Strong Single Mom

Strong Single Mom
Chapter 70


__ADS_3

Di sisi angel ia kesal lantaran Delix tak pulang-pulang, biasanya jika ia mengusir Delix maka pagi hari nya saat membuka pintu Delix sudah berada di depan pintu namun nihil ini tak ada sama sekali bau parfum Delix tak ada


"Ish kenapa belum pulang, bagaimana kalau nanti Emily mencari nya" gerutu angel ia mondar-mandir di kamar nya


Tak lama pintu kamarnya di ketuk dari luar


Tok tok tok


"Nyonya nona Emily sudah bangun ia menangis mencari anda" ucap pelayan menggendong Emily yang menangis


"Tuh kan apa yang aku bilang" ucap Angel mengacak rambut nya


"Nyonya" ucap pelayan itu lagi karena tangis Emily tak henti-hentinya


"Iya sebentar" saut angel


"Awas saja kau Delix" ucap Angel berjalan menghampiri pintu lalu membuka pintu di depan pintu sudah ada pelayan yang lega akhirnya nyonya nya membuka pintu sedangkan Emily sudah merentangkan kedua tangannya


"Mommy" ucap Emily berhambur dalam gendongan angel saat angel mengambil Emily dari gendongan pelayan


"Kau boleh kembali bekerja" ucap Angel lalu menutup pintu namu tak sampai beberapa detik pintu itu terbuka kembali


"Tunggu" ucap Angel membuka pintu beruntung sang pelayan belum beranjak dari tempatnya


"Iya nyonya ada perlu apa?" ucap pelayan tersenyum ramah


"Tolong buatkan bekal sarapan buat Emily saya tidak usah " ucap Angel


"Tapi buat apa nyonya, nyonya mau pergi?" tanya pelayan heran


"Iya mau pergi tangkap buaya darat" ucap Angel tersenyum penuh arti


"Jangan lupa ya, kita pergi mandi dulu" ucap Angel menutup pintu


Sang pelayan kebingungan hanya menggaruk kepalanya menatap pintu kamar angel lalu ia pergi meninggalkan kamar angel


(Ada-ada saja nyonya) batin sang pelayan


Di sisi zio ia bangun sudah siap pergi ke kantor dengan setelan jas nya ia lalu mengambil jam Tangan yang ia letakkan di meja samping korden balkon


Ia kemudian melirik ke arah balkon


"Apa mata ku kemarin bermasalah ya" ucap Zio saat matanya melihat rumah Jessy


"Jelas-jelas ia tidak ada di rumah itu" gumam Zio


"Entahlah lebih baik aku pergi dulu, agar aku bisa pulang lebih cepat rasanya badanku seperti kurang sehat" gumam zio ia menyambar kunci mobilnya lalu keluar pergi ke kantor


Di Mansion Felix setelah terjadi keributan kini mereka sedang bersantai di ruang keluarga


Jessy sedang menyelesaikan desain baju nya bersama dengan Al yang sedang menggambar di samping jessy, Delix sedang menikmati cemilan dengan sangat sangat nikmat

__ADS_1


"Sayang" panggil Felix pada Al


Al menoleh ke arah Daddy nya, begitu juga delix yang penasaran akan hal itu


"Sini duduk dengan Daddy, Daddy ingin berbicara dengan mu" ucap felix lembut menepuk sofa di samping nya


Al mengangguk meletakkan krayon nya lalu berdiri menghampiri Felix duduk di samping kanan Felix


Jiwa kepo delix muncul di ubun-ubun ia ikut berdiri lalu berjalan menghampiri Felix duduk di samping kiri Felix jadi Felix duduk di tengah diantara mereka berdua


"Kenapa kau ikut ke sini juga?" ucap Felix mendelik


"Hehehe" bukan menjawab Delix malah menyengir kuda


"CK" decak Felix tak suka


"Sudahlah kak, hiraukan saja aku di sini kak silahkan kalain berbicara" ucap delix memakan cemilan nya


"Anggap saja itu ghost Daddy" ucap Al menunjuk delix lalu cekikikan


Jessy yang mendengar pun tertawa kecil


"Diam kau Jessy," kesal delix karena di anggap hantu oleh anak nya sendiri


"Sudah lah kau kan memang hantu, pulang tak di antar datang tak di jemput" ucap Felix dengan muka biasa nya


