
Pintu terbuka lebar ia semakin takut, benar ada nya jika ia akan menikah bisa di lihat seorang pengantin laki-laki yang membelakangi nya dan seorang pendeta yang sudah menunggu di ujung sana
"Apakah aku akan menikahi orang yang berada di depan sana" lirih Jessy tanpa sadar ia meneteskan air matanya
"Kenapa kau menangis sayang" ucap seseorang tiba-tiba di samping Jessy
Jessy menoleh ke arah suara ia Salim di buat terkejut oleh orang di depan nya
"Papa, kenapa papa ada di sini?" tanya Jessy dengan wajah terkejut nya
"Tentu saja papa di sini untuk mendampingi mu" ucap papa Jessy tersenyum lebar
"Mendampingi ku, tunggu sebenarnya apa yang terjadi" ucap Jessy masih bingung di buat nya
"Sudah lah pegang ini, dan gandeng tangan ayah acara nya akan di mulai" ucap papa Jessy menyodorkan untuk di gandeng Jessy
Masih di Landa kebingungan Jessy tetap mengikuti perkataan papa nya ia menggandeng tangan papa nya dengan tangan kanan nya dan tangan kiri nya memegang sebuah buket bunga
Mereka berjalan beriringan menuju mempelai pengantin pria nya sudah menunggu di depan sana namun pengantin pria nya belum juga menunjukkan wajah nya
Pengantin pria memakai pakain senada dengan gaun yang Jessy pakai saat ini
Hingga akhirnya mereka berhenti di tengah altar menunggu sang pengantin pria menjemput pengantin perempuan
Jessy terus menatap pengantin pria nya sungguh ia penasaran sekali, hingga pengantin pria itu berbalik badan sambil tersenyum
"OMG" kejut Jessy menatap orang di depan sana
Sang pengantin pria berjalan menjemput pengantin perempuan
"Menyebalkan" kesal Jessy dengan wajah cemberut nya
"Hehe, kenapa sayang tidak mau menikah dengan ku" ucap Zio terkekeh
Ya yang akan menikah dengaan Jessy adalah Zio yang kemarin tak ada kabar entah kemana ternyata dia menyiapkan semua ini
"Tolong jaga anakku dengan baik, ku serahkan anak ku padamu" ucap papa Jessy menyerahkan tangan Jessy ke Zio
Zio menerima nya dengan senang hati
"Zio berjanji pa akan selalu menjaga Jessy dengan baik, tak hanya menjaganya tapi juga membahagiakan nya selama nya" ucap zio menerima tangan Jessy lalu menggandeng kan tangan Jessy ke tangan Zio
"Tersenyum lah sayang, masak pengantin wanita nya cemberut gitu" bisik Zio dengan kekehan kecil nya
"Biarin" ucap Jessy lalu tersenyum lebar mereka berjalan ke arah Pendeta lalu mereka melakukan serangkaian proses pernikahan hingga akhirnya mereka mengucapkan janji suci dan sah menjadi suami istri
"Silahkan kedua suami-istri saling berciuman" ucap Pendeta tersenyum
__ADS_1
Zio dan Jessy saling berhadapan menatap satu sama lain
"Terimakasih telah bersedia menjadi istri ku, aku akan selalu menjaga mu kini kelak dan selamanya" ucap Zio tulus
Mereka mulai mendekatkan wajah mereka hingga bibir zio dan bibir Jessy saling bersentuhan zio mencium nya dengan lembut dan penuh perasaan
Acara ciuman mereka berjalan hingga beberapa detik lalu mereka melepaskan ciuman mereka
"Kenapa di lepas, kan aku masih mau" goda Zio
"Apa sih malu tau" ucap Jessy malu-malu
"Kenapa pipi kamu merah sayang apa kamu sakit" goda zio semakin gencar melihat pipi Jessy yang bersemu merah
"Ish apaan sih" kesal Jessy memasang wajah cemberut
"Haha, ayo kita ke pergi" ucap zio menggandeng tangan Jessy
"Kemana?" ucap Jessy bingung
"Ke ruang resepsi pernikahan" ucap zio
"Resepsi pernikahan?" ucap Jessy namun ia juga mengikuti langkah Zio sedangkan para keluarga dan tamu undangan sudah pada keluar menuju tempat resepsi yang di adakan di samping tempat saat Jessy dan Zio mengucapkan janji suci
