Strong Single Mom

Strong Single Mom
Chapter 96


__ADS_3

Satu bulan kemudian


Kehidupan Jessy seperti pada sebelum nya namun kini ia semakin curiga pada Zio karena zio belakangan ini semakin sibuk saja bahkan bertukar kabar pun hanya beberapa kali dalam sehari


Ia saat ini sedang berada di mansion Felix karena orang tuanya sedang datang menjenguk nya, dan angel menyarankan agar mereka tinggal di mansion Felix karena ia juga ingin tinggal di mansion Felix karena di rumah ia hanya sendiri mengurus lily


"Kemana sebenarnya, kenapa dari kemarin kamu tak membalas pesan satu pun dari ku" gumam Jessy saat ini ia sedang duduk di pinggiran ranjang sambil menatap ponsel di tangan nya


"Ish apa jangan-jangan dia punya selingkuhan di belakang ku, apalagi kamu tak pernah membahas soal pernikahan kita padahal aku sudah mengumpulkan kekuatan untuk menghadapi trauma ku" lirih Jessy


Ia menunduk satu tetes dua tetes cairan bening jatuh di tangannya


"Apa kamu akan seperti dia, meninggalkan ku di saat hari penting kita, apa aku akan seperti pada sebelum nya" sendu Jessy tangis nya semakin luruh


Sedang bergulat dengan lamunan nya, terdengar suara pintu di ketuk dari luar


Tok tok tok


"Nona" panggil pelayan


Jessy yang mendengar suara pun mengusap air matanya


"Nona apakah nona ada di dalam" panggil pelayan


"Ya sebentar" ucap Jessy dengan suara serak nya


Ceklek


Pintu terbuka muncullah Jessy ia mengeryitkan kening nya ketika melihat pelayan nya sedang ketakutan


"Kau kenapa" heran Jessy


"Anu nona di bawah" ucap pelayan gugup


"Ada apa di bawah bicara yang jelas" ucap Jessy


"Maaf nona saya tidak ingin terbunuh" ucap pelayan lalu muncul lah seseorang dari samping Jessy yang ternyata sudah bersembunyi di balik vas bunga yang besar


"Jangan bergerak kalau tidak ingin mati" ancam orang itu menodongkan sebuah pistol di kepala Jessy


"Ada apa ini sebenarnya" ucap Jessy ketakutan


"Mereka perampok nona, dan di bawah sedang di sandera semua nya" ucap pelayan mengangkat kedua tangan nya


"Sudah Diam cepat jalan kalian" ucap perampok itu


Mau tak mau mereka turun ke bawah, sampai di bawah Jessy melihat semua sedang berjongkok di kelilingi oleh beberapa perampok memegang pistol di tangan mereka masing-masing


"Gabung dengan mereka" ucap perampok itu pelayan dan Jessy ikut berjongkok bersama mereka


Tapi di mana semua orang kenapa hanya ada Jessy dan beberapa pelayan, dan satpam uang yang berjaga di depan, bukanya ini hari weekend kenapa mereka semua tidak ada batinnya

__ADS_1


"Dimana yang lain kenapa hanya kita saja" bisik Jessy pada pelayan


"Nyonya dan sedang menemani tuan cek kesehatan di rumah sakit nona" jawab pelayan dengan berbisik


"Lalu di mana Felix dan Al" tanya Jessy melihat beberapa perampok sedang menggeledah setiap kamar


"Kata tuan muda mereka akan mengunjungi mama baru tuan Muda nona" ucap pelayan


"Lalu di mana angel" ucap jessy menatap pelayan di depan nya


"Saya tidak tau nona, mereka kemana" ucap pelayan dengan pelan


(Bagaimana bisa mansion semewah ini bisa kerampokan, Harus nya ada yang menjaga di luar rumah) batin Jessy melihat sekeliling


