Strong Single Mom

Strong Single Mom
Chapter 28


__ADS_3

"What?" ucap pria itu ternganga lebar ia tak percaya apa yang barusan terjadi Malu sekali pikirnya


"Huh kenapa juga aku bodoh sekali, tidak berpikir mungkin saja dia tetanggaku, bodoh" ucap pria itu memukul kepalanya sendiri lalu masuk ke dalam


Sedangkan Jessy yang berada di samping pintu terkekeh geli mendengar ucapan orang itu


"Hihihi" kekeh Jessy


"Non ngapain non ketawa sendirian?" tanya mbok Eem yang melihat sedari tadi Jessy tertawa sendirian


"Omg" kejut Jessy tiba-tiba mbok Eem dan baby Al yang ada di gendongan mbok Eem berada di depannya karena tadi saat Jessy masuk mereka tidak ada di ruang tv


"Mbok Eem ngagetin aja" ucap Jessy mengelus dadanya ia mencopot sepatu nya lalu berjalan ke arah wastafel untuk cuci tangan


"Habisnya non tertawa sendiri mbok Eem kan penasaran" ucap mbok Eem duduk di atas sofa bersama baby Al


"Tetangga baru kita aneh mbok, lucu lagi, narsis pula tu" ucap Jessy tertawa


"Siapa non?, laki-laki apa perempuan?" ucap mbok Eem


"Laki-laki" ucap Jessy


"Oh, tapi ganteng gak non" ucap mbok Eem tersenyum menatap Jessy


"Not bad" ucap Jessy


"Apa itu non bibi gak ngerti" ucap mbok Eem tak mengerti ucapan Jessy


"Lumayan mbok" ucap Jessy mengajak bermain baby Al


"Terus kenapa pula non tertawa lucunya di mana non" ucap mbok Eem pemasaran


Jessy menatap mbok Eem kemudian tersenyum ia lalu menceritakan semua kejadian saat ia dan baby Al berada di taman dan baby Al yang hampir terjatuh


Jessy menceritakan semua mbok Eem setia mendengar nya begitupun juga baby Al ia juga ikut mendengarkan Jessy bercerita


"Hahaha kayak nya tetangga kita memang lucu non" ucap mbok Eem setelah mendengar cerita Jessy


"Narsis pula itu" ucap Jessy terkekeh geli


"Mau kemana sayang?" tanya Jessy saat baby Al meninggalkan mainan nya dan berjalan ke arah pintu apartemen


Bug bug bug


Baby Al memukul pintu apartemen


"Mau kemana sayang ini sudah sore Hem" ucap Jessy tersenyum lembut


"Aby om" ucap baby Al terus memukul pintu apartemen


"Baby mau ketemu om iya?" ucap Jessy yang tau maksud baby Al


Baby Al mengangguk lalu ia kembali memukul pintu apartemen

__ADS_1


bug bug bug


"Iya nanti dulu ya sayang tunggu nanti om baru pulang kerja pasti cape kita berkunjung besok saja ya sekalian kita bawa makanan buat nyambut tetangga baru kita iya sayang" ucap Jessy mencoba memberi pengertian untuk baby Al


Baby berhenti memukul pintu apartemen ia memasang wajah murung lalu ia berjalan perlahan ke arah sofa lalu duduk di bawah sofa kbali bermain mainan nya


(Senang sekali jika ingin bertemu orang yang menyelamatkannya) batin Jessy melihat baby Al ia lalu berjalan menghampiri baby Al dan mbok Eem yang sedari tadi memperhatikan mereka berdua


"Mungkin baby Al tak sabar ketemu orang menolong nya nona" ucap mbok Eem


"Mungkin mbok" ucap Jessy mengelus kepala baby Al


"Ya sudah kalau gitu mbok Eem pulang dulu non" ucap mbok Eem beranjak dari duduknya


"Iya mbok hati-hati di jalan" ucap Jessy tersenyum menatap mbok Eem


Mbok Eem mengangguk kemudian ia keluar dari apartemen Jessy berjalan pulang ke rumahnya


Keesokan paginya mbok Eem sudah datang ke apartemen Jessy dan kini sedang menyuapi baby Al


