
"Sudah puas lihatnya yuk kita pulang sudah malam" ucap Zio memandang Jessy
Mereka sudah melewati malam berdua cukup lama kini mereka sedang berada duduk di pinggir jalan
"Sudah yuk kembali" ucap Jessy berdiri dari duduknya
"Yuk" ucap Zio tersenyum mengangguk mereka berjalan ke arah mobil Zio terparkir
"Jessy?" panggil Zio
"Ya" ucap Jessy menoleh ke arah Zio
"Apa lusa kau ada acara?" tanya Zio
"Lusa seperti tidak ada, kenapa?" tanya Jessy
"Maukah kau pergi bersama ku di suatu tempat?" ucap Zio berharap
"Suatu tempat kemana?" tanya Jessy penasaran
"Ada pokok nya, bagaimana mau tidak ?" ucqp Zio menatap mata Jessy
"Em boleh" ucap Jessy mengangguk tersenyum
"Oke nanti kalau gitu lusa aku kabarin lagi ya" ucap Zio tersenyum senang
"Hem" ucap Jessy mengangguk dengan menunduk kan kepala nya
(Akhirnya) batin Zio senang bukan main
Mereka berjalan hingga akhirnya sampai di mobil Zio seperti sebelumnya Zip membukakan pintu mobil untuk Jessy
"Silahkan tuan putri" ucap zio membukakan pintu sambil tersenyum
"Terimakasih pak supir" ucap Jessy terkekeh masuk ke dalam
"Sesuai aplikasi ya non" ucap zio layaknya supir taksi
"Oke pak bayar nya jangan mahal-mahal ya pak" ucap jessy tersenyum
"Siap non" ucap zio menjalankan mobilnya pulang ke rumah nya
Tak berapa lama mobil zio sudah sampai di depan rumah Jessy
"Silahkan non jangan lupa beri bintang lima ya non" Ucap zio membuka pintu mobil
"Iya pak nanti saya bayar lewat aplikasi ya pak" ucap jessy keluar dari mobil
"Siap non kalau begitu saya permisi dulu non mau Nerima orderan baru" ucap zoo menutup pintu mobil
"Iya pak hati-hati" ucap Jessy terkekeh
"Oke non" ucap zio masuk ke dalam mobil
__ADS_1
Tin
Zio mengklakson mobil nya lalu memasukkan mobil nya ke dalam bagasi
Jessy yang melihat mobil zio sudah masuk ia juga ikut masuk kerumah
Ceklek
"Hem kira-kira dia mau mengajakku kemana ya" gumam Jessy mengingat perkataan zio tadi
"Sudahlah nanti aku juga tau sendiri" ucap Jessy melangkah menuju pantri ia lalu membuka mesin pendingin mengambil air dingin setelah itu ia menutup nya kembali lalu berjalan ke ke atas menaiki tangga membuka pintu kamar nya
Menutup kembali lalu ia merebahkan diri di atas ranjang, tanpa menunggu lama ia terlelap dalam tidur nya tanpa mengganti pakaian nya
Satu hati terlewat seperti biasanya semenjak Jessy dan Zio jalan bersama kini tiba hari zio mengajak Jessy ke suatu tempat
Kring kring kring
"Ya hallo" ucap Jessy mengangkat telpon nya tanpa melihat nama yang tertera di layar ponsel nya
Saat ini ia sedang berada di butik nya membuat desain baru untuk butik nya karena ini masih sore jadi ia masih berada dalam butik nya
"Hay Jessy, apa kau tak lupa dengan janji kita?" tanya Zio sebrang sana
"Oh kamu ku kira siapa, tentu saja tak lupa" ucap Jessy
"Memang kau kira siapa kalau bukan aku?" tanya Zio
"Ku kira orang lain soalnya aku mengangkat telfon tanpa melihat nama nya" ucap Jessy tersenyum
"Aku?" ucap Jessy malah bertanya balik
"Iya kamu ada di mana?" tanya zio
"Aku masih ada di butik kenapa memang?" tanya Jessy
"Sekarang pulang lah ke rumah mu mandi dandan yang cantik pakai gaun yang cantik nanti setelah itu ada supir yang menjemput mu" ucap Zio tersenyum lebar
"Memang kenapa harus dandan kau mau mengajakku ke mana?" tanya Jessy mengeryit heran
"Sudah ikuti saja perkataan ku nanti kau tau sendiri" ucap Zio terkekeh
