
Karena amarah nya memuncak dan Jessy sudah tidak tahan lagi ia langsung menampar pipi Mecca
Plak
Bunyi nyaring tamparan keras di pipi Mecca membuat semua orang ngilu di buatnya
"Aduh" rintih Mecca memegangi pipi nya yang begitu terasa amat sakit
"Jessy" bentak Mark menatap tajam Jessy ia sungguh di buat tepengarah apa yang Jessy lakukan
"Apa kau mau membela dia hah" bentak Jessy dengan deru nafas pendek
"Jika kau ingin membela dia silahkan, jika kau ingin laporkan aku silahkan, jika kau ingin tampar balik silahkan, dan jika kau ingin membuat menderita hidup ku silahkan" ucap Jessy penuh penekanan di setiap kata nya
"Sekarang saya tanya pada Kalian semua di sini, apa kalian tidak marah jika cincin tunangan kalian di buang begitu saja, tidak kan" ucap Jessy menatap orang sekeliling
"Aku, aku tidak peduli dengan harga dari cincin itu tapi aku peduli dengan orang yang memberinya karena dia orang yang paling spesial buatku" ucap Jessy air matanya sudah tak terbendung lagi
Siapa pun yang amarah nya meningkat tinggi ia pasti akan menetes kan air mata nya
"Asal kalian tau orang yang memberi kan cincin itu orang yang sudah menyadarkan diriku, menyadarkan kalau aku harus bangkit melawan rasa trauma ku" ucap Jessy dengan tangis nya
Semua orang menatap iba ke arah Jessy
Tak lama seorang manager datang tergopoh-gopoh menghampiri mereka karena ia dapat Laporan ada yang berkelahi di tempat nya
"Maaf tuan Mark nona Mecca saya baru tau kalau anda di sini" ucap manager itu ramah ia juga tidak tau Jessy yang sebenarnya
"Kenapa kamu menerima masuk orang ini lihat pipi saya sudah di tampar oleh" geram Mecca menunjuk jessy dan menunjuk pipi nya
"Maaf nona Mecca lain kali tidak ada yang kejadian ini lagi" ucap manager
"Kau siapa yang izinkan kamu masuk" bentak manager menatap Jessy tajam
Jessy mengusap air matanya ia menatap balik manager dengan tak kalah tajam
"Security mana security usir dia" teriak manager pada security
Security tergopoh-gopoh datang menghampiri mereka,
"Usir dia" ucap manager menunjuk Jessy
Security itu mengangguk lalu memegang tangan Jessy dengan sangat erat
"Lepas" tepis Jessy tapi tangan nya juga tak bisa terlepas dari cengkraman security itu
"Di usir saja juga tidak cukup" ucap Mecca menyeringai ,tanpa Jessy bisa hindari Mecca menampar balik pipi Jessy
Plak
Amarah Jessy tersulut kembali dengan sekuat tenaga ia melepaskan cengkraman di tangan nya
__ADS_1
Menatap Mecca dengan Amarah yang menyalang sakit di pipi ia hiraukan
"Kau berani menamparku" ucap Jessy penuh penekanan
"Kenapa aku tidak berani" ucap Mecca seolah menantang
"Kau" ucap Jessy hendak melayang kan tamparan kembali namun tangan nya di cekal oleh seseorang
Jessy menatap ke arah samping ia menatap sendu orang itu
"No baby" ucap zio menggeleng kepalanya
Ya zio yang mencekal tangan Jessy, Zio tau Jessy sedang bertengkar di butik hingga itu ia bergegas menghampiri Jessy di mall
"Kenapa kamu mengotori tangan mu baby" ucap Zio mengelus tangan Jessy
"Tapi dia sudah membuang cincin dari mu" ucap Jessy masih dengan amarah nya
"I know, I know" ucap Zio membawa Jessy dalam pelukannya tangis yang Jessy yang tadi terhenti kini kembali pecah saat ia dalam pelukan Zio
Zio mengelus kepala Jessy dengan lembut amarahnya juga meledak ketika Jessy di tampar oleh Mecca tapi ia sebisa mungkin menahan nya
Karena ia tak bisa memukul wanita
"Cih"Decih Mecca melihat Zio yang memeluk Jessy, sedangkan Mark mengepalkan tangannya sungguh ia tak terima melihat Jessy dalam pelukan laki-laki lain
"Kalian berdua akan tau akibatnya" ancam Zio
"Cih percaya diri sekali Anda" ucap Zio meremehkan
