
"Apanya yang beruang madu apanya yang beruang kutub" tanya seseorang yang sedari tadi sudah masuk keruangan Jessy dan Jessy pun tak menyadari itu karena ia asyik menggerutu
"Hah OMG" kejut Jessy memegang dadanya
Pria itu melihat Jessy menaikkan salah satu alisnya
"Kau asisten Ed mengagetkan saja" ucap Jessy ketika siapa yang masuk ke dalam ruangan nya
(Untung bukan beruang kutub itu, kalau tidak bisa mampus aku) batin Jessy lega
"Hallo nona Jessy apa kau baik-baik saja" ucap asisten Ed yang sedari tadi memanggil Jessy
"Ah iya ada apa asisten Ed" ucap Jessy tersenyum kikuk
"Apa maksudnya beruang kutub dan beruang madu nona" ucap asisten Ed penasaran
"Bukan apa-apa asisten Ed, oh iya asisten Ed ada apa kemari?" tanya Jessy bingung
"Ehm lima hari lagi ada rapat dari perusahaan Delic company saya harap anda bisa mendampingi tuan Zio rapat kali ini" ucap Asisten Ed
"Tapi asisten Ed bukanya anda yang akan mendampingi tuan Zio dan juga ini adalah kerjasama yang saya tak pernah pegang sebelumnya" ucap Jessy heran
Ya selama ini pekerjaan mereka di bagi jadi secara tidak langsung Jessydan asisten Ed akan bergantian mendampingi tuan Zio
"Saya tau, tapi saya tidak bisa karena saya harus dinas keluar dan itu tak bisa di gantikan oleh siapapun" jelas asisten Ed
"Tapi saya masih belum paham tentang kerjasama ini asisten Ed" ucap Jessy
"Saya yakin anda bisa nona, saya permisi dulu karena pesawat saya sudah mau berangkat" ucap asisten Ed keluar dari ruangan Jessy tapi sebelum itu ia meletakkan sebuah map yang berisikan berkas tentang kerjasama mereka
"Aduh kenapa asisten Ed pergi segala aku kan malas kalau seharian bersama beruang kutub" ucap Jessy sedikit kesal
"Sudahlah, mau protes pun orang nya sudah pergi, Hem kenapa rasanyaya tidak asing ya" ucap Jessy ketika melihat foto direktur perusahaan Delic company
"Entahlah" ucap Jessy mengangkat bahunya acuh lalu ia mulai mempelajari semua dokumen tentang kerjasama sama itu
Sore hari Jessy masih tampak mengerjakan pekerjaan nya tak lama kemudian terdengar suara ketukan dari arah pintu nya
Tok tok tok
"Masuk" ucap Jessy dari dalam
"Ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya Jessy ketika melihat siapa yang masuk ke dalam ruangan nya
(Tumben ketuk pintu dulu biasanya trobos ae lah) batin Jessy mengingat kebiasaan zio yang selalu mbuka pintu terlebih dahulu tanpa mengetuk nya
"Buatkan janji dengan Delic company besok siang" ucap Zio
__ADS_1
"Tapi bukannya itu terlalu mendadak tuan?" tanya Jessy heran karena biasanya mereka akan janjian dua tiga hari pertemuan
"Dia bukan dari negara ini, kebetulan mereka datang kemari karena ada urusan bisnis" jelas Zio
"Tapi bukankah asisten Ed sudah mengatur pertemuan kita tuan" tanya Jessy bertambah bingung
"Ya memang asisten Ed sudah mengatur jadwal nya tapi saya ingin mengajukan pertemuan ini karena saya yakin kalau asisten Kualahan di sana , jadi mau tidak mau saya harus ke sana dalam waktu dekat ini" jelas Zio
"Maaf tuan tapi ada masalah apa di sana, apakah serius?" tanya Jessy
"Cukup serius, sudahlah atur saja pertemuan kita" ucap zio berbalik badan
"Baik tuan" ucap Jessy mengangguk
"Ah dan satu lagi" ucap Zio menatap Jessy
