
Mereka berjalan hingga sampai lah di depan ruangan tempat Jessy berada, Zio membuka pintu lalu masuk ke dalam
Ceklek
Semua orang menoleh ke arah Zio, di sana sudah ada keluarga Jessy keluarga Zio Belum ada karena mereka masih dalam perjalanan ke mari
"Hahah" mereka ketawa melihat penampilan Zio, zio hanya cuek saja karena ia masih belum sadar
"Kau habis dari mana nak zio" tanya mama Jessy menahan tawa nya
Zio tak menjawab ia menghampiri Jessy
"Apa bom kamu tak bisa keluar sehingga kau menjadi pria jelek" ucap Jessy
"Apa maksud mu, orang aku tampan begini kok" ucap Zio percaya diri ia belum sadar dengan penampilan nya
"Percaya diri sekali Anda" ucap Jessy tersenyum sinis
"Tentu saja, dimana bayi kita" tanya zio yang belum melihat bayi nya
"Masih ada di dalam, katanya tunggu kamu selesai dulu" ucap Jessy menunjuk perut nya
Zio membuka selimut yang di kenakan Jessy
"Tapi kok rata" ucap zio dengan polosnya
Plakk
"Aduh sayang kenapa kamu suka sekali memukul kepala ku" protes zio mengelus kepala nya
"Lagian kamu ada-ada saja" kesal Jessy
"Ada-ada saja bagaimana sih sayang aku gak paham" ucap Zio dengan wajah bingung nya
"Tau lah" ucap Jessy
"Kamu kenapa sih sayang" ucap Zio dengan muka bingung nya
"Kamu sebenarnya dari mana Kenapa lama sekali" tanya Jessy menatap Zio dengan tajam
"Aku, aku dari toilet" ucap Zio
"Kenapa lama sekali ke toilet nya apa bom atom mu susah keluar" ucap Jessy Tersenyum paksa
"Tidak, tapi" ucap Zio mau bilang soal ia di seret ke ruang bersalin tapi malu, apalagi di sini tak ada hanya Jessy melainkan ada mertua, bibi, dan asisten nya bisa-bisa ia jadi bahan ketawa semua orang batin nya
"Tapi apa" ucap Jessy menelisik wajah Zio
"Tidak ada, oh iya di mana Anak zio junior" ucap Zio mengalihkan pembicaraan
"Sebentar juga kesini" ucap Jessy
Dan benar saja tak lama seorang suster masuk ke dalam sambil membawa bayi Jessy yang di letakkan di kereta dorong khusus bayi
__ADS_1
"Selamat siang, saat nya bayi nya minum asi" ucap suster tersenyum
Dan kebetulan pula suster itu yang mengantarkan zio tadi ke ruangan jessy
(Kenapa suster itu pula, apa tidak ada suster lain apa) batin Zio kesal ia menatap suster itu dengan tajam
Jessy mengerutkan keningnya kala melihat Zio yang menatap suster itu dengan tajam
Suster yang di tatap pun salah tingkah di buat nya, salah apa aku batin suster itu
Ia mengambil bayi Jessy lalu menyerah kan pada Jessy ia lalu pamit pergi, sebelum Zio memakannya hidup-hidup
"Kamu kenapa sih" tanya Jessy melihat ke arah Zio
"Tidak apa-apa" ucap Zio tersenyum menggeleng
"Anak kita laki-laki apa perempuan?" tanya zio melihata anak nya yang sedang menyusu
"Laki-laki, apa kau tadi di toilet perut mu sakit kenapa kau lama sekali" pancing Jessy dengan nada memelas
"Tidak kok, malah lancar" ucap zio menggeleng kepala nya
"Tapi kenapa lama sekali, aku kan takut" ucap Jessy memasang wajah tak berdaya nya
"Maaf ya, bukan aku yang salah tapi salahin saja dokter yang yang menyeretku ke dalam ruang bersalin" ucap zio
