
Setelah bergumam Delic pun langsung bergegas pergi karena ia masih ada urusan setelah makan siang
Sore hari Di apartemen seseorang terlihat dua orang sedang adu mulut, satu laki-laki dan satu lagi perempuan, adu mulut cukup lama terjadi karena dua orang itu tak ada yang mengalah sama sekali
"Kau tak bisa begitu apakah kamu tak mau berubah hah" bentak laki-laki itu
"Untuk apa aku berubah aku sudah suka kehidupan ku sekarang" ucap wanita itu
"Ingat kita sudah tak ada hubungan apapun, dan jangan pernah temui aku lagi" imbuh wanita itu
"Baik, ingat jika suatu nanti kalau kau menyesal jangan cari aku" ucap lelaki itu lalu keluar menutup pintu apartemen dengan kencang
Brak
"Cih" decak wanita itu ia lalu menikmati minuman soda berwarna merah itu menikmati setiap sesap demi sesap matanya menatap kosong pikirannya entah kemana, yang ada di otaknya sekarang hanyalah kata 'Aku tak akan menyesal'
Kemudian wanita itu berjalan ke arah balkon merasakan setiap angin malam yang berhembus
Sedangkan di kantor zio Jessy sedang membereskan semua barang nya begitu pun zio ia sedang memakai jas nya bersiap untuk pulang ke rumah
Ceklek
Pintu terbuka berbarengan dari ruangan Jessy dan ruangan Zio
"Selamat sore tuan" sapa Jessy namun Zio hanya diam ia masih merasa kesal atas kejadian siang tadi
"Kenapa dengan tuan Zio" gumam Jessy bingung ia pun mengikuti langkah zio
Mereka berhenti di depan lift menunggu lift terbuka tak lama pintu lift terbuka
Ting
"Silahkan tuan" ucap Jessy tersenyum berusaha mencairkan suasana namun tetap sama Zio hanya diam menatap Jessy pun tidak
Ting
pintu lift kembali tertutup
(Sebenarnya dia itu kenapa sih, dari tadi diam saja biasnya kan selalu bikin orang kesel) batin Jessy
Ia menatap zio yang sedang bersedekap dada wajah datar
Ting
Pintu lift kembali terbuka mereka keluar dari lift
"Selamat sore tuan" sapa karyawan yang melihat zio lewat di hadapan nya
"Hem" dehem Zio sebagai jawaban
Sontak Jessy bingung sendiri apa tuan Zio marah dengan nya pikir Jessy
(Sudahlah bukan urusan ku) batin Jessy ia pun berjalan menghampiri Delic yang sudah menunggu nya di depan pintu kantor
(Tidak mau minta maaf marai nyelonong aja dasar wanita) batin zio kesal ketika Jessy melewati nya begitu saja
(Hebat sekali baru beberapa jam kenal langsung di jemput pulang) batin Zio melihat Jessy dan Delic
Zio pun berjalan ke arah mobilnya masuk ke dalam dan menutup pintu mobil nya dengan kasar
Sang sopir pun terkejut dan hanya bisa mengelus dada apalagi melihat raut wajah Zio yang menyeramkan dan sopir itu pun bergegas menjalankan mobilnya sebelum terkena semprot
__ADS_1
"Hay sudah nunggu lama ya" ucap Jessy
"Enggak kok batu aja tiba" ucap Delic tersenyum
"Benarkah?" tanya Jessy tersenyum
"Iya ayo masuk kita jalan sekarang" ucap Delic membukakan pintu mobil
"Terimakasih" ucap Jessy tersenyum ia masuk ke dalam mobil
Delic berlari mengitari mobil ia membuka pintu kemudi lalu duduk di sana dan menutup pintu nya kemudian ia menjalankan mobilnya menuju apartemen
"Kita nanti kemana?"Tanya Delic
"Kau maunya kemana?" tanya balik Jessy
"Terserah kau saja ngikut" ucap Delic tertawa
"Bagaimana kalau kita keliling kota aj sekalian biar kamu tau jalan" ucap Jessy tersenyum.
