
"Baby Al" ucap Jessy terkejut langsung menangkap baby Al namun ia gagal menangkap baby Al tapi baby Al tidak terjatuh ke tanah melainkan baby Al ada seseorang yang menangkap nya
"Kau tidak apa-apa sayang" ucap orang itu menggendong baby Al
Baby Al menoleh menatap orang itu melihat semua inci wajah orang itu tanpa berkedip
Begitu pun juga orang yang menolong baby Al ia menatap baby tanpa berkedip
(Kenapa menatap mata bocah ini sehangat ini) batin orang itu entah perasaan apa saat ini yang orang itu rasakan
Pandangan mereka berdua teralihkan ketika Jessy bersuara dan mengambil baby Al dari gendongan orang itu
"Kau tak apa-apa sayang, maafkan Mommy ya" ucap Jessy merasa bersalah
"Mommy" ucap baby Al menunjuk orang yang menolongnya
"Ah iya terimakasih tuan sudah menangkap anak saya" ucap Jessy tulus
"Tidak apa-apa, lain kali hati-hati saja" ucap pria itu
"Sekali lagi terimakasih" ucap Jessy
"Ngomong-ngomong siapa namanya tampan" ucap pria itu tersenyum sambil mengelus pipi baby Al
"Aby Al" ucap baby Al belepotan
"Oke baby Al om pergi dulu karena om gak bisa lama-lama" ucap orang itu tersenyum
"Hati-hati di jalan tuan sekali lagi terimakasih banyak" ucap Jessy pria itu pun tersenyum mengangguk
"Ayo sayang dada sama om" ucap Jessy pada baby Al yang menatap orang itu
Baby Al mengangguk lalu tangannya mengulur ke arah pria itu
"Ada apa sayang mau salaman sebelum om pergi iya" ucap pria itu tersenyum mengulurkan tangannya menyentuh tangan baby Al
Namun baby Al menggeleng menggenggam tangan pria itu kemudian menariknya dengan pelan pria itu pun maju selangkah hingga dekat dengan baby Al
Kemudian baby Al menyentuh wajah pria itu dan tanpa di duga baby Al mencium pipi pria itu lalu tersenyum lebar
"Sayang" ucap Jessy sok dengan apa yang barusan di lihatnya karena baby Al jarang sekali mencium pipi orang apalagi orang yang baru di kenal nya
__ADS_1
"Maaf jika anak saya membuat anda tidak nyaman tuan" ucap Jessy meminta maaf ketika melihat ekspresi orang itu yang sama terkejut nya bahkan orang itu menatap baby Al dengan pandangan yang berbeda
"Ah iya tak apa, aku suka anak kecil jadi jangan khawatir" ucap pria itu tersenyum
"Dan siapa pun pasti senang di cium pria kecil ini, om pergi dulu ya bye-bye" ucap pria itu melangkah kan kaki nya
Jessy menatap punggung pria itu begitupun baby Al juga menatap punggung orang itu
"Sayang lain kali tidak boleh gitu ya tidak sopan" ucap Jessy berbalik badan berjalan berlawanan arah dari pria tadi
"Baby al kalau mau cium orang baru harus ijin dulu ya sama orang, iya sayang" ucap Jessy mengelus rambut baby Al, baby Al mengangguk lalu memeluk leher Jessy
Baby Al terus menatap punggung pria itu beberapa detik kemudian ia tersenyum lebar entah apa yang dipikirkan oleh baby Al
Sedangkan pria itu juga tersenyum entah apa yang di pikirkan nya
(Baru kali ini aku senang melihat seorang bayi, padahal aku jarang sekali suka dengan bayi) batin pria itu berjalan ke arah mobilnya
"Entahlah kalau jodoh nanti kita bisa bertemu lagi" ucap pria itu
Keesokan pagi harinya di kantor Zio
Seperti biasa pagi-pagi Jessy sudah di interogasi oleh Zio soal semalam Jessy pulang terlebih dahulu
"Saya pulang dulu pak karena ada acara keluarga" ucap Jessy tidak berbohong karena memang ia ada acara keluarga dengan baby Al