"Suka nya main rahasia rahasia an" ucap Jessy cemberut
"Biar kamu penasaran, sudah aku sibuk, aku tutup dulu see you later" ucap zio lalu memutuskan telfonnya
Jessy menatap ponselnya dengan wajah penasaran nya
"Entah dia mau ngajak aku kemana" ucap Jessy lalu meletakkan ponsel nya ia lalu keluar ruangan menghampiri gaun yang berjejer rapi di etalase
Ia mengeluarkan satu yang menurut nya cocok untuk nya lalu ia mencoba nya di ruang ganti di rasa pas lalu ia membawa gaun itu untuk dibawa pulang
Di sisi Zio ia sedang melihat hasil karya nya dengan tersenyum puas ia berharap agar nanti tidak turun salju yang lebat
__ADS_1
"Semoga saja berhasil" lirih zio menatap lurus kedepan
Kemabli ke tempat Jessy ia memanggil karyawan nya
"Iren" panggil Jessy berdiri di depan pintu ruangan nya
"Iya ka?" ucap iren menghampiri Jessy
"Aku mau pulang dulu tolong kamu handel pekerjaan di sini ya nanti kalau ada apa-apa hubungi aku" ucap Jessy tersenyum
"Iya kak" ucap iren mengangguk
"Kamu kembali bekerja lah" ucap Jessy iren mengangguk lalu Jessy masuk kedalam ia mengambil tas kunci mobil ponsel dan satu paper bag berisikan gaun yang ia pilih tadi lalu ia keluar ruangan nya
"Semua nya aku pulang dulu, bekerja dengan baik ya" ucap Jessy ketika melewati karyawan nya
"Iya ka hati-hati di jalan" sapa balik karyawan nya Jessy memang lebih suka di panggil Kaka ketimbang nona
Tit Tit
Kunci mobil terbuka Jessy lalu masuk kedalam menutup mobil nya lalu menyalakan mesin mobil nya menjalankan mobilnya kembali ke rumah nya
Beberapa menit kemudian mobil Jessy sampai di rumah ia memakirkan nya di garasi mobil lalu ia masuk ke dalam rumah bersiap mandi dandan yang cantik sesuai perkataan Zio
Setelah selesai mandi Jessy memakai gaun nya, gaun tanpa lengan berkerah Sabrina hingga menutupi lengan nya, hiasan brokat dari dada hingga sedikit turun kebawah sampai bawah perut gaun yang berwarna biru langit sangat cocok untuk nya
Lalu ia memoles wajah nya dengan make up yang natural karena ia tak suka yang terlalu tebal
Setelah itu ia melihat dirinya di depan cermin memutar tubuh nya
"Hem perfect" ucap Jessy tersenyum puas melihat penampilan nya lalu ia menyambar tas nya lalu turun kebawah tak lupa ia menghubungi Zio karena ia sudah bersiap diri
"Hallo aku sudah selesai" ucap Jessy ketika sambungan tefon nya terhubung
"Keluar lah supir sudah menunggu mu, hati-hati di jalan" ucap zoo lalu menutup telfonnya
"Kenapa tidak bilang dari tadi kalau sudah ada yang menunggu" ucap Jessy membuka pintu nya dan benar saja di depan sudah ada sopir yang menunggu nya
"Maaf Nunggu lama ya pak" ucap Jessy tak enak hati
"Tidak tuan, saya baru datang" ucap sopir itu membukakan pintu mobil penumpang yang ada di belakang
"Terimakasih" ucap Jessy masuk kedalam
Sopir itu mengangguk lalu menutup pintu mobil membuka pintu kemudi lalu masuk ke dalam
"Nona tolong Pakai lah penutup mata ini, dan saya mohon nona jangan mengintip kalau tidak saya bisa di pecat tuan Zio" bohon pak supir
"Memang harus pakai ini ya" ucap Jessy menerima penutup mata itu
"Harus nona, nona tenang saja di sini ada cctv-nya" ucap pak sopir kembali berbohong
"Baiklah" ucap Jessy memakai penutup mata nya
__ADS_1
Setelah memakai penutup mata nay supir itu menjalankan mobilnya menuju suatu tempat yang Jessy tak tau entah kemana karena matanya juga tertutup kain hitam