribadian mu memiliki kesalahan yang sangat besar dan itu bisa membuat perusahaan saya berdampak besar" ucap Zio menatap Jessy


"Apa maksud tuan, kepribadian apa?" tanya Jessy bingung


"Saya tak mau memperkerjakan wanita murahan seperti mu" hina Zio


Deg


Tubuh Jessy menegang ketika mendengar perkataan Zio


"Maksudnya apa, tuan jangan asal menuduh" ucap Jessy sudah mulai emosi


"Saya tidak menuduh saya punya bukti, lihat baik-baik dengan mata kepala mu" ucap Zio dingin ia mengarahkan monitor nya menghadap ke arah Jessy


"Bagiamana bagus bukan pertunjukan yang sangat menarik, saya tak menyangka anda seperti itu asisten Jessy, ah bukan nona Jessy" ucap zio tersenyum smirk


Dalam monitor itu memperlihatkan video saat Mark menaku suami Jessy, video tetangga yang mengaku kalau Jessy sering gonta-ganti pasangan, foto saat ia bersama delic


"Maaf tuan mungkin anda salah paham dengan semua ini" ucap Jessy mencoba membela diri


"Diam, saya tak mau mendengarkan alasan kamu, tak hanya bukti ini tapi juga saya sudah melihat semuanya dengan kepala saya sendiri" ucap zio mengangkat tangannya


"Tapi tuan semua yang Anda tuduhkan semua itu tidak benar" ucap Jessy


Zio berdiri berjalan menghampiri Jessy ia mengitari Jessy menatap dari atas sampai ke bawah

__ADS_1


"Kamu sudah melahirkan anak di luar nikah buat apa saya mempertahankan kamu, lalu jika nanti semua orang tau, perusahaan besar milik tuan Zio memperkerjakan wanita yang hamil di luar, apa kata orang lain hah" sentak Zio ia berdiri di depan Jessy


"Jangan jangan kamu selama ini mengeruk uang untuk kesenangan kamu ya, liat aja yang dekat kamu bukan orang sembarangan mereka semua orang berduit heh, bicth" hina Zio


Amarah Jessy memuncak ia tak terima saat zio menghina nya tapi ia mencoba untuk tidak meledak saat ini juga


"Baik kalau itu mau tuan saya akan pergi dari sini, saya adalah wanita baik-baik bukan seperti yang anda bilang, ya memang saya punya anak dan itu semua ada alasan nya kelak jika anda tau kebenaran nya dan menyesal jangan mencari saya" ucap Jessy mencoba mengontrol emosi karena percuma berdebat dengan Zio tak ada gunanya


Jessy berbalik lalu melangkah hendak keluar tapi zio kembali berkata


"Wanita seperti mu mana mungkin aku menyesal kau dengan Anette, Anette bahkan jauh lebih baik dari pada dirimu yang melahirkan anak haram" ucap Zio terkekeh geli


Jessy berbalik berjalan dengan Amarah nya meledak saat zio mengatakan bahwa anak nya anak haram


Plak


Suara tamparan yang sangat keras mendarat di pipi Zio


"Jangan pernah mengatakan anak saya anak haram, anda bisa menghina diri saya dengan sepuasnya tapi jangan pernah menghina anak saya" tegas Jessy ia berbalik melangkah keluar ia membuka pintu


"Sebaiknya anda cari lebih dulu kelakuan wanita anda, karena saya jauh jauh seribu kali lebih baik dari nya, kelak saya tak mau anda menampakkan wajah anda di depan saya" ucap Jessy lalu ia menutup pintu dengan kasar


Brak


"CK sakit juga tamparan wanita murahan itu" decak zio ia kembali duduk di kursi nya


Di ruangan Jessy ia membuka pintu nya dengan kasar berjalan ke arah meja kerjanya mengambil tas handphone yang ada di atas meja lalu ia menatap sekeliling nya


"Good bye" lirih Jessy ia mengusap air matanya lalu ia melangkah keluar menuju lantai satu


Sampai di lantai satu ia bertepatan dengan mika


"Hay Jessy, baru jam segini mau kemana belum waktunya pulang loh" tanya mika melihat jam tangannya


"Em iya, nanti Kalau kamu ada apa-apa hubungi aku ya, aku pergi dulu bye-bye" ucap Jessy tersenyum paksa lalu ia berlari keluar kantor


Ia berjalan dengan wajah sangat sedih kejadian beberapa menit lalu terlintas dalam pikirannya

__ADS_1


Lalu ia duduk di sebuah bangku taman yang ada di pinggir jalan memandang wajah nya ke atas melihat ke arah langit


(Tuhan kenapa rasanya menyakitkan) batin Jessy


(Rasa nya aku ingin menyerah tuhan, setiap kali jalan selalu mendengar hinaan dari semua orang aku tak tega melihat baby Al di hina oleh orang lain) batin Jessy


Tak lama kemudian ada seseorang yang duduk di dekatnya Jessy menoleh ke arah orang tersebut seorang wanita cantik muda tapi berpakaian tomboi


"Tuhan tak akan memberikan cobaan melampaui batasan hambanya, setiap masalah pasti ada jalan keluar sabar adalah kunci utamanya, biarlah semua orang berkata sebagai mananya" ucap wanita itu menatap lurus ke depan


"Kamu yang menjalankan hidup bukan mereka, kelak mereka akan tau kebenaran nya entah itu waktu menjawab ataupun suara yang berbicara" kata wanita itu lalu berdiri dari duduknya merogoh saku jaketnya memgambil sebuah permen


"Jangan sampai kamu menyerah sebelum kamu menemukan kebahagiaan karena orang yang tak menyerah akan mendapatkan kebahagiaan yang luar biasa" ucap wanita itu menyodorkan permen pada Jessy


Jessy hanya menatap nya ia terlihat ragu-ragu mengambil permen itu


"Ambil lah aku bukan orang jahat tapi juga bukan orang baik, tapi aku tak akan menyentuh orang yang tak bersalah" ucap wanita itu tersenyum tipis


Jessy pun menerima permen itu menatap permen yang ada di tangannya


"Mulailah hidup yang baru awali semua dengan yang baru, saya pergi dulu" ucap wanita itu lalu pergi meninggalkan Jessy


Sejenak Jessy terdiam ia mencerna semua kata-kata wanita itu


(Baby Al) batin Jessy saat senyuman baby Al muncul di otaknya


(Mommy akan berjuang untuk mu, tunggu mommy kita akan mulai hal yang baru) batin Jessy tersenyum


Ia menghela nafas panjang lalu bangkit dari duduk nya lalu melangkah berjalan menuju ke apartemen nya


Di sisi orang lain lain


Brak


Suara meja di gebrak dengan sangat keras


"Apa?" bentak orang itu pada seseorang di depannya

__ADS_1


Sedangkan orang di depannya merasakan ketakutan karena melihat wajah orang di depannya sangat menyeramkan


__ADS_2