Strong Single Mom

Strong Single Mom
Chapter 77


__ADS_3

Beberapa hari kemudian hubungan Zio dan Jessy semakin dekat mereka kini bahkan menjadi teman baik


Begitupula dengan Felix dan juga Mona, Felix juga sudah tau kalau Mona adalah teman satu kampus nya


Sekarang ini Felix sudah menyelesaikan pekerjaan malam ini pun ia berencana untuk pulang kembali ke negara nya bertemu dengan anak kesayangannya siapa lagi kalau bukan Al


"Bagaimana apa semua sudah selesai?" tanya Felix kepada Asisten nya yang ki i mereka sedang berada di hotel menunggu malam hari


"Sudah tuan semua sudah Tak ada yang ketinggalan" ucap asisten Felix


"Oke nanti kita berangkat setelah makan malam" ucap Felix duduk di atas sofa


"Baik tuan satu jam lagi saya kembali menemui anda untuk makan malam" ucap asisten Felix undur diri


"Sedang apa ya mereka" ucap Felix sedang memikirkan Al ia pun lalu menghubungi Al lewat Jessy


"Hallo" saut Jessy yang kini ia sedang berada di butik


"Hallo, kau sedang apa?" tanya Felix basa-basi


"Sedang di ganggu orang" canda Jessy meletakkan


"Siapa yang ganggu kamu" ucap Felix sedikit cemas


"Ada ini sedang ngobrol dengan ku" ucap Jessy terkekeh


"CK ku kira orang jahat mengganggu mu" ucap Felix tertawa


"Ada apa telfon?" ucap Jessy yang tangannya masih fokus menggambar


"Apa Al bersama mu" tanya Felix


"Tidak" singkat Jessy


"Kenapa tidak?, dimana dia Sekarang apa dia tidak tinggaal bersama mu lagi?" ucap Felix memberondong pertanyaan


"Tidak bersama ku tapi dia sedang bermain denagn uncle nya" ucap Jessy menggeleng kepala nya


"Uncle?, sejak kapan Al punya uncle?" ucap Felix sedikit cemas ia kira Jessy di bodohi oleh musuh bisnis nya dan menculik Al


"Iya uncle nya teman kamu" ucap Jessy masih fokus menggambar tak memperdulikan keadaan Felix yang sudah di Landa kecemasan


"Temanku siapa sih Jess, cepat katakan apa kau di bohongi oleh orang lalu ia menculik Al yang mengaku ngaku sebagai uncle nya" ucap felix cemas bukan main


"Aduh Felix, hilangin parno mu itu, mana mungkin aku kasih Al main sama orang aku tak kenal" ucap Jessy terkekeh


"Lalu siapa yang kau maksud uncle itu?" ucap Felix bingung


"Zio'" singkat Jessy


"Zio'?, Zio' rekan bisnis ku dulu?" ucap Felix mengingat Zio


"Ya" singkat Jessy


"Kenapa kau kasih ke dia apa kau tau sifat dari diri dirinya apa kau tau diia selama ini" cerocos Felix

__ADS_1


"Siapa tau dia punya maksud tersembunyi" imbuh Felix jiwa posesif nya sudah membara


"Stop kamu posesif banget aku tau mana yang baik dan mana yang buruk, dan aku sudah kenal dia lama sekali, bye" ucap Jessy mematikan ponselnya karena dia sudah jengah mendengar ucapan Felix yang sangat posesif terhadap Al


"Hallo Jess, Jessy" ucap Felix pada sambungan telepon nya sudah mati


"Aduh bagaimana ini kalau Al kenapa-kenapa bagaimana ini" ucap Felix semakin khawatir


"Tidak, aku harus pulang sekarang" ucap Felix mantap


Ia lalu menghubungi asisten nya untuk membeli tiket terbang lebih cepat dari jadwal semula


Felix yang di Landa kekhawatiran sedang kan asisten Felix di Landa kegelisahan


"Aduh Kenapa si boss nyuruh ngajuin waktu, kalau begini kan tidak ada tiket yang terjual jika waktunya mendesak" gerutu asisten Felix niat ingin bersantai di cafe sebentar eh malah si boss nya telfon suruh pulang sekarang juga


"Huh" ucap Asisten Felix menghela nafas panjang sungguh nasib menjadi asisten


"Hey, ada apa asisten Kim" ucap seseorang, memanggil asisten Felix yang bernama Kim


