
"Bagaimana rumah nya cocok dengan mu" ucap Bu Ratna setelah mereka berkeliling melihat rumah nya
"Bagus Bu saya ambil ini aja, tapi kalau mulai besok saya pindah ke sini bisa?" tanya Jessy
"Bisa nanti ibu suruh orang buat bersihin tempat ini" ucap Bu Ratna tersenyum mengangguk
"Baik kita deal" ucap Jessy menjabat tangan Bu Ratna
"Deal" ucap Bu Ratna menerima jabatan tangan Jessy
Setelah semua selesai Jessy dan mbok Eem pamit untuk pulang karena Jessy masih harus membeli sesuatu untuk kebutuhan penjualan nya
Di kantor Zio, ia sedang sedang fokus mengerjakan pekerjaan nya yang cukup melelahkan bahkan ia merasa keteteran karena hari ini dan seterusnya ia akan sibuk meeting mendatangi berkas, meninjau proyek atau meeting di berbagai tempat
Tok tok tok
"Masuk" teriak dari dalam
"Maaf tuan sudah waktunya untuk meeting perusahaan generic sudah menunggu di ruang rapat" ucap salah satu staf
"CK, saya ke sana sekarang" kesal Zio ia meletakkan bolpoin nya dengan kasar menutup dokumen yang ia baca ia berdiri lalu berjalan mendahului staf tersebut
Kreekk
"Kita mulai rapat Sekarang" ucap Zio ia kemudian duduk di kursinya
"Mana berkas rapat hari ini" ucap Zio entah sama siapa
"Maaf tuan, anda berbicara dengan siapa?" tanya tuan Jhon dari perusahaan generic yang heran karena Zio berbicara sendiri
"Maaf, bisa kalian mulai dulu presentasi nya" ucap Zio tanpa menjawab pertanyaan jhon
"Baiklah" ucap Jhon mengangguk lalu menyuruh sekertaris nya mempresentasikan dokumen dari pihak generic
(CK sial, gara-gara mecat dia semua jadi keteteran, selama ini dia yang selalu mengatur semua nya) batin Zio kesal
Ia pun menghubungi salah satu stafnya untuk mengambilkan dokumen nya karena ia lupa membawa nya
Pemecatan Jessy membuatnya keteteran apalagi asisten Ed belum kembali dari luar negeri karena masalah di sana belum juga selesai mungkin dalam waktu dekat ini zio pun akan menyusul asisten Ed
Lima hari kemudian
Terlihat di rumah baru Jessy sudah ada calon pembeli yang memasuki butik nya
"Selamat siang, selamat datang di butik AJ, silahkan anda bebas memilih jika anda perlu bantuan bisa panggil saya" ucap Jessy tersenyum ramah
Calon pembeli itu pun mengangguk tersenyum lalu mulai melihat baju apa saja yang di jual oleh Jessy
__ADS_1
Ya tiga yang lalu Jessy sudah mulai menjalankan bisnisnya membuka sebuah butik tempat yang strategis membuat nya mudah menarik perhatian orang untuk datang berkunjung ya walau hanya melihat lihat saja
"Bagaimana hari ini rame?" tanya mbok Eem menghampiri Jessy
"Lumayan mbok" ucap Jessy tersenyum melihat calon pembeli memilih baju
"Sabar ya, namanya juga baru mulai usaha" ucap mbok Eem mengelus lengan Jessy
"Iya mbok Jessy ke sana dulu ya" ucap Jessy berjalan ke arah pembeli yang hendak membayar
"Terimakasih, semoga datang kembali" ucap Jessy tersenyum
(Cukup melelahkan ya buka butik ini aja baru setengah hari, semangat Jessy demi baby Al) batin Jessy menyemangati diri sendiri
"Nak Jessy" panggil mbok Eem
"Iya mbok" Jessy pun menoleh ke arah mbok Eem
"Sana makan dulu biar mbok Eem yang gantiin" kata mbok Eem
"Nanti mbok Jessy belum laper" ucap Jessy menggeleng
"Eh sekarang makan nya jangan nanti nanti, entar kamu sakit lagi kalau telat makan" ucap mbok Eem
"Tapi mbok" ucap Jessy enggan beranjak dari tempat nya
