
"Kenapa kau tak menolak ajakan ku?, Saat aku tawarkan tadi padahal tadi kamu ikut tuan Zio" Tanya delic saat mereka lagi di telah jalan
"memang aku tak boleh ikut Denganmu lagian kita tetangga" jawab Jessy menatap delic
"Bukan gitu kalau nanti tuan Zio salah paham Dengan ku bagai mana?" Ucap delic terkekeh
"salah paham bagaimana?, Kan kita gak ada hubungan apa pun" ucap Jessy menyerngit heran
"Masak sih?" Ucap delic bingung
(Masak gak ada hubungan apapun padahal dari mata tuan zio terlihat kalau dia memiliki perasaan pada Jessy) batin delic
"Iya lah buat apa kau berbohong padamu gak ada untungnya" ucap Jessy
"Iya juga sih" ucap delic menggaruk kepalanya yang tak gatal
Setelah itu hening tak ada yang berbicara hanya mesin mobil yang terdengar tak lama mereka sampai di apartemen
"Ini buat kamu" ucap delic memberikan makanan yang ia pesan tadi
"lho kenapa buat aku?" tanya Jessy bingung
"Ambillah tanda terima kasih telah menunggu ku" ucap Delic tersenyum
"Lalu kamu?" tanya Jessy
"Gampang nanti bisa pesan lagi, ambil" ucap delic menggoyang kan paper bag itu
Jessy mengambil nya lalu membuka paper bag dilihat nya ternyata ada dua porsi lalu ia mengambil satu porsi makanan itu ia kembali menyodorkan nya pada delic
"Kongsi" ucap Jessy tersenyum
"Gak perlu lah ambil aja" tolak delic padahal ia mau, malu-malu kucing emang delic😂
"Ambil" ucap Jessy meraih tangan delic lalu ia menaruh makanan itu di atas tangan delic
"Kalau kurang kenyang beli lagi bye-bye" ucap Jessy tersenyum lalu masuk ke dalam kamar nya
"Wey tak usah" ucap delic menatap kemudian ia membuka makanan itu
"Jess buka pintunya" ucap Delic tanpa melihat pintu kamar jessy ia menghirup aroma yang sangat menggiurkan dari makanan di hadapannya bahkan perutnya berbunyi cukup keras
"Jess tak usah kau ambil lagi ini makanannya" ucap pelan delic masuk ke kamar nya sambil memakan makanan nya tanpa melihat keadaan sekitar nya ia sudah tergoda dengan makanan yang di pegang nya
__ADS_1
(Lumayan buat ganjel perut kebetulan aku lagi laper banget hehe, sayang kalau gak di makan, sebenarnya mau aku makan sendiri tapi tak enak hati karena dia telah menunggu ku cukup lama) batin delic terkikik sendiri
Sedangkan di luar pintu kamar delic ada dua orang yang memperhatikan delic dan Jessy sedari tadi mereka menatap satu sama lain lalu . . .
"Kau lihat tadi lucu sekali itu namanya pura-pura nolak" ucap salah satu orang itu terkekeh geli
"Iya, mungkin kalau di dengar orang lain tanpa melihat mungkin mereka akan mengira kalau pria itu sangat sungkan padahal dia mah pura-pura nolak haha" ucap orang satu nya ikut terkekeh
Lalu mereka tertawa bersama ada aja tingkah tetangga nya pikir nya
Ya saat delic memberikan makanan pada Jessy pintu lift terbuka keluar lah dua orang perempuan awalnya dua orang itu hanya ingin lewat saja tapi siapa sangka mereka berdua di kejutkan oleh kelakuan konyol delic
Waktu berlalu cepat kini sudah pagi lagi Jessy terbangun dari tidurnya ia melihat jam atas dinding
"Huwa" Jessy menguap ia merenggangkan kedua tangannya lalu menatap baby Al yang tidur di samping nya
"Bangun baby, ayo kita mandi lalu kita jalan-jalan pagi" ucap Jessy tersenyum mencolek pipi baby Al
"Hem" baby Al hanya merubah posisi tidurnya nya tanpa membuka matanya
"Anak Mommy gak mau bangun ya" ucap Jessy terkekeh
"Oke Mommy tinggal ini" ucap Jessy pura-pura meninggalkan baby Al
Jessy yang melihatnya pun membantu baby Al turun dari ranjang setelah turun baby Al lalu berjalan dengan pelang menuju kamar mandi
