
Akhirnya mobil yang mereka tumpangi sampai di rumah sakit dengan bergegas mereka turun lalu memeriksakan keadaan baby Al pria itu pun tak luput ikut cemas dengan keadaan baby Al
"Bagaimana keadaan anak saya dok" tanya Jessy dokter yang keluar setelah memeriksa baby Al
"Ibu tenang saja anak ibu baik-baik saja, dia hanya demam biasa seperti pada umumnya" ucap dokter itu tersenyum
Semua orang bernafas lega
"Syukurlah" lega Jessy
"Kalau begitu saya permisi dulu" ucap dokter lalu pergi meninggalkan mereka
"Ayok kita masuk mbok" ucap Jessy menarik tangan mbok Eem
Mbok Eem mengikuti langkah Jessy sedangkan pria itu menatap baby Al dari balik pintu ia lalu melangkah menjauhi ruangan baby Al ia menuju tempat dokter yang memeriksa baby Al ia pastikan apa yang dokter itu ucapan benar
Tok tok tok
"Masuk" ucap dokter dari dalam
"Ada yang bisa saya bantu tuan" ucap dokter itu menatap pria itu
"Saya ingin bertanya dokter" ucap pria itu
"Boleh, silahkan duduk kalau begitu" ucap dokter mempersilahkan
"Terimakasih dok, em bagaimana keadaan anak sa tadi dok" tanya pria itu
"Em tuan tidak perlu khawatir kan anak tuan baik-baik saja dia hanya demam biasa" ucap dokter tersenyum
"Kalau baik-baik saja kenapa bisa sakit dok" ucap pria itu
Dokter itu tersenyum lebar mendengar penuturan pria itu
"Apa tuan selama ini jarang menemani anak anda, atau bisa di kata lain anda jarang berada di rumah?" tanya dokter pria itu mengangguk karena memang ia belum pernah sama sekali tinggal bersama baby Al melihat nya pun ia dengan sebuah foto apalagi bermain dengan baby Al
"Itu mungkin bisa di katakan anak anda merindukan anda tuan" ucapa dokter itu tersenyum lebar
Pria itu pun terpaku mendengar ucapan dokter ia tak menyangka baby Al akan merindukan nya
"Kalau begitu saya permisi dulu dokter, tolong jangan bilang siapa-siapa termasuk ibu anak itu" ucap pria itu
"Em baiklah" ucap dokter itu mengangguk
"Terimakasih dok" ucap pria itu lalu keluar setelah dokter itu mengangguk
(Daddy tak menyangka jika kamu merindukan Daddy nak, maafin Daddy jika Daddy telat mengetahui keberadaan mu, Daddy akan beri perhitungan pada ibu kandung mu yang tak patut kau panggil ibu) batin pria itu antara sedih senang marah campur menjadi satu
Pria itu mengelus jendela kaca yang memperlihatkan baby Al terbaring lemah di atas bangkar
__ADS_1
(Cepat sehat sayang biar kita bisa main bersama) batin pria itu lalu ia pergi meninggalkan baby Al
Ia berjalan dengan pandangan lurus ke depan merogoh saku celananya mengambil ponselnya lalu menekan beberapa tombol menempel kan nya di telinga
"Hallo tuan"ucap sebrang sana
"Jemput saya di rumah sakit Xx" ucap pria itu lalu menutup telfonnya
Tak beberapa lama asisten nya datang menjemput pria itu
"Kita bar"Ucap pria itu
"Baik tuan" ucap asisten nya mengangguk
Di tengah perjalanan asisten nya menatap tuannya dengan heran bukanya tadi tuanya menggunakan mobil lalu di mana mobilnya, terus kenapa tuannya ada di rumah sakit apa tuannya menabrak seseorang apalagi melihat raut wajah nya sangat menyedihkan
"Tuan?" panggil asisten nya karena ia sudah gatal ingin berbicara
"Tuan apa menabrak seseorang?" tanya asisten nya hati-hati
Pria itu menatap heran asisten nya
"Bukankah tadi anda menyetir mobil sendiri lalu di mana mobilnya, terus kenapa anda ada di rumah sakit" jelas asisten nya
"Huh" pria itu menghela nafas panjang ia memandang keluar dari jendela mobilnya
"Baby Al sakit" ucap pria itu dengan pelan
"Memang tuan muda sakit apa tuan muda tidak apa-apa kan tuan?" tanya asisten nya
