Strong Single Mom

Strong Single Mom
Chapter 90


__ADS_3

"Tidak kau pasti berbohong kan" elak Mecca menatap karyawan kasir


"Maaf nona" ucap karyawan itu menggelengkan kepalanya


(Jadi dia adalah pemilik butik ini) batin Mecca menatap Jessy


(Kalau begini, aku bisa malu sama teman-teman ku) batin Mecca


Lalu Mecca mendekati Jessy meraih tangan Jessy yang di pegang tangannya pun sontak menepisnya


(Sabar Mecca demi harga diri) batin Mecca


"Nona, tadi jangan di masukkan dalam hati ya, saya tadi hanya bercanda" jilat Mecca dengan mulut manis nya


"Cih" decih Jessy


"Saya tadi tak tau kalau anda pemilik butik ini" ucap Mecca mencoba merayu Jessy


"Saya mohon jangan blokir kartu saya ya" mohon Mecca dengan memasang muka sol melas nya


"Oke, cari cincin saya sekarang" ucap Jessy tersenyum penuh arti


"Baik-baik saya akan mencarinya" ucap Mecca mengangguk patuh


"Kau juga cari, kalian juga" ucap Jessy menunjuk manager dan dua karyawan


Mereka mengangguk patuh tanpa ada yang bisa melawan tak terkecuali Mark ia juga ikut mencari karena ia di paksa oleh Mecca


Mereka mulai mencari keberadaan cincin Jessy hingga akhirnya setelah beberapa menit mencari mereka menemukan cincin itu


"Aku menemukan nya" ucap sang karyawan tersenyum lega


Mecca yang mendengar nya pun sontak menghampiri karyawan itu


"Kemarikan" ucap Mecca merebut paksa cincin itu dari tangan karyawan


Lalu menghampiri Jessy dan dan Cella yang duduk santai di atas sofa sedangkan zio ia sedang berbicara dengan pengelola mall


"Kak apa kau melepaskan mereka begitu saja?" bisik Cella


"Hem tidak semudah itu" ucap Jessy tersenyum penuh arti


"Nona ini kan cincin anda" ucap Mecca memberikan cincin itu pada Jessy


Jessy mengambilnya dari tangan Mecca lalu menyimpan nya dalam tas nya


"Jadi apakah boleh saya berbelanja di butik anda" ucap Mecca tanpa malu


"Haha belanja?, maaf nona saya tadi bilang untuk mencari cincin bukan untuk menarik ucapan saya" tegas Jessy


Glug


Mampus lah kau situ 😂


"Tapi anda" ucap Mecca kehabisan kata-kata


"Apa perlu saya putarkan ulang cctv-nya" ucap Jessy menatap tajam ke arah Mecca


"Kalau gak mau ya udah gak usah nyuruh orang nyari buat cari cincin murahan itu" ucap Mecca tersulut emosi


"Mecca sudah lah kita pulang" ucap Mark yang sudah jengah


"Diam" bentak Mecca


"Oke kalau aku tidak bisa belanja di sini merek terkenal lain nya pun masih banyak dan tak kalah dari butik gak bermutu seperti milikmu ini" ucap Mecca menunjuk semua isi di dalam butik

__ADS_1


"Oh tidak bermutu ya kenapa anda tadi mengemis ngemis tak jelas" ucap Jessy tersenyum smirk


"Kau" tunjuk Mecca


"Apa mau ngelak apa perlu saya putar kembali cctv-nya" ucap Jessy tertawa ejek


"Kau" ucap Mecca hendak menampar Jessy tapi di cegah oleh seseorang


"Siapa kau lepas" ucap Mecca menatap tajam orang yang mencekal tangan nya


"Jangan sentuh nona kami" ucap orang yang memegang tangan Mecca


Jessy mengerutkan keningnya siapa dia, ia menatap orang di depan nya, memakai baju biasa badan kekar tegak muka menyeramkan


"Lepas sakit" ucap Mecca kesakitan kala orang itu memegang tangan nya dengan sangat kuat


"Lepaskan tangan nya" ucap Mark menatap tajam orang itu


"Sudah sudah lepaskan dia" ucap Jessy melihat muka Mecca yang merah karena menahan sakit


"Awas saja kau" ucap Mecca memgambil tas nya lalu pergi meninggalkan butik dengan perasaan kesal marah menjadi satu


"cih" decih Jessy


"Nona maafkan saya yang telah lali menjaga anda" ucap orang itu menunduk kan kepala nya