Jessy yang melihatnya pun terkekeh ia tau jika baby Al takut di tinggal Jessy kecuali jika Jessy pergi bekerja maka baby Al akan mengerti walau ia masih kecil
Setengah jam kemudian mereka sudah selesai mandi selesai berganti baju kini siap untuk keluar
"Anak mommy Sudah wangi mari kita jalan pagi" ucap Jessy mencium pipi gembul baby Al Baby Al menggeliat geli ia tertawa
Lalu mereka keluar dari apartemen sampailah mereka di taman biasanya mereka bermain
"Kita sampai" ucap Jessy tersenyum menatap sekeliling nya lalu ia berjalan ke sebuah pohon yang cukup besar pas buat berteduh jika nanti mereka sampai siang hari mereka takkan ke panasan
Menikmati momen bahagia bersama keluarga adalah semua impian bagi orang begitulah yang di rasakan oleh Jessy tapi semua itu lenyap saat mendengar ucapan yang sangat menyakitkan
"Hey kau liat dia" ucap seseorang menunjuk ke arah Jessy
"Memang kenapa?" tanya salah satu temannya ya g berbicara tadi
"Aku curiga kalau dia itu melahirkan anak di luar nikah" ucap orang itu
__ADS_1
"Masak sih gak mungkin lah orang cantik gitu" ucap temannya
"Bisa ajakan, kamu lihat wanita malam mana ada yang tidak cantik, lalu kalau dia gak hamil di luar nikah di mana suami nya setiap kali dia ke sini selalu sendiri" ucap orang itu
"Iya juga ya, kalau suaminya pergi atau meninggal bagaimana" ucap temannya
"Mana mungkin wanita seperti dia di tinggal suami, kalau suaminya meninggal juga pasti dia akan cari suami lagi apalagi perawatan butuh biaya mahal" ucap orang itu
Jessy yang mendengar hanya mengabaikan saja anggap saja angin lewat ia juga tak mau buat keributan di depan baby Al
"Iya juga ya, pantas saja gak ada suaminya" ucap temannya mengangguk
Orang-orang yang berada di sekitar yang mendengar nya mulai berbisik-bisik
"Iya kan aku sudah bilang kalau dia itu melahirkan a nak ha ram" ucap orang itu tersenyum puas
"Kasihan ya masih muda tapi kelakuan nya kayak gitu" ucap orang-orang
"Iya padahal anak dan ibunya cantik dan tampan loh" ucap orang orang
"Buat apa cantik kalau punya anak haram" ucap orang membicarakan Jessy sedikit keras
Jessy yang geram menggendong baby Al ia menghampiri orang yang membicarakan dirinya
"Tolong anda jaga ucapan anda jangan asal menuduh orang sembarangan" ucap Jessy tegas matanya memancarkan kemarahan
"Kan memang kenyataan saya tidak menuduh, kamu memang melahirkan anak haram" ucap orang itu tersenyum licik
"Memang anda tidak tau sopan santun sama sekali di depan Anak kecil anda bisa berbicara seperti itu, saya bisa menuntut Anda loh" ucap Jessy menutup telinga baby Al ia masih bisa menahan amarahnya
"Haha menuntut, saya bicara kenyataan, kalau memang anak kamu bukan anak haram di mana ayahnya" ucap orang itu
"Anda dengar baik baik, anak saya bukan Anak haram, suami saya sudah meninggal waktu anak saya masih dalam kandungan, saya tidak mencari suami lagi karena saya masih mencintainya, camkan itu" ucap Jessy dengan sorot mata tajam
"Kalau suami kamu meninggal pasti ada fotonya kan, tunjukkan fotonya sekarang juga" ucap orang itu
Jessy Diam karena ia tak punya foto lelaki manapun ia kini sedang di selimuti dengan kemarahan ia tak bisa berpikir jernih
"Diam kan terbukti kalau Anak kamu memang Anak haram" ucap orang itu puas orang yang di sekitar yang sedari tadi melihat nya pun kembali berbisik-bisik
"Anak saya bukan anak haram" ucap Jessy naik satu oktaf itu membuat baby Al kaget dan mulai menangis
"Lalu di mana suami kamu" ucap ucap orang itu menatap tajam Jessy
__ADS_1
"Saya suaminya" ucap orang tiba-tiba di belakang Jessy semua menoleh ke arah orang itu dan . . .