"Kenapa kamu tak ijin pada saya terlebih dahulu" ucap Zio
"Maaf tuan saya tidak mau mengganggu tuan" ucap Jessy beralasan
"Kalau kamu gak mau menganggu saya kan bisa hubungi saya lewat handphone" ucap Zio menelisik wajah Jessy
"Maaf tuan tapi handphone saya mati tuan jadi tidak bisa menghubungi tuan" ucap Jessy berbohong
"Lalu apa gunanya telepon kantor hah" sentak Zio
"Tapi kan saya sudah bilang tuan saya tidak mau mengganggu tuan jika saya telepon tuan pakai telepon kantor nanti saya ganggu keromantisan tuan" ucap Jessy lirih di akhir kalimat
"Ehem lupakan kembali bekerja" ucap Zio mendengar suara Jessy walau lirih
Kejadian kemarin siang terlintas kembali dalam memori ingatan Zio dimana Jessy tiba-tiba membuka pintu tanpa mengetuk Terlebih dahulu
__ADS_1
Setelah mendengar perkataan Zio Jessy pun keluar dari ruangan Zio ia sendiri pun sedikit canggung ketika ia juga mengingatkan Kejadian kemarin siang
Lalu mereka mulai mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing
Siang hari datang seorang wanita cantik berjalan berlenggak lenggok di Perusahaan Zio siapa lagi kalau bukan Anette
Ting
Pintu lift terbuka keluar lah Anette dari lift ia berjalan menuju ruangan Zio namun saat ingin masuk ia berpapasan dengan Jessy
"CK" decak Anette ketika melihat Jessy yang ada di hadapannya
Jessy mengabaikan keberadaan Anette ia melangkah meninggalkan Anette tanpa menyapa Anette
"Hey dimana sopan santun mu" sinis Anette ketika melihat Jessy yang pergi begitu saja
Jessy menghentikan langkahnya ia berbalik menatap tajam Anette dengan bersedap dada
"Anda berbicara dengan saya nona" ucap Jessy tersenyum meremehkan
"Kalau bukan kamu siapa lagi, di sini kan cuma ada kamu" ucap Anette tak kalah sengit
"Oh saya kira anda berbicara dengan hantu Upss, bukan salah saya nona kan anda sendiri yang tadi bilang 'hey' bukan nona sekertaris " ucap Jessy terkekeh geli
"Tutup mulutmu, baru jadi sekertaris aja sudah belagu heh" kata Anette meremehkan
"Saya memang hanya sekertaris tapi saya tau SOPAN SANTUN" ucap Jessy tersenyum menyeringai sambil menekan kata sopan santun
"Kau bilang punya sopan santun lalu kenapa kau lewat begitu saja padahal ada saya di depan kamu" ucap Anette
"Itu yang namanya sopan santun" imbuh Anette
"Haha maaf tapi sopan santun ku berlaku pada orang yang berADAB" ucap Jessy tersenyum sinis lalu melangkah pergi meninggalkan Anette dengan perasaan kesal
"Dasar sekertaris sialan awas saja kau akan ku buat kau pergi dari sini" marah Anette lalu ia melangkah masuk ke dalam ruangan Zio
"Hey apa kamu tak punya sopan santun" ucap Jessy menirukan suara Anette
"Dia sendiri yang duluan kenapa pula aku yang salah emang orang yang hatinya busuk kelakuannya juga busuk" gerutu Jessy
"Kenapa juga beruang kutub itu betah dengan wanita seperti itu" ucap Jessy menatap layar monitor tapi bibir nya fokus menggerutu
__ADS_1
"Kenapa dia gak betah kan sama-sama pasangan serasi, yang satu beruang kutub yang satu beruang madu, manis dingin tapi mematikan, hihihi" ucap Jessy terkikik sendiri membayangkannyA
"Apanya yang beruang kutub apanya yang beruang madu" ucap seseorang yang sedari sudah masuk ke dalm ruangan Jessy dan Jessy tak menyadari orang itu kapan masuknya