
"Kenapa pagi-pagi udah melamun?" ucap zio mencolek dagu Jessy
"Tak apa-apa aku mau mandi dulu" ucap Jessy bangkit ia sengaja menghindari Zio
"Kalau begitu aku ikut" goda zio iya juga bangkit dari tidurnya
"Tidak boleh" tegas Jessy menyilang kan kedua tangannya
"Boleh tidak boleh aku tetap ikut" ucap Zio tersenyum lebar ia berdiri di hadapan Jessy
Lalu . . .
"Apa yang kau lakukan" pekik Jessy karena tiba-tiba zio memikul tubuh nya seperti memikul beras
"Mandi lah, masak mau makeup" enteng zio ia berjalan ke arah kamar mandi
"Kau tidak bolek ikut lepaskan aku" ucap Jessy memberontak memukul mukul punggung Zio
"Tidak akan" kekeh Zio ia membuka shower bathtub nya menyalakan air hangat dengan kirinya
Lalu ia menurunkan Jessy di atas closet ia mengambil botol sabun menuangkan nya pda bathtub
"Kamu keluar aku bisa sendiri" ucap Jessy berdiri merebut sabun yang baru saja zio ambil
"Aku sudah bilang aku mau ikut kamu mandi" ucap Zio tersenyum sambil menaikkan sabun yang ada di tangannya agar Jessy tak bisa menggapai nya
"Tidak mau, aku tidak mau mandi dengan mu" ucap Jessy berusaha merebut sabun itu
"Aku tidak peduli" ucap Zio terkekeh lalu meletakkan sabun pada tempat nya lalu mematikan shower nya
"Hemp" Jessy bersedekap dada ia membuang mukanya
"Heheh, cantik kalau lagi marah" goda zio merapatkan tubuh mereka
Jessy masih membuang muka ia pura-pura marah pada Zio
Cup
Satu kecupan manis mendarat di pipi Jessy
"Sudah jangan marah ayo kita mandi" ucap Zio terkekeh ia semakin suka menggoda Jessy karena baginya wajah Jessy begitu menggemaskan saat kesal
"Ih bau jigong" kesal Jessy melepaskan pelukan Zio
"Kan kamu yang duluan ngajarin aku" ucap Zio terkekeh mengingat Jessy mengecup bibir nya
"Mana ada" kilah Jessy wajahnya bersemu merah
"Ada nyatanya pipi kamu merah merona" bisik Zio pelan di telinga Jessy
Jessy merinding sendiri di buat nya ia berusaha melepaskan diri dari himpitan Zio
__ADS_1
"Lepas ih aku mau mandi" ucap Jessy menunduk malu
"Baiklah, tapi aku bantu buka bajumu ya" ucap Zio tersenyum mesum
"Ish pergi dasar mesum" ucap Jessy mendorong tubuh Zio
"Beneran tidak mau lagi pula aku sudah melihat semuanya" ucap Zio melihat Jessy dari atas sampai bawah
Jessy mengikuti arah pandang Zio ke atas sampai ke bawah
Tunggu dulu bukanya ia kemarin malam masih menggunakan gaun? tapi kenapa sekarang ia menggunakan sebuah piyama? siapa yang mengganti nya? batinnya
"Apa kau yang mengganti gaun ku" ucap Jessy melotot pada Zio
"Menurut mu" bohong Zio padahal pelayan lah yang mengganti gaun Jessy
"Kau dasar mesum, mesum kenapa kau mengganti pakaian ku tanpa izin" ucap Jessy memukuli Zio
"Lalu kalau aku izin berarti boleh melakukan nya" ucap zio menangkis pukulan Jessy
"Tetap saja tidak boleh" ucap Jessy terus memukuli Zio
"Aduh, ampun sayang ampun" pekik. zio ketika pukulan Jessy mengenai tubuh nya
"Dasar mesum" ucap Jessy semakin gencar memukuli Zio hingga mereka keluar dari kamar mandi
"Ada apa ini kenapa ribut-ribut?" tanya mama Jessy tiba-tiba muncul dari arah pintu
"Ma jangan halangin Jessy, Jessy masih mau memukuli nya" ucap Jessy mencoba meraih Zio di belakang mama Jessy