Jessy pun pasrah ia berjalan ke atas menaiki tangga ia membuka sekat tangga agar baby Al tidak bisa turun sembarangan dari tangga ia menutup nya kembali
Lalu menghampiri baby Al yang terlelap sambil memeluk guling mengelus kepalanya, kemudian ia berjalan kembali ke arah meja yang sudah tersedia makanan cepat saji
Dan ia pun mulai makan makanan nya sambil melihat pemandangan kota dari kamar lantai dua nya
Sore hari di sebuah bandara terlihat seseorang berjalan dengan tegak, pandangan lurus ke depan aura di pancarkan nya sungguh sangat menyeramkan ia adalah Delic
Sesuai perkataan nya ia akan meninjau proyek yang ia kerjakan bersama Zio, dan inilah ia sekarang lebih datang dari waktu perkiraan
"Apa kau sudah menghubungi tuan Zio" tanya Delic pada asisten nya
"Sudah tuan, tuan Zio pun menyetujui nya besok mereka akan menemani anda melihat pembangunan proyek tersebut " jawab asisten Delic
"Antarkan aku hotel saja" ucap delic ketika mereka menaiki mobil
"Baik tuan" ucap asisten delic
Mobil delic pun berlalu memecah jalanan kota menuju sebuah hotel berbintang untuk menginap, ia saat ini tak mau untuk pulang ke apartemen nya lebih dahulu
Sampai di hotel delic pun segera turun dari mobil nya dan berjalan masuk ke dalam dengan asisten nya yang selalu mengikutinya
__ADS_1
Pagi harinya di kantor Zio
"Jika nanti perusahaan delic datang kasih tau saya" ucap zio pada sekertaris barunya
"Iya tuan" ucap sekertaris nya
Kring kring
Bunyi ponsel zio berdering terlihat nama asisten Ed tertera di layar ponsel nya ia pun langsung mengangkat nya
"Hallo" ucap Zio tangannya melambai menyuruh sekertaris nya keluar dari ruangan nya
"Hallo, maaf tuan mengganggu tapi saya ingin sampaikan kalau di sini membutuhkan anda, masalah di sini semakin rumit jika anda tidak datang kesini" ucap asisten Ed
"Huh baiklah tunggu saya tiga hari lagi saya akan kesana, saya akan menyelesaikan urusan saya di sini terlebih dahulu" jelas Zio
"Baik tuan, serahkan semua urusan anda pada nona Jessy pasti semua bisa teratasi selagi Anda berada di sini" ucap asisten Ed yang belum tau jika Jessy sudah di pecat
"Hem" dehem Zio lalu menutup telfonnya
(Jessy, heh, kenapa selalu ada dalam pikiran ku hah) batin Zio memang akhir-akhir ini nama Jessy selalu terlintas dalam pikirannya
"Jika kau menyesal Jangan mencariku" ucap Jessy
"Jangan sampai kau menyesal" ucap Willy dan bara
Kata itulah yang selalu muncul di pikiran Zio seolah seperti rekaman yang berputar terus menerus
"Sial" umpat zio ia lalu membuka ponsel nya menghubungi seseorang
"Hallo baby" ucap orang di sebrang sana siapa lagi kalau bukan Anette
"Kau sedang apa baby" ucap Zio beranjak dari duduknya
"Ini sedang membaca dialog soal iklan terbaru aku" ucap Anette
"Berapa lama kau ada di sana?" tanya Zio karena memang Anette bilang jika ia harus pergi ke luar negeri untuk iklan
"Em sekitar satu bulan kalau gak ada kendala, memang kenapa kangen aku ya" ucap Anette terkekeh
Zio diam saja entah kenapa ia ragu perasaannya pada Anette sekarang ini
"Hallo Zio, apa kau masih Di sana" ucap Anette karena zio diam saja
"Ah aku tutup ya, aku ada meeting" ucap zio lalu menutup telfonnya
Ia memandang pemandangan kota dari jendela besar nya matanya lurus ke depan entah apa yang ia rasakan saat ini ia pun juga tidak tau, seperti ada yang hilang dalam dirinya
__ADS_1