"Eh nona mona, lagi pusing saya nona" keluh asisten Kim


"Memang ada apa" ucap Mona duduk di depan asisten Kim


"Tuan suruh pulanag sekarang, tapi tak ada tiket yang jual jam Sekarang, kalau kita tidak pulang sekarang juga bisa berabe urusan nya" ucap asisten Kim


"Oh, tapi kenapa dia pulang buru-buru bukanya pulang nya nanti malam" ucap Mona


"Entahlah saya juga tidak tau nona, saya permisi dulu mau cari cara supaya kita terbang lebih cepat dari jadwal" ucap asisten Kim berdiri


"Kalau bisa kenapa tidak nona" ucap asisten Kim pasrah


"Em bagaimana kalau saya bantu" ucap Mona tersenyum lebar


"Benarkah nona?" ucap asisten Kim menatap Mona dengan penuh harapan


"Benar, kamu datang ke Bandara sekarang bersama tuan mu nanti aku tunggu kamu di sana" ucap Mona berdiri


"Benar nona, nona jangan bohong ya" ucap asisten Kim sedikit ragu


"Tenang aja aman kok" ucap Mona tersenyum lebar


"Oke baiklah kalau begitu saya hubungi tuan, terima kasih atas bantuannya nona, nanti kalau nona ingin minta bantuan dari saya langsung hubungi saya oke" ucap asisten Kim tersenyum senang


"Oke" ucap mona mengangguk tersenyum lebar


Asisten Kim lalu pergi meninggalkan cafe begitu pun juga Mona


Di lain negara Al sedang bercanda ria dengan Zio di sebuah restoran mall di Perancis


"Apa kau sudah kenyang?" ucap zio menatap Al dengan lembut


"Sudah uncle Al kenyang banget" ucap Al mengelus perutnya


"Benarkah, kalau begitu ayo kita pulang" ajak Zio tersenyum

__ADS_1


"Ayo, tapi kita beli makanan dulu buat mommy uncle" ucap Al berdiri menatap Zio


"Uncle sudah pesan untuk mommy kamu" ucap Zio


"Benarkah, kalau begitu kita beli ice cream juga" ucap Al bersemangat


"Oke, mari kita beli ice cream, tapi kita bayar dulu" ucap zio menggandeng tangan Al menuju kasir


Setelah membayar mereka lalu pergi ke kedai untuk membeli ice cream


Setelah membeli ice cream mereka berdua lalu memutuskan untuk pulang ke rumah Zio


"Kita pulang ke mana uncle?" tanya Al yang duduk di kursi belakang


"Ke rumah uncle saja, sekalian nunggu Mommy pulang" ucap zio menatap Al dari spion mobil


"Oke uncle, uncle apa Al boleh bertanya sesuatu?" ucap Al menatap Zio


"Tanya apa katakan lah" ucap zoo tersenyum


"Apa uncle sudah punya girlfriend?" tanya Al


"Ehem kenapa tanya begitu?" tanya Zio sedikit heran.


"Tidak apa, Al merasa kalau uncle sudah mulai beruban tapi Al tak pernah melihat kekasih uncle" ucap Al tertawa


"Iya kah uncle sudah beruban" ucap zio melihat ke arah spion


"Iya uncle, uncle sudah punya belum" tanya Al penasaran


"Belum, memang kenapa tanya begitu" ucap zio balik tanya


"Tak ada uncle, Al saranin kalau uncle cepat cari pacar biar uncle tidak gampang ubanan" ucap Al terkekeh geli


"Diaman uncle harus cari" ucap zio tersenyum lebar


"Dimana aja uncle di rumah orang juga boleh" Canda Al


"Kalau gitu uncle cari di rumah Mommy kamu boleh?" ucap Zio tersenyum


"Uncle mau cari siapa orang di sana cuma ada Mommy saja" Pancing Al


"Mommy mu lah" ucap zio melihat reaksi Al


"Mommy, boleh juga" ucap Al mengangguk


"Beneran ini boleh?" ucap zio senang seperti mendapatkan lampu hijau


"Iya, tapi kalau uncle sanggup sembuhin mommy" ucap Al menutup matanya


"Memang mommy kamu kenapa?" tanya Zio khawatir


Namun beberapa saat tidak ada Jawaban zio pun menoleh ke arah Al


"Lah tidur ternyata" ucap zio menggeleng kepala

__ADS_1


(Memang Jessy sakit apa) batin zio bertanya


__ADS_2