Sampai lah mereka di tempat resepsi pernikahan yang luas megah dan mewah
"Kau menyewa tempat ini?" tanya Jessy menatap sekeliling
"Lalu siapa yang menyewa tempat ini?" ucap Jessy menatap Zio
"Nanti kau juga tau" ucap zio mereka kini duduk di tempat pelaminan para keluarga dan tamu undangan mulai menyalami sepasang suami istri yang baru saja menikah
"Selamat ya sayang akhirnya kamu sudah menikah mama dan papa senang sekali" ucap mama Jessy memeluk Jessy
"Iya ma, Jessy juga senang" ucap Jessy membalas pelukan sang mama
"Jaga Anak papa baik-baik ya, kalau ada waktu kunjungi kami" ucap papa Jessy pada zio dan menepuk pundak Zio
"Pasti pa" ucap Zio mengangguk
"Ya udah ya mama kesana dulu, semoga jadi pasangan suami istri yang langgeng sampai maut memisahkan kalian" ucap mama Jessy
Zio dan Jessy mengangguk kompak lalu mama dan papa Jessy pergi bergantian dengan yang lain
"Mama senang akhirnya kamu jadi mantu mama" ucap mama Zio memeluk Jessy dengan sangat antusias
"Iya ma Jessy juga senang banget punya mertua seperti mama" ucap Jessy tersenyum lebar
__ADS_1
"Ah akhirnya, doa mama selama ini terkabul" ucap mama Zio
"Emang doa mama apa ma?" tanya Zio
"Doa mama kamu cepat menikah biar gak jadi perjaka tua" ceplos mama Zio
"CK mama" decak Zio tak suka
"Tapi waktu kamu bilang mau ngelamar seseorang mama udah senang banget, ah akhirnya" ucap mama zio terus memeluk Jessy
"Sudah lah ma gantian yang lain liat antriannya sudah panjang" ucap papa Zio menujuk antrean yang panjang
"Hahaha" mama Zio tak menjawab malah tertawa
"Hey boy selamat atas pernikahan kalian, papa gak banyak nasehat tapi cuma mau bilang, Setelah ini rumah tangga kalian akan di uji dari masalah kecil hingga masalah yang besar, ingat kata papa selesaikan masalah kalian dengan kepala dingin, bukan hanya Zio saja tapi juga mantu papa ingat ya" ujar papa Zio
"Iya pa kami akan selalu mengingat nya" ucap Jessy mengangguk paham
"Papa berharap keluarga kalian langgeng sampai maut memisahkan" ucap papa
"Ayo ma kita gabung sama besan" ucap papa pada mama Zio
"Ish papa ih, kan mama masih ingin dengan mantu mama" kesal mama Zio namun ia mengikuti langkah papa Zio
"Mommy selamat atas pernikahan kalian" ucap Al tersenyum lebar
"Terimakasih anak mommy yang tampan" ucap Jessy tersenyum lebar mengelus kepala Al
"Uncle, salah tapi Daddy, jaga mommy baik-baik ya, kalau Daddy sakiti mommy lawan dulu Daddy Felix" ucap Al tertawa menunjuk Al di belakang nya
"Kok aku, seharusnya kamu yang maju sayang" ucap Felix
"Daddy gimana sih kan Al masih kecil ya kan mama baru" ucap Al menatap Mona di samping nya
"Ya tentu saja Daddy yang harus maju melawan" ucap Mona tersenyum lebar
Ya sekarang hubungan Mona dan Felix sudah berkembang kini Mereka sudah resmi menjadi pasangan kekasih
Tapi Felix sudah ada rencana melamar Mona, dan Mona tidak tau itu, ah akhirnya penantian Mona tak sia-sia
"CK kalian ini suka bully Daddy" ucap Felix pura-pura merajuk
"Hahaha" tawa dari mereka
"Selamat ya Kaka dan Kaka ipar semoga jadi keluarga yang bahagia langgeng sampai nenek kakek, dan yang paling penting punya anak yang banyak
"Yang terakhir pasti itu" ucap Zio tertawa lebar
__ADS_1
"Ish apaan sih kamu malu tau" ucap Jessy mencubit pinggang zio
"Hahah" tawa kecil dari Al Mona dan Felix sedangkan Zio meringis karena pinggang nya di cubit Jessy