Jessy mengerutkan keningnya ruang bersalin, ngapain zio kesana pikir nya, ia menatap zio, zio yang di tatap jadi tidak tega hingga tanpa sadar ia menceritakan semuanya
Zio menatap mereka sungguh malu batinnya
"Kenapa kau malah mengangguk aku kan sudah selesai melahirkan" ucap Jessy tertawa kecil
"Mana aku tau, lagi pula dokter itu galak sekali, bahkan suster yang mengenali ku pun tak berani bersuara" gerutu Zio dengan muka masam nya
"Haha, jangan bilang suster yang mengantarkan bayi kita tadi" ucap Jessy terkekeh
"Hem" zio hanya mengangguk pasrah
"Kasihan, tidak apa membantu orang dapat pahala" ucap Jessy tersenyum mengelus tangan Zio
"Ya" singkat zio matanya masih fokus pada bayinya yang asyik menyusu
"Nama anak Kalian siapa namanya" tanya mama Jessy yang sedari tadi diam saja
"Nama nya Gioniz Abramovich" ucap zio tersenyum lebar
"Nama yang bagus, panggilan nya siapa?" tanya mama Jessy
"Gio" ucap Jessy tersenyum lebar
"Nyonya, tuan bibi pamit pulang dulu ya" ucap bibi pamit pulang
"Iya bibi, hati-hati ya terimakasih sudah nemenin Jessy" ucap Jessy tersenyum lebar
__ADS_1
"Iya non, sudah kewajiban bibi" ucap bibi mengangguk
"Kalau gitu mama dan papa juga pulang pasti capek dari perjalanan
"Ya udah ya kalau gitu mama juga pulang ya" ucap mama Jessy mengangguk setuju karena ia juga merasa lelah
"Iya ma hati-hati ya" ucap Jessy dan Zio
"Iya" ucap mama Jessy
"Biar zio antar kedepan ma" ucap Zio tersenyum
Mereka lalu keluar di luar sudah ada asisten Fred dan papa Jessy yang menunggu di luar
"Asisten Fred, antar bibi, mama sama papa pulang kerumah ku" ucap zio
"Baik tuan" ucap asisten Fred mengangguk.
"Setelah mengantar mereka kembali kesini, jangan lupa membawa makanan" ucap Zio tersenyum paksa
Gleg
Asisten Fred menelan ludah nya dengan kasar melihat senyum zio
(Habis lah sudah, pasti habis ini kena hukuman dari tuan) batin asisten Fred
"Ba baik tuan" ucap asisten Fred mengangguk
"Kita pulang dulu ya nak Zio jaga Jessy dan anak mu baik-baik" ucap papa Jessy menepuk pundak Zio
"Pasti pa, hati-hati di jalan" ucap zio tersenyum mengangguk
"Iya kita pulang dulu" ucap papa Jessy tersenyum
Zio mengangguk mereka lalu pergi namun, baru satu langkah papa Jessy menghentikan langkahnya
"Nak Zio" panggil papa Jessy
"Iya pa, ada yang ketinggalan" jawab Zio
"Tidak hanya papa mau bilang, rapikan penampilan mu papa tidak mau menantu papa di sangka orang gila" ucap papa Jessy terkekeh
Tak hanya papa Jessy tapi juga mama, bibi dan asisten Fred terkekeh geli
Zio melihat diri nya, ia baru sadar jika dirinya sangat berantakan, ia langsung masuk ke dalam ruangan dengan cepat, sungguh sangat malu pikir nya
"Papa ini jadi malu kan dia" ucap mama Jessy terkekeh
"Hahaha" papa Jessy hanya tertawa kecil
Lalu mereka melanjutkan langkah nya untuk turun ke bawah pulang ke rumah zio
Kelahiran Gio membuat dunia penuh warna, mulai dari tingkah zio yang kocak, hal yang tak terduga, dan tentu saja kebahagiaan untuk semua orang
__ADS_1