Strong Single Mom

Strong Single Mom
Chapter 49


__ADS_3

Mobil yang di tumpangi delic sudah berhenti di depan rumah Jessy mereka berempat lalu turun dan masuk ke dalam


"Sudah hapal jalan pulang ya sekarang" ucap Jessy mulai membuka kembali butiknya


"Iya kan ada navigasi berjalan" ucap delic terkekeh kecil


"Kenapa gak pakai navigasi di mobil" ucap Jessy


"Lebih enak sama orang langsung sekaligus ada teman ngobrol" jawab delic duduk di atas sofa


"Lalu kalau kamu mau keluar apartemen bagaimana?" Tanya Jessy duduk di samping delic


"Pesan taksi lah, kalau tidak ngajak max" enteng delic


"Memang orang kaya itu beda" ucap Jessy menggeleng kepala


Delic hanya mengibaskan jas nya tanpa menjawab ucapan Jessy


"Em ngomong ngomong kenapa kau ajak kita makan di tempat tadi restoran dekat sini kan ada?" Tanya Jessy penasaran


"Simpel aja awal pertemanan kita kan berawal dari sana jadi perpisahan kita juga harus dari sana juga dong" ujar delic


"Oh" ucap Jessy berohria saja


"Sebentar ya" ucap delic beranjak dari duduknya ia keluar lalu menghampiri mobilnya membuka bagasi mobil lalu mengeluarkan beberapa paper bag berbagai jenis ukuran


Ia menutup kembali pintu bagasi mobil nya menenteng semua Paper bag lalu membawa ke rumah Jessy


"Habis borong di mana banyak amat" ucap Jessy terkekeh geli


"Borong di negara orang, buat kalian" ucap delic meletakkan paper bag di atas meja


"Buat kita, kenapa sebanyak ini, aku bilang kan gak usah beli mainan untuk baby Al setiap kali kau main ke sini pasti bawa mainan buat baby Al liat di atas sudah seperti toko mainan" omel Jessy karena memang setiap kali delic datang selalu membawa sebuah mainan untuk baby Al


"Gak papa lah, habis ini gak ada lagi" ucap delic terkekeh kecil


"CK, kalau begitu tunggu sebentar" ucap Jessy beranjak dari duduknya lalu ia berjalan ke arah meja kasih nya mengambil sebuah paper bag lalu kembali menghampiri delic


"Ini buat kamu, bukan seberapa tapi ini semua mewakili setulus hati kami untuk mu" terimakasih atas semuanya" ucap Jessy memberikan paper bag pada delic


"Terimakasih ya, kalau begitu aku pergi dulu, salam buat mbok Eem sama baby Al, Sampai jumpa" ucap delic berdiri ia tersenyum lalu ia memeluk Jessy sebentar lalu melepaskan nya

__ADS_1


"Hati-hati di jalan" ucap Jessy mengantarkan delic ke mobilnya


Tit


Bunyi klakson sebelum delic menjalankan mobilnya, Jessy melambaikan tangannya ketika mobil Delic berjalan mulai menjauhi rumahnya


Setelah mobil delic menghilang dari pandangan nya Jessy lalu masuk ke dalam rumahnya ia mengambil paper bag yang delic belikan ia membawanya ke atas


"Non bawa apa?" tanya mbok Eem melihat Jessy meletakkan beberapa paper bag


"Ini mbok oleh-oleh dari tuan delic" ucap Jessy memberikan dua paper bag pada mbok Eem


"Wah mbok juga dapat ya, aduh bagus sekali" ucap mbok Eem membuka isi paper bag yang isinya sebuah syal


"Di pakai mbok jangan lupa" ucap Jessy tersenyum


"Pasti non" ucap mbok Eem tersenyum


"Baby Al sudah tidur ya" ucap Jessy baru menyadari kalau sedari tadi tak ada ocehan baby Al


"Iya non, baru nyampai atas baby Al langsung baring di atas kasur" ucap mbok Eem menatap baby Al


"Mungkin dia kecapean mbok" ucap Jessy tersenyum


Suara pintu terbuka tanda ada seseorang yang ingin membeli baju


"Jessy ke bawah dulu ya mbok" ucap Jessy dan di anggukki oleh mbok Eem


"Selamat siang bisa saya bantu" ucap Jessy melihat seorang pria yang sedang melihat sekeliling