"Terserah kalian saja lah" ucap delix pasrah


(Emang author ini suka bully gue dalam cerita) batin delix


"Beberapa hari dad pasti satu Minggu lebih" tebak Al menatap Felix


"Em" ucap Felix mengangguk pasrah


"Tapi Daddy usaha kan agar Daddy tak pergi mencapai satu Minggu" ucap felix menyakinkan Al


"Huh, Daddy pergilah Al tidak apa-apa kan masih ada mommy dan aunty angel ada Emily juga" ucap Al tanpa menyebut delix


Delix pun protes karena ia sendiri tak di sebut


"Aku" ucap delix menatap Al


"Enggak Daddy kan ghost" ucap Al terkikik geli


"Ya hantu ini akan menakut-nakuti kalian" ucap delix mengangkat tangannya layak nya sosok ghost


"Ih takut" ucap Al pura-pura takut


"Sudah pergi sana ganggu saja" ucap Felix mengusir delix


"CK pelit" ucap delix kembali ke tempat nya semula

__ADS_1


"Jadi bagaimana sayang kamu tidak apa-apa?" ucap Felix


"Al tidak apa-apa Daddy, Daddy pergilah urus pekerjaan Daddy dengan baik tak usah buru-buru pulang Al tidak mau Daddy ke capaian" ucap Al tersenyum manis


"Benarkah?" ucap Felix tak percaya jika Al mengerti dirinya karena Al paling lengket dengan nya ia takut jika Al tidak rela dengan kepergian nya tapi siapa sangka Al malah justru membiarkan nya pergi


"Ya, Tapi apa boleh Al minta sesuatu Daddy" ucap Al menatap Felix


"Katakan lah" ucap Felix tersenyum mengangguk


"Apa boleh Al tinggal di rumah mommy" ucap Al takut-takut


"Tentu saja, tapi jangan ngerepotin mommy Jessy ya" ucap Felix tersenyum lebar


"Terimakasih Daddy" ucap Al seang memeluk Felix


"Daddy yang seharusnya terimakasih" ucap Felix membalas pelukan Al


Kedua ayah dan anak itu berpelukan dengan kasih sayang namun pelukan mereka terganggu oleh Sura teriakan


"Daddy buaya" teriak seseorang dari arah pintu utama


"Suara siapa itu" ucap Felix terkejut Al menggeleng kepala nya tak tau


Sedangkan Jessy tersenyum karena ia tau suara siapa itu


Sedangkan delix ia mati kutu cemilan yang ia akan makan berhenti di mulut nya


"Daddy buaya where are you" teriak suara itu lagi yang masih belum menampakkan dirinya


"Uhuk uhuk" delix tersedak cemilan nya yang masih berada di mulut nya karena tanpa sadar ia menelan cemilan itu ketika mendengar teriakkan itu


Semua orang menatap ke arah Delix


"Daddy, Daddy delix tersedak makanan" ucap Al menunjuk delix


"Jangan khawatir kan itu sayang, khawatir kan nanti kalau pemilik suara itu menghajar Daddy mu" ucap Felix yang sudah tau itu suara siapa


"Kenapa bagitu Daddy" tanya Al dengan muka polos nya


"Lihat" ucap Felix menunjuk ke arah angel menggendong Emily dengan wajah merah padam, sedangkan wajah Emily terdapat sisa-sisa cairan bening di wajahnya


"Itu pemilik suara nya sudah di pastikan Daddy mu tak akan selamat" ucap Felix tersenyum puas menatap delix yang sudah berdiri hendak kabur


"Wow menakutkan" ucap Al membulatkan matanya


"Makanya lebih baik kita pergi saja, dan ajak Emily juga" ucap Jessy tersenyum yang entah sejak kapan ia sudah membereskan barang-barang nya dan juga barang Al


"Ayo" ajak Felix berdiri menggandeng tangan Al


Al ikut berdiri lalu menghampiri Emily dengan Felix dan juga Jessy

__ADS_1


"Lily ayo kita main" ajak Al yang memanggil nama Emily dengan nama Lily


Emily mengusap wajah nya lalu turun dari gendongan angel kemudian ikut menggandeng tangan Al lalu mereka berempat pergi meninggalkan pasutri yang siap bertempur


__ADS_2