"Sebenarnya ada apa ini" ucap mama Jessy menatap Jessy zio masih di belakang punggung mama Jessy
"Dia itu mesum ma, masak pakaian Jessy di gantikan oleh zio ma" ucap Jessy dengan nafas memburu
"Lalu kenapa kan sebentar lagi kalian akan menikah" ucap mama Jessy dengan entengnya
Jessy membulatkan matanya mendengar ucapan mama nya apa tidak salah pikir nya, sedangkan zio tersenyum meledek
"Ma tapikan itu tidak baik ma, kita belum menikah" ucap Jessy semakin kesal di buat nya apalagi melihat wajah zio yang terus tersenyum meledek
"Sudah lah, cepat kamu mandi sana, kita sudah menunggu kalian di bawah untuk makan" ucap mama Jessy berlalu pergi meninggalkan Jessy sendiri karena mama Jessy menggandeng tangan zio untuk ikut keluar
"Aaakkhhh" teriak Jessy frustasi ia mengacak-acak rambut nya lalu ia masuk ke dalam kamar mandi
Brak
Pintuk terbanting dengan keras pagi-pagi sudah bikin kesal batin Jessy
Sedangkan di luar kamar mama Jessy dan Zio tertawa lebar ketika mendengar teriakkan Jessy dan pintu di banting dengan keras
"Kamu suka sekali menggoda Jessy" ucap mama Jessy tersenyum menggeleng menatap Zio
__ADS_1
"Habis nya muka Jessy lucu kalau lagi kesal ma" ucap Zio terkekeh geli
"Ada ada aja kamu ini" ucap mama Jessy menepuk pelan tangan zio
"Heheh, mama duluan saja ke meja makan aku mau mandi dulu soalnya Zio belum mandi" ucap Zio melepaskan tangannya dari mama Jessy yang sedari tadi masih di gandeng
"Baiklah mama kesana dulu, jangan lama-lama ya" ucap mama Jessy tersenyum mengangguk
"Kalian makan duluan saja ma, kalau nunggu kita takutnya Kalian keburu laper" ucap Zio tersenyum lebar
"Baiklah apa katamu" ucap mama Jessy tersenyum mengangguk
"Kalau gitu zio pergi dulu ma" ucap zio ia lalu berjalan meninggalkan mama Jessy ketika mendapat anggukan kepala dari mama Jessy
"Ada-ada aja anak itu" gumam mama Jessy berjalan ke ruang makan menghampiri keluarga zio dan keluarga Felix
"Dimana mereka jeng" tanya mama Zio melihat mama Jessy berjalan sendirian
"Mereka sedang mandi" ucap mama Jessy duduk di samping papa Jessy
"Mandi?, apa mereka mandi bersama" ucap mama zio menatap mama Jessy antusias
"Mereka mandi sendiri sendiri" ucap mama Jessy mematahkan khayalan mama Zio
"Yah aku kira, mereka mandi bersama jadi aku bisa cepet dapat cucu" ucap mama zio lesu
Mereka semua yang mendengar nya pun hanya tersenyum kecil kecuali Lily dan Al
"Ayo kita makan, kata zio tak usah menunggu mereka" ucap mama Jessy menatap semua orang
"Dari tadi dong Oma, Al sudah laper" celetuk Al tiba-tiba
Hahaha
Semua orang tertawa mendengar suara Al ternyata sudah lapar
"Apa Al salah berkata" ucap dengan polosnya
"Tidak sayang, makan lah kalau sudah lapar" ucap mama Jessy menggeleng kepala nya
"Yey, asyik, Lily ayo kita makan" ajak Al pada Lily yang sedang duduk di samping delix
Lily mengangguk lalu menatap Papa nya
"Papa mam" ucap Lily
"Iya sayang mau makan apa?" tanya delix dengan lembut menatap Lily
"Cemua" ucap Lily dengan logat anak kecil
Delix tersenyum mengangguk lalu mengambilkan makanan untuk Lily, mereka juga mulai makan
__ADS_1