Strong Single Mom

Strong Single Mom
Chapter 101


__ADS_3

Selesai makan malam sambil menikmati sunset mereka kembali ke hotel


"Yang lain kemana, kok aku sedari tadi tak melihat mereka?" tanya Jessy menatap Zio


"Mereka sudah pada pulang ke rumah, ke mansion tadi siang" jawab Zio


"OHh" Jessy hanya berohria saja


Mereka akhirnya sampai di lantai tempat kamar mereka, Mereke keluar dari lift berjalan menuju kamar mereka


Saat zio dan Jessy hendak membuka pintu mereka berhenti sejenak karena ada yang memanggil Zio


"Zio, kau kah itu?" ucap seseorang dari dari samping kamar mereka


Zio menoleh ke arah sumber suara ia menarik sebelah alisnya kala melihat orang yang berjalan menghampiri nya


"Siapa dia?" tanya Jessy berbisik


"Aku juga tidak tau" ucap Zio menatap Jessy


(Siapa dia seperti sudah lama mengenal Zio) batin Jessy sedikit tak suka


"Apa kabar lama tidak bertemu" ucap wanita itu tiba-tiba memeluk Zio tanpa melihat Jessy di samping Zio


Jessy dan zio kaget bukan main belum sempat menghindar wanita itu sudah melepaskan pelukannya


"Maaf tolong jaga sopan santun anda" ucap zio berusaha sabar


"Hahah, kau bilang begitu pasti lupa dengan ku ya" kekeh wanita itu


"Maaf aku tidak kenal dengan mu" dingin Zio


Jessy hanya memperhatikan interaksi antara mereka, wanita itu mengepalkan tangannya


"Aku Stevani, teman sepupu kamu, Mona" ucap Vani tersenyum lebar


"Emm, maaf aku lupa, ayo kita masuk" ucap Zio lalu ia mengajak Jessy masuk ke dalam


Ceklek


pintu tertutup Vani melihat nya pun geram ia mengepalkan tangannya


"Sial, berani berani nya dia cuekin aku, awas saja kalau aku sudah merebut mu" umpat Vani ia memandang pintu kamar zio yang tertutup rapat


"Lihat saja nati" ucap Vani meninggalkan kamar itu menuju lift


"Aku sengaja datang kesini untuk melihat mu, tapi kau malah mengacuhkan ku" ucap Vani turun ke bawah dengan lift


Sedangkan di dalam kamr Jessy menatap tajam Zio yang ada di samping nya


"Tadi siapa?" tanya Jessy menelisik wajah Zio


"Entah aku juga tidak ingat" ucap zio ia berdiri membuka pintu balkon


"Tidak ingat katanya teman Mona, jadi pasti kamu ingat dong" ucap Jessy menghampiri Zio

__ADS_1


"Aku benar-benar tidak ingat sayang" ucap zio mengajak Jessy duduk di kursi sofa panjang


"Masak sih" ucap Jessy tak percaya


"Iya beneran sayang" ucap Zio tersenyum


"Awas kalau kau berani macam-maca" ancam Jessy


"Aku janji" ucap Zio mengangkat tangannya


"Tapi sepertinya dia kenal sudah lama?" ucap Jessy menyandarkan kepalanya di bahu Zio


"Aku ingat sesuatu tapi tidak ingat itu dia atau bukan" ucap Zio mengingat sesuatu


"Tuh kan kamu mengingat nya kenapa kamu bilang lupa dengan nya" ucap Jessy menjauhkan diri dari Zio


"Bukan ingat orang nya tapi ingat Mona" ucap Zio menarik Jessy kembali dalam pelukan nya


"Ingat apa?" tanya Jessy penasaran


"Dulu aku pernah ingat mona bilang jangan pernah menjalin hubungan dengan teman, karena temannya itu suka ngincar duit laki-laki tidak mencintai laki-laki" ucap Zio


"Tapi aku lupa namanya, kurasa dia yang di maksud Mona karena dulu mereka bersahabat baik tapi sekarang mereka tidak pernah bertegur sapa lagi" ucap Zio