Pria itu menggelengkan kepalanya ucapan dokter tadi terlintas dalam pikirannya
"Aku tak menyangka jika kehadiran ku di harapkan oleh anakku" lirih pria itu tapi asisten nya bisa mendengar
"Lalu kenapa tuan tidak langsung saja mengatakan mereka yang sebenarnya?" tanya asisten nya
"Sudah beberapa tahun, jika aku mengatakan langsung pada nya mungkin mereka akan mengira jika aku berbohong, walau ada bukti kuat aku tak mau membuat mereka merasa tak nyaman, apalagi seperti nya baby Al sangat menyayangi mommy angkatnya" jelas pria itu
"Aku tak mau membuat baby Al dan mereka tak nyaman dengan keberadaan ku" imbuhnya
Asisten nya mengangguk membenarkan ucapan tuanya paling tidak mereka lah yang paling berjasa yang telah merawat tuan muda nya saat ini
Mobil mereka telah sampai di sebuah club mereka lalu turun masuk ke dalam club yang terlihat masih sepi karena masih siang hari
Di kantor seseorang yang kini sedang merindukan seseorang siapa lagi kalau bukan Zio
Kring kring
Bunyi ponsel nya menandakan ada sebuah telfon masuk ia segera mengangkat nya karena tak sabar mendapatkan informasi tentang Jessy
__ADS_1
"Cepat katakan" saut Zio sebelum anak buahnya berbicara
"Jessy Aderson anak dari pasangan nyonya Aderson dan tuan Aderson, dia merupakan anak tunggal dan bukan berasal dari kota ini, lulusan S1 bidang bisnis, dan memiliki satu orang anak tuan, itu saja yang saya dapatkan tuan" ucap anak buahnya
"Lalu apa kau dapatkan tentang anak itu" tanya Zio
"Kami akan mencari tahu lagi tuan karena informasi tentang anak itu tak ada informasi sedikitpun" ucap anak buahnya
"Cepat cari siapa anak yang sekarang bersama nya" ucap zio menutup telfonnya
Ia menghela nafas panjang
"Masih banyak kebenaran yang belum ku temukan" ucap zio memandang langit-langit kantor
Di tempat lain waktu yang sama
"Buat apa kau kesini lagi, keluar" bentak seseorang
"Kenapa reaksi mu begitu melihat ku aku kan hanya mampir melihat mu saja" ucap orang itu duduk di atas sofa tanpa izin
"CK wanita murahan seperti mu tak pantas melihat ku" decak pria itu sambil menekan sesuatu
"Oh tak pantas ya, dan mereka lagi lebih tak pantas melihat mu" kekeh wanita itu
Ceklek sebelum pria itu menjawab masuklah seorang asisten dan dua orang security
"Usir wanita ular ini jangan sampai dia berani masuk ke dalam kantor ku" ucap pria itu dengan geram menunjuk wanita itu
"Tak perlu kau usir aku bisa keluar sendiri" ucap wanita itu berjalan ke luar namun saat sampai di depan pintu ia mengatakan sesuatu
"Kau tau, aku kesini ingin mengatakan sesuatu" ucap wanita itu sengaja menggantung ucapannya
Tapi pria itu tak peduli ia malah semakin geram melihat wajah wanita itu yang tak tau Malu
"Seret dia" bentak pria itu tanpa mempedulikan wanita itu
Dua security itu mengangguk lalu memegang tangan wanita itu menyeretnya keluar ruangan
"Aku pernah melahirkan seorang anak hahaa" teriak wanita itu saat keluar dari ruangan pria itu
Dua security itu pun masih menyeret wanita itu sampai di depan kantor
Di dalam ruangan pria itu pun menggebrak meja dengan kasar membuat asisten nya terkejut
"Eh lobster enak di makan, enak di makan" latah asisten nya, dengan secepat kilat asisten nya langsung menutup mulutnya ia menatap atasan nya
Tuan nya juga menatap nya heran
"Aku sedang marah kenapa kau malah melawak di sini" kesal pria itu mendudukkan dirinya di kursi kebesaran nya
__ADS_1
(Ya Tuhan kenapa aku di bilang ngelawak) batin asisten nya sambil mengangguk pasrah karena apa yang di bilang tuanya adalah benar tak ada yang salah pikir nya