"Tetap di sini" ucap Jessy menunjuk orang itu karena ia ingin tau siapa yang yang mengutus nya


Orang itu mengangguk lalu ia berdiri di samping Jessy


"Kalian bertiga, saya pecat" ucap Jessy tanpa basa-basi


"Nona kami mohon jangan pecat kami" ucap mereka


"Cella mana uang nya" ucap Jessy tanpa mendengar kan ucapan mereka


Pakk


"Ini gaji kalian full bulan ini tanpa bonus silahkan keluar" ucap Jessy melemparkan amplop coklat itu di atas meja


"Nona kami mohon" ucap mereka memohon


"Pergi atau aku suruh dia menyeret kalian" ucap Jessy menujuk orang di samping nya


"Tapi" ucap mereka


"Satu, dua, ti" ucap Jessy mereka lalu bergegas pergi sebelum Jessy mengucapkan angka tiga


"Kalian yang di sini dengar baik-baik, jangan sekali-kali kalian memandang rendah orang lain dari penampilan nya" ucap Jessy dengan tegas


"Jadikan hari pembelajaran buat kalian, silahkan kalian lanjutkan pekerjaan Kalian" ucap Jessy


Mereka lalu mengerjakan pekerjaan kembali


"Kamu ikut aku" ucap Jessy berdiri menunjuk orang di samping nya


"Carla, jaga di sini, kalau zio datang sirih keruangan ku" ucap Jessy menatap Carla


"Siap Kaka" ucap Carla tersenyum mengangguk


Kemudian Jessy berjalan ke arah ruangan nya di ikuti oleh orang itu


"Nama kamu siapa" tanya Jessy ketika mereka sudah berada di ruangan nya


"Nama saya Jo Nona" ucap Jo menundukkan kepalanya

__ADS_1


"Siapa yang menyuruh mu?" tanya Jessy menatap Jo


"Saya di tugas kan oleh tuan Felix nona" ucap Jo


"Felix?" ucap Jessy bingung


"Iya nona, kami di tugaskan untuk menjaga keluarga tuan Felix nona" ucap Jo


"Lalu berapa banyak yang mengikuti ku" ucap Jessy


"Kami menjaga anda bergantian nona" ucap Jo


"Nona" panggil Jo


"Ya" jawab jessy


"Em" ucap Jo ragu


"Tolong jangan katakan ini pada tuan Felix, saya mohon nona" ucap Jo memohon


"Memang nya kenapa kalau aku kasih dia" ucap Jessy


"Saya mohon nona, saya tidak mau di pecat" ucap Jo memohon


"Lalu di mana kau tadi?" tanya Jessy


"Kebetulan tadi saya pergi ke toilet sebentar nona, lalu ketika saya balik lagi saya dapat telepon dari rumah" jujur Jo


"Apa ada masalah?" tanya Jessy


"Tidak nona" bohong Jo


"Katakan atau aku kasih tau pada Felix" ancam Jessy karena ia tau Jo punya masalah sendiri


"Istri saya pingsan sekarang dia ada di rumah sakit nona" ucap Jo


"Kau kembalilah temani istrimu" ucap Jessy menatap Jo


"Tapi bagaimana dengan anda nona" ucap Jo ragu


"Aku tidak apa-apa sebentar lagi tunangan saya datang" ucap Jessy


"Tapi nona" ucap Jo masih ragu


"Pergilah" ucap Jessy tersenyum mengangguk


"Baiklah nona, tapi saya mohon sekali lagi tolong jangan beri tau tuan feix nona" mohon Jo


"Aku tidak akan mengatakan nya tapi lewat orang lain bisa, tapi saya jnain kamu tidak akan di pecat, jika kamu di pecat cari saya" ucap Jessy tersenyum


"Terimakasih banyak nona" ucap Jo tulus


"Sama-sama, sebelum pergi tunggu sebentar" ucap Jessy berdiri lalu keluar


Tak lama ia kembali ke dalam sambil menenteng sebuah paper bag


"Ini tanda perkenalan dari saya" ucap Jessy memberikan paper bag itu


"Tapi nona" ucap Jo tak enak hati


"Ambil lalu keluar lah, jika tidak keburu tunangan saya datang, kamu bisa habis di tangan nya" ucap Jessy berbohong


"Baik nona terimakasih banyak atas semua nya, kalau begitu saya pamit" ucap Jo tulus


"Hati-hati di jalan semoga istri mu cepat sembuh" ucap Jessy mengangguk

__ADS_1


Jo mengangguk lalu ia keluar meninggalkan Jessy


__ADS_2