"Iya tuan" ucap Jessy
"Jaga sopan santun kamu" dingin zio lalu pergi meninggalkan Jessy
Jessy ternganga ketika ia hendak bicara tapi Zio sudah keluar dati balik pintu
"Sopan santun?" gumam Jessy bingung
Ia berpikir apa maksud perkataan Zio tak lama kemudian ia mengingat sesuatu
"sudah lah orang waras mengalah, omong-omong ini jam berapa?" gumam Jessy melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya
"Ya ampun ternyata sudah mau pulang, beres beres ah" ucap Jessy tersenyum girang siapa sih yang senang waktu pulang kerja
Setelah berbères Jessy melangkah keluar menuju ke arah lift namun saat ia menunggu lift ia juga berbarengan dengan zio dan Anette yang juga akan pulang kerja
"Tuan, no na" ucap Jessy menyapa basa-basi
"Hem" dehem Zio sedangkan Anette menatu sinis Jessy
Ting pintu terbuka
"Silahkan tuan" ucap Jessy menyuruh zio untuk dahulu masuk ke dalam Lift
Zio dan Anette masuk ke dalam tapi tidak dengan Jessy ia masih diam berdiri di depan lift
"Kau tidak masuk?" tanya Zio
"Tidak tuan saya ingin mengambil barang saya yang ketinggalan di ruangan saya" ucap Jessy beralasan
"Oh" Ucap Zio beroh ria saja
__ADS_1
(Ck tebar pesona saja) batin Anette kesal
Ting
Pintu kembali tertutup Jessy menghembuskan nafas lega
"Huh malas sekali aku kalau satu ruangan dengan mereka pasangan beruang" ucap Jessy
Di apartemen Jessy kini ia sudah berada di lobby apartemen ia sedang menunggu pintu lift terbuka
Ting pintu lift terbuka Jessy masuk ke dalam menekan tombol pintu tertutup tapi tiba-tiba ada orang yang menghalangi pintu lift jadi pintu lift tidak jadi tertutup
"Maaf nona" ucap orang itu masuk ke dalam lift bersama Jessy
"Tidak apa tuan mau ke lantai berapa tuan?" tanya Jessy yang akan menekan tombol lantai berapa yang mereka tuju
"Lantai 3 nona" ucap orang itu
"Baiklah" ucap Jessy mengangguk
"Terimakasih nona" ucap orang itu dan Jessy hanya mengangguk
(Seperti nya aku pernah dengar suara ini) batin Jessy lalu ia menatap orang di samping nya
"Tuan?" ucap Jessy tersenyum melihat siapa yang ada di samping nya
"Ah anda mommy nya baby Al?" ucap orang itu mengingat Jessy
"Iya tuan, kebetulan sekali bisa bertemu di sini" ucap Jessy
"Iya, kebetulan sekali, ngomong ngomong bagaimana kabar baby Al?" tanya pria itu basa-basi
"Baik sangat baik" ucap Jessy tersenyum
Ting
Pintu lift terbuka mereka keluar bersama, berjalan bersama Jessy sudah tau jika mungkin pria ini adalah tetangganya tapi tidak dengan pria ini ia berpikir jika Jessy mengikutinya
"Nona apakah anda ingin berkenalan dengan saya sampai harus mengikuti sampai di depan pintu saya?" ucap orang narsis tapi ia hanya bercanda
"Benar tuan saya ingin berkenalan dengan anda" ucap Jessy berhenti di depan orang itu
"Oh anda salah satu Fans saya berarti" ucap orang itu terkekeh geli
"Tapi tuan sayang nya saya bukan fan anda" ucap Jessy tersenyum kecil
"Lalu kenapa kau mengikuti ku nona jika anda bukan fans saya?" ucap orang itu
__ADS_1
"Saya memang bukan fans anda tuan tapi saya tetangga anda tuan, selamat datang tetangga baru semoga betah" ucap Jessy tersenyum ia masuk ke dalam apartemen nya yang ternyata di depan ruangan pria itu