
Maaf kalau author bikin cerita nya gak terkesan romantis, author gak tau yang romantis itu gimana hihi🤭🤭
...----------------...
Mobil yang di tumpangi Jessy sudah sampai di sebuah villa yang cukup besar
Mobil itu mengklakson lalu terbuka lebar pagar villa itu masuk lah mobil yang di tumpangi Jessy Sampai lah di depan villa
Di depan villa ternyata Jessy sudah di tunggu oleh seorang pelayan wanita, pelayan itu menghampiri mobil Jessy
"Nona, kita sudah sampai, nona ikut lah dengan pelayan ini, nanti ia akan mengajak nona ke tempat tuan Zio berada, ingat nona jangan mengintip kalau tidak saya dan orang yang ada di sini akan di pecat tuan" ucap pak sopir itu berbohong
Ia berbicara seperti itu karena di suruh oleh Zio, kalau tidak bisa batal kejutan nya kalau Jessy mengintip, kan gak elit kalau di kasih kejutan malah ketahuan
Alasan Zio menyuruh supir itu berbicara seperti itu karena ia rasa Jessy adalah tidak tega melihat orang lain di pecat tanpa sebab karena dirinya oleh karena itu Zio menyuruh pak supir dan pelayan di sana untuk berbicara seperti itu
"Nona tolong ulurkan tangan anda" ucap pelayan
Jessy mengulurkan tangannya ke arah pelayan
"Keluar kan satu kaki anda nona" ucap pelayan
Jessy mengeluarkan kaki kiri nya
"Hadap saya" ucap pelayan lagi ia menuntun Jessy dengan sangat telaten ia tak ingin jika kekasih yang di klaim tuanya mengalami lecet sedikit pun itu bisa berakibat fatal baginya
"Keluarkan kaki sebelah kanan anda, lalu keluar mobil sedikit membungkuk" ucap pelayan menghalangi tangan nya dari pinggiran mobil agar Jessy Tak kepentok mobil
Jessy melakukan apa yang pelayan perintah kan
"Sekarang mari kita jalan lurus kedepan nona, jika nati ada tangga atau apa saya akan beritahu
Jessy mengangguk lalu mereka berjalan ke dalam villa, Sampai di ruang tamu mereka berjalan berbelok ke kanan
"Kita belok kanan nona" ucap pelayan menuntun Jessy sambil menggandeng tangan Jessy
Jessy menurut dengan rasa penasaran nya
__ADS_1
(Memang ada apa sih kok aku deg-degan ya) batin Jessy berasa jantung nya berdetak lebih kencang dari biasanya
"Kita sudah sampai nono" ucap pelayan melepaskan tangannya lalu pergi meninggalkan Jessy
"Apa aku boleh membukanya" ucap Jessy yang merasa hening Beberapa saat
"Hello apa ada orang di sini" ucap Jessy karena tak ada sahutan sama sekali
Karena tak ada Jawaban jessy membuka penutup matanya dengan pelan ia mengusap matanya karena yang ia lihat pertama kali tidak ada hanya gelap di sekeliling nya
Ia hendak menoleh kebelakang tapi ia urungkan ketika lampu menyala seketika
Klik
Lampu taman yang berhias di seluruh taman menyala seketika Jessy menutup mulutnya, ia takjub ketika melihat gazebo yang di hias begitu indah berada di depan nya
Gazebo itu terbuat dari kaca semua mulai dari dinding hingga atasnya, di dalam gazebo ada dua kursi makan meja minimalis lilin di atas meja bunga mawar menghiasi di tengah meja di sekitar meja dan kursi di letakkan sebuat tanaman bunga yang sedang bermekaran
Tanaman hias merambat Sampai ke atas atap tak lupa lampu yang begitu cantik dan terang menghiasi gazebo di malam hari
"Apa kau suka?" tanya Zio tiba-tiba dari belakang Jessy
Tanpa menjawab Jessy mengangguk antusias senyum lebar masih terbit dalam bibir nya
Zio berpenampilan sangat tampan setelan jas berwarna hitam, kemeja warna putih dasi senada dengan jas nya sepatu yang yang mengkilap tak lupa sebuah jam tangan di pergelangan tangan nya menambah kesal cool nya
"Duduk lah" ucap Zio menggeret kursi lalu Jessy duduk di kursi yang Zio pegang
Zio pun duduk di kursi depan Jessy, mereka duduk dua pelayan lalu datang menghampiri mereka mempersiapkan makan malam mereka
Tak lupa dua pelayan itu menutup pintu agar mereka tak kedinginan
"Apa kau akan terus memandangi nya?" tanya Zio tersenyum ketika Jessy masih melihat sekeliling bahkan wajah Jessy seperti anak kecil yang baru menemukan sesuatu yang menarik
"Ehh, maaf tapi aku suka sekali" ucap Jessy tersenyum
"Makanlah setelah itu ada yang ingin aku katakan" ucap zio menukar piring Jessy
__ADS_1
"Terimakasih" ucap Jessy tersenyum memasukkan potongan stik di dalam mulut nya
Mereka menikmati makanan nya denagn tenang hingga makanan itu habis zio mengajak Jessy keluar dari gazebo
"Tutup matamu" ucap Zio yang kini mereka sedang di luar gazebo
Jessy menutup matanya dengan hati yang penasaran
Setelah Jessy menutup matanya Zio berjongkok di depan Jessy ia mengambil sebuak kotak beludru di dalam jas nya membuka nya lalu mengarahkan nya pada Jessy
Zio menarik dalam nafas dan mengeluarkan nya dengan panjang
"Buka matamu sekarang" ucap zio
Jessy