"Apakah sudah dapat semua nya" ucap seseorang yang di yakini ketua perampok itu


"Sudah boss" ucap anak buahnya


(Di mana yang lindungi aku biasa nya) batin Jessy


Hahhaha


"Bagus, jangan ada yang tersisa" ucap ketua perampok


"Kalau sudah beres kita pergi sebelum polisi datang kemari" ucap ketua itu


"Lalu bagaimana dengan mereka bos" ucap anak buah nya menunjuk sandera


Satu persatu perampok itu membuat mereka pingsan dengan cara memberikan obat bius, hingga akhirnya giliran Jessy


"Aku tidak mau lepaskan" ucap Jessy berontak ketika kedua tangannya di pegang erat


"Menurut lah nona jika tidak mau bos yang turun tangan" ucap perampok itu lalu membius Jessy


Hingga akhir nya Jessy kehilangan kesadaran nya


"Kamu bawa dia" ucap oerampok itu menunjuk teman nya


"Aku tidak mau" tolak teman nya


"CK, kita bawa berdua" ucap perampok itu lalu menggendong Jessy


Beberapa jam kemudian Jessy mengerjapkan matanya ia menatap sekeliling kosong tak ada barang satupun kecuali kursi yang saat ini ia duduki dan sebuah tali yang mengikat tangan nya


"Uuh dimana ini" ucap Jessy menatap sekeliling


"Mereka mengikat tangan dan kaki ku" ucap Jessy merasakan kaki dan tangan terikat


"Tapi sepertinya tidak terlalu kencang" ucap Jessy ia berusaha menggerakkan tangan dan kaki nya


Namun saat ia berusaha melepaskan ikatan nya ada seseorang yang masuk membuka pintu ruangan

__ADS_1


Ceklek


"Hay nona apa kau sudah siap" ucap lelaki bertubuh kekar memakai serba hitam dengan wajah sangar nya


"Siapa kamu" teriak Jessy


"Anda tidak perlu tau siapa saya nona" ucap lelaki itu


"Lepaskan aku" teriak Jessy menatap sengit Wajah orang di depannya


Lelaki itu tak menjawab melainkan ia berjalan ke samping Jessy lalu berjongkok membuka satu persatu kaki Jessy yang terikat


(Tunggu Kenapa aku memakai sebuah gaun) batin Jessy ketika ia bbaru sadar memakai sebuah gaun, gaun pengantin


"Kenapa aku memakai gaun pengantin" tanya Jessy


"Tentu saja anda akan menikah dengan bos saya" ucap lelaki itu dengan entengnya


Lelaki itu lalu berjalan ke arah belakang Jessy ia lalu membuka ikatan di tangan Jessy


"Anda tidak bisa Kabur nona" ucap Jessy ketika ia hendak kabur tapi gerakan nya sudah terbaca oleh lelaki di belakang nya


"Lepas" teriak Jessy memberontak


"Mohon kerjasama nya lah nona" ucap lelaki itu


"Aku tak mau menikah dengan bos mu" ucap Jessy dengan nada tinggi


"Mau tak mau anda tetap harus menikah dengan bos saya nona, karena anda telah di bayar mahal oleh bos saya" ucap lelaki itu


(Apa jadi aku di jual lalu di nikah kan dengan seorang yang aku tak mengenal nya sama sekali) batin jessy terkejut


(Tuhan inikah akhir dari semuanya) batin Jessy


Lelaki itu memegang tangan Jessy lalu menyuruh nya ikut keluar dari ruangan itu


(Mama, papa, zio tolong aku aku tak mau menikah dengan bos mereka) batin Jessy berdoa


"Anda siap nona" ucap lelaki itu memegang ganggang pintu


Jessy tak menjawab jantung nya berdetak kencang perlahan lahan pintu itu terbuka hingga akhirnya pintu itu terbuka lebar


Jessy dan lelaki itu keluar dari ruangan lalu mereka berjalan ke arah ruangan


(Apa ini sebuah hotel) batin Jessy menatap sekeliling hingga sampailah ia di sebuah pintu yang tinggi besar


"Kita sudah sampai nona bersiaplah" ucap lelaki itu memegang pintu lalu dengan perlahan pintu itu terbuka hingga terbuka lebar


Dan . . .


Lanjut besok ya jangan lupa like, vote dan komen, biar author tambah semangat terimakasih 🙏😁

__ADS_1


__ADS_2