"Kenapa tidak, perusahaan saya besar di negara ini sedangkan kalain tidak ada apa-apa nya di bandingkan perusahaan ku" sombong Mecca
"Kenapa kamu Diam cepat usir mereka" bentak Mecca pada manager
"Cepat seret mereka" titah manager pada security, security itu mengangguk kemudian hendak memegang tangan zio dan Jessy tapi di tepis keras oleh Zio
"Lepas, atau saya pecat kalian semua" ancam Zio
"Hahaha, pecat? atas dasar apa kamu memecat mereka" ejek Mecca tertawa keras
"Atas dasar pemilik butik" ucap Zio lantang
Semua orang kaget dan mulai berbisik-bisik
"Hahahaha" Mecca bukan terkejut malah ia tertawa keras
"Pemilik butik ini?, kalian itu mimpi atau gimana sih"Ejek Mecca
"Asal kalian tau ya butik ini itu pemilik nya bukan dari orang sini, dan dia itu cantik, kaya sedangkan kalian" ucap Mecca menatap jijik ke arah zio dan Jessy
"Oke" ucap Jessy ia sudah berhenti menangis ia lalu mengambil ponsel nya menghubungi Asisten nya
__ADS_1
"Haha paling juga dia berbohong" ejek" Mecca tertawa sinis
"Kalian lihat siapa akan paling malu di sini" ucap Jessy menatap tajam
"Oke" tantang Mecca
Mereka akhirnya menunggu asisten Jessy, Mecca dan Mark duduk bagaikan raja dan ratu, zio dan Jessy menunggu di depan pintu butik, sang manager menunggu dengan Mark dan Mecca sedangkan orang di sana yang ada yang menunggu ada juga yang keluar
Beberapa menit kemudian asisten Jessy datang tergopoh-gopoh dengan nafas ngos-ngosan
"Maaf kak lama" ucap Cella
"No problem, kita ke dalam" ajak Jessy lalu mereka menghampiri Mark dan Mecca sedangkan sang manager syok bukan main kringat dingin sudah membasahi keningnya
"Urus mereka aku tak mau dia masuk dalam butik ku blokir semua kartunya, dan aku tidak mau dia atau pun keluarga dia menggunakan gaun ku" tegas Jessy
Mecca berdiri ia menatap Jessy dengan nyalang
"Apa maksud mu hah" teriak Mecca
"Apa kau kurang jelas?" ucap Jessy
"Maaf nona, mulai hari ini anda dan keluarga anda bukan pelanggan VVIP kami lagi" ucap Cella menatap Mecca
"Kau Pasti di bayar oleh dia kan, di bayar berapa kamu, aku bayar 10 kali lipat asal kamu mau mengaku kalau kamu di bayar dia" ucap Mecca menatap cella
Cella diam ia hanya mengambil ponselnya mengetik sesuatu dan mengembalikan ponsel nya
"Kenapa diam jawab aku" ucap Mecca
"Maaf nona jika anda ingin tau kebenaran nya silahkan cek ke bagian kasir" ucap cella menunjuk ke arah kasur, karena ia pikir Mecca adalah orang yang berbelit-belit
"Mau nipu saya oke, di bayar mahal tidak mau malah kamu bersekongkol dengan dia" ucap Mecca mengambil kartu akses nya
Bagi pelanggan butik Jessy mereka akan mendapatkan sebuah kartu berwarna gold untuk VVIP, berwarna silver pelanggan baru dan berwarna hitam untuk pelanggan yang sering beli tapi tidak masuk VVIP
"Kita lihat siapa yang berbohong" ucap Mecca berjalan menghampiri kasir lalu karyawan kasir mengecek kartu Mecca
"Maaf nona kartu anda sudah di blokir" ucap karyawan kasir
"Apa kamu bilang itu tidak mungkin" sarkas Mecca tak terima
"Benar nona" ucap karyawan itu menunduk
"Coba kartu ini" ucap Mecca mengeluarkan kartu black dan silver
Lagi-lagi karyawan kasir itu menggelengkan kepalanya tanda kartu itu tidak bisa di gunakan
Terkejut tentu saja, malu sungguh malu, Mecca menatap ke arah Jessy, tidak tidla bisa di biarkan batinnya
Siapa yang tak kenal butik Jessy hampir semua orang kalangan atas menggunakan karya Jessy, karya Jessy begitu di kenal dimana mana
__ADS_1
Jika ada kalangan atas yang tak memakai karya Jessy mereka seperti orang asing yang berada di tengah-tengah orang yang mengenal satu sama lain