Sedangkan Jessy ia sedang bersiap berangkat ke kantor nya


"Baby Al mommy berangkat dulu ya jangan nakal sama mbok, ya" ucap Jessy tersenyum mencium semua wajah baby Al


Baby Al tertawa geli karena ia merasa geli dengan ciuman Jessy


"Baybay sayang" ucap Jessy tersenyum melambaikan tangannya


"Ba ba mommy" ucap baby Al belepotan menggerakkan semua anggota tubuhnya


"Iya mbok, titip baby Al ya" ucap Jessy melambaikan tangan lalu ia keluar tak lupa untuk menutup pintu nya


"Eh selamat pagi tuan" ucap Jessy ketika berpapasan dengan pria kemarin


"Ah iya, aku duluan" ucap pria itu masih canggung bertemu dengan Jessy


"Kalau begitu bersama saja saya juga mau turun ke bawah" ucap Jessy tersenyum


"Ah baiklah" ucap pria itu mengangguk


Ting pintu lift terbuka mereka masuk bersama


Ting pintu lift kembali tertutup didalam suasananya hening tak ada percakapan Mereka pun sibuk memainkan handphone Mereka masing-masing


Ting pintu lift terbuka mereka keluar juga tanpa mengatakan sepatah kata pun, berjalan ke arah mereka masing-masing


Jessy berjalan ke arah halte bus seperti biasa ia akan berangkat dengan kendaraan umum lebih hemat pengeluaran pikir nya


Bus yang di nanti kan Jessy sudah datang ia bersiap naik ke dalam bus dan siap untuk berangkat ke arah tujuan


Beberapa menit kemudian ia sudah sampai tujuan karena jarak antara apartemen Jessy dan tempat kerja nya cukup dekat ia turun lalu berjalan menuju pintu kantor namun saat ia akan masuk ke dalam ia bertepatan dengan Zio yang baru datang


Jessy berbalik badan ia membukakan pintu untuk Zio keluar lah Zio dan juga Anette

__ADS_1


(Seperti lintah saja nempel terus) batin Jessy ketika melihat Anette yang sedari tadi menempel terus pada zio


"Selamat pagi tuan" ucap Jessy menutup pintu mobil


"Hem apa kau sudah janji dengan perusahaan Delic?" tanya Zio


(Perusahaan Delic? ) batin Anette


"Iya tuan mereka sudah menyetujui, dan akan datang siang ini" ucap Jessy yang kemarin malam sudah membuat janji dengan asisten Delic company


"Bagus pelajari berkas itu dengan baik jangan sampai kamu mengecewakan saya" kata zio dingin


"Baik tuan" ucap Jessy mengangguk


Kemudian mereka ke arah ruangan masing masing mengerjakan apa yang seharusnya di kerjakan


Siang hari sepuluh menit sebelum rapat di mulai


Tok tok tok


"Masuk" ucap zio dari dalam


"Permisi tuan, rapat akan di mulai sepuluh menit lagi" ucap Jessy


"Apa mereka sudah tiba?" tanya zio


"Baru saja tuan" ucap Jessy ketika melihat informasi dari resepsionis


"Baik kita kesana sekarang" ucap zio bangkit dari duduknya


"Maaf tuan pacar anda kemana tuan?" tanya Jessy yang sedari tadi tak melihat keberadaan Anette


"Dia bilang ada urusan jadi dia pergi" ucap Zio


"Oh" ucap Jessy berohria saja


"Kenapa kau tanyakan Anette?" ucap Zio


"Maksudnya jika nanti kalau nona Anette bilang sesuatu bisa saya siapkan sekarang biar nanti tidak kelimpungan tuan" ucap Jessy beralasan


"Oh" ucap Zio beroh ria saja


Akhirnya mereka sampai juga di ruang rapat


Ceklek pintu terbuka mereka lalu masuk kedalam


"Selamat siang tuan Delic" ucap Zio


"Selamat siang tuan Zio, perkenalkan ini asisten saya max" ucap Delic


"Ya, perkenalkan juga dia asisten saya" ucap zio menunjuk Jessy


"Hallo saya. . " ucap Jessy terpotong

__ADS_1


"Anda" ucap Jessy dan Delic berbarengan


__ADS_2