"Ide bagus baiklah kita keliling kota" ucap Delic menyetujui ajakan Jessy
"Baiklah" ucap Jessy mengangguk
Mobil mereka melaju memecah jalanan kota kini beberapa menit kemudian mereka telah sampai di apartemen
"Nanti aku datang ketuk pintu jika sudah siap" ucap Jessy ketika mereka sudah berada di depan pintu masing-masing
"Oke, sampai jumpa nanti" ucap Delic
Jessy mengangguk lalu mereka masuk ke kamar masing-masing
"Mommy" ucap baby Al kegirangan
"Mommy mandi dulu ya nanti kita jalan-jalan" ucap Jessy
"Mau kemana non keliatan seneng banget" tanya mbok Eem tersenyum
"Mau nemenin teman mbok" jawab Jessy
"Teman?, laki-laki apa perempuan non?" tanya mbok Eem tersenyum lebar
"Tetangga baru mbok kebetulan dia rekan kerja Jessy" jelas Jessy
"Oh rekan hidup juga gak papa non" goda mbok Eem
"Mana ada mbok udahlah Jessy mandi bau asem" ucap Jessy berlalu ke kamar nya
"Gak mandi tetep cantik kok non" goda mbok Eem
"Cantik tapi bau kalau gak mandi" ujar Jessy
"Tinggal semprot pake minyak wangi non" ucap mbok Eem terkekeh
"Apa sih mbok" ucap Jessy lalu masuk ke kamar nya
"Cie malu non" goda mbok Eem tertawa lebar
(Mbok doakan semoga segera dapat jodoh non) batin mbok Eem mengelus kepala baby Al
Beberapa menit kemudian Jessy udah rapi dan untuk pergi ia juga tak lupa membawa perlengkapan baby Al
__ADS_1
"Sudah mbok" ucap Jessy menghampiri mbok Eem dan baby Al
"Udah non kok tambah cantik non" ucap mbok Eem tersenyum
"Apa sih mbok udah ah, ayo kita keluar bareng kemalaman nanti takutnya" ucap Jessy menggendong baby Al
"Cie udah gak sabar ketemu pacar ya" goda mbok Eem
"Mana ada mbok, tetangga doang" ucap Jessy
"Tetangga ya nanti juga jadi suami" goda mbok Eem semakin menjadi jadi
"Terserah mbok Eem aja" ucap Jessy pasrah
"Iya non iya" ucap mbok Eem mereka keluar dari pintu
Jessy berjalan ke depan sedangkan mbok Eem berjalan ke arah lift untuk turun ke bawah
"Pencet sayang" ucap Jessy pada baby Al menyuruh Nya untuk menekan tombol bell
Ting tong
"Pinter nya anak Mommy" puji Jessy tersenyum lebar
Tak lama kemudian pintu kamar apartemen Delic terbuka
"Oh udah siap ya" ucap Delic ketika melihat Jessy dan baby Al ada di depan kamar nya
"Iya om baby Al udah ganteng" ucap Jessy seperti anak kecil
"Gemesnya pipi bakpao" ucap Delic tersenyum sambil mencubit pipi baby Al
"Mommy" ucap Baby Al menunjuk Delic dengan wajah berbinar-binar
"Iya om Delic namanya yang nyelamatin baby" ucap Jessy tersenyum
"Papa" ucap baby Al tiba-tiba
Jessy yang mendengar nya pun membulatkan matanya, Delic pun ikut terkejut
Deg
Deg
jangung mereka berdetak kencang perasaan aneh menjalar keseluruh tubuh
"Dia bukan papa baby Al sayang" ucap Jessy
"Papa" ucap baby Al mengulangi kata nya tanpa menghiraukan ucapan Jessy
"Maaf ya" ucap Jessy tak enak hati
"Jangan gitu sayang" ucap Jessy memperingati baby Al
"Namanya juga anak kecil" ucap Delic
"Papa" ucap baby Al lagi
"Baby" tegas Jessy pada baby Al karena Jessy tak mau baby Al memanggil orang sembarangan
Baby Al menatap Jessy tanpa berkedip lalu tiba-tiba
__ADS_1