"Oh ya, bisa tolong perlihatkan Beberapa kemeja pria" ucap pria itu tersenyum


"Bisa silahkan ikuti saya" ucap Jessy mengangguk


Kemudian mereka berjalan ke bagiaan kemeja pria


"Tuan mau pilih buatan saya sendiri atau produk lain?" tanya Jessy


"Boleh saya liat buatan anda sendiri" ucap pria itu


"Boleh, ini adalah buatan saya sendiri cocok dengan anda" ucap Jessy memberikan sebuah kemeja berwarna hitam bergaris merah di sisi lengan dan juga kerah nya

__ADS_1


"Bolrh saya coba?" tanya pria itu


"Silahkan ruang ganti nya sebelah sana" ucap Jessy menunjuk ruang ganti


"Terimakasih" ucap pria itu lalu masuk ke ruang ganti mrncova kemeja yang ia bawa


Beberapa menit kemudian pria itu keluar lalu menghampiri Jessy yang berdiri tak jauh dari ruang ganti


"Bagaimana tuan apa cocok untuk anda kenakan?" tanya Jessy


"Boleh saya ambil ini, oh iya apakah anda bisa membuatkan sebuah setelan jas untuk saya, saya akan Bayar di muka sebagai jaminan" ucap pria itu


"Jas ya, tuan ingin berapa jas?" tanya Jessy


"Mungkin sepuluh jas" ucap pria itu tersenyum


"Sepuluh jas?, kenapa anda tidak mencari sebuah butik yang lebih terpecaya dari pada butik saya?" tanya Jessy memicingkan matanya


"Ehem anda salah paham, sebenarnya saya bukan dari sini saya dari negara lain, rencana kedepannya saya ingin tinggal di sini anda liat rumah di depan sana, saya akan tinggal di sana" ucap pria itu menunjuk sebuah rumah yang sudah lama kosong tepat di depan rumah Jessy hanya terhalang sebuah jalan raya


"Oh baru pindahan tapi kenapa anda tidak membawa pakaian anda lebih banyak?" tanya Jessy waspada


"Jika saya membawa barang banyak takutnya asisten saya akan kelelahan membawa nya, dan juga saya memilih butik anda karena dekat dengan rumah saya dari pada saya bolak balik ke mall lebih baik di depan rumah lebih efektif hemat tenaga betul?" jelas pria itu


Jessy mengangguk masuk akal apa yang di katakan pria ini tapi ia masih ragu sebuah setelan jas adalah busana yang harus teliti membuatnya, susah-susah gampang apalagi dalam jumlah yang cukup banyak ia tak mau jika nanti saat ia kerjakan orderan ini akan di cancel


"Kalau tidak begini saja saya kasih kartu nama saya jika nanti anda berubah pikiran bisa menghubungi saya, tolong bungkus kemeja ini" ucap pria itu memberikan sebuah kartu nama dan kemeja yang ia coba tadi


"Baik tunggu sebentar" ucap Jessy menerima kemeja dan kartu nama itu ia lalu melangkah ke meja kasirnya sambil berpikir orang ini menipu atau bukan pikir nya


"Terimakasih" ucap Jessy tersenyum mengantarkan pria itu setelah menyelesaikan pembayaran


Pria itu tersenyum mengangguk lalu ia masuk ke dalam mobil


"Kau beli rumah itu sekarang, malam ini harus selesai urusannya" ucap pria itu pada asisten nya sambil menunjuk sebuah rumah yang ia tunjukkan pada Jessy


"Baik tuan" ucap asisten nya


Sedangkan di rumah Jessy di lantai dua terjadi keributan kecil saat baby Al yang tertidur pulas tiba-tiba membelalakkan matanya dengan tergesa-gesa baby Al berjalan ke arah batas tangga menangis sambil berkata


"Papa" " papa" panggil baby Al dengan suara tangisnya mbok Eem yang sedang di kamar mandi pun langsung menghampiri baby Al mencoba menenangkan baby Al tapi baby Al tak juga kunjung berhenti menangis

__ADS_1


Dari bawah Jessy yang mendengar tangisan baby Al langsung naik ke atas membuka batas tangga lalu mengambil baby Al ke dalam gendongan nya


__ADS_2