"Kenapa gak bertegur sapa lagi, apa itu masalah nya?" tanya Jessy


"Entahlah aku juga tidak tau pasti, yang penting akau sudah cerita sana kamu jadi kamu jangan cemburu lagi?" ucap Zio mencium pipi Jessy


"Siapa juga yang cemburu" kilah Jessy


"Mana ada kamu ngarang" ucap Jessy


"Oh iya kenapa dia bisa ada di kamar sebelah?" tanya Jessy


"Bukanya gedung ini di sewakan ya" imbuh nya menatap Zio


"Mungkin hanya untuk satu hari saja" ucap zio yang ia juga tidak tau


"Kenapa cuma sehari saja, lalu kita akan berapa lama di sini?" tanya jesy


"Kita di sini tiga kalau kamu mau" ucap Zio tersenyum


"Tiga hari?" ucap Jessy, zio mengangguk


"Lalu setelah itu kita tinggal di mana?" tanya Jessy


"Mau tinggal di rumah ku terserah mau di rumah kamu juga tidak apa-apa yang penting kamu ada di samping ku terus" ucap Zio memeluk erat tubuh Jessy


"Kalau di kolong jembatan mau?" ucap Jessy terkekeh geli


"Mau asal kamu juga mau tinggal bersama ku" ucap Zio tersenyum lebar


"Masak sih?" ucap Jessy mengelus tangan Zio


"Iya dong, kalau mau kita tinggal di sana sekarang" ucap Zio pura-pura bangkit

__ADS_1


"Eh jangan, iya aku percayai" cegah Jessy


Tak lama terdengar suara ketukan pintu dari luar


"Siapa yang datang malam-malam begini?" heran Jessy


"Mungkin pelayan kamar, tadi aku menyuruh mereka buat bawain makanan ringan ke kamar kita" ujar Zio


"Oh, biar aku saja" ucap Jessy bangkit dari duduknya ia kemudian masuk ke dalam kamar membuka pintu di lihat nya memang pelayanan kamar


"Permisi, maaf mengganggu saya ingin mengantarkan makanan pesanan tuan Zio" ucap pelayan itu menunjuk troli berisi makanan


"Oh iya silahkan masuk" ucap Jessy membuka lebar pintu nya agar trolinya bisa masuk ke dalam


Selang berapa waktu pelayan itu sudah selesai meletakkan semua makanan di atas meja pelayan itu lalu keluar dari kamar Jessy


"Selamat menikmati" ucap pelayan itu membukukan badan nya


"Ya terimakasih" ucap Jessy tersenyum lebar


Pelayan itu mendorong troli menjauhi kamar Jessy, Jessy yang melihatnya pun menutup pintu namun . .


"Tunggu" ujar seseorang menahan pintu kamar


Jessy menoleh orang di depannya


(Dia lagi) batin Jessy tak suka


"Ada apa nona?" ucap Jessy tersenyum paksa


"Kenapa kau ada di kamar zio" ucap Vani pura-pura tidak tahu


"Maaf nona tapi itu bukan urusan anda" ucap Jessy hendak menutup pintu tapi di tahan lagi oleh Vani


"Itu urusan ku, kau tidak tau dia itu pacar saya" ucap Vani percaya diri


"Pacar anda ya, tunggu sebentar nona, saya akan panggilkan Zio" ucap jessy tersenyum berbalik badan


"Kenapa di sini panas sekali ya" ucap Jessy sengaja mengeras kan suaranya


Ia berjalan ke arah nakas membuka tas makeup, lalu ia memakai lipstik nya yang lebih terang warna nya


"Sayang" panggil Jessy pada Zio, zio yang masih berada di balkon pun menghampiri Jessy


"Ada apa sayang?" ucap Zio memeluk Jessy dengan erat


"Boleh kah aku minta tolong?" tanya Jessy dengan mata memohon nya


"Minta tolong apa, dan ini kenapa kamu pakai lipstik merah merona" ucap Zio mengecup singkat bibir Jessy


Jessy tak menjawab ia membuka dua kancing kemeja yang ia pakai lalu ia juga membuka dua kancing kemeja punya Zio


"Buat tanda di sini di sini dan di sini" ucap Jessy menunjuk dada nya


Zio mengangkat alisnya namun ia melakukan apa yang di kata Jessy

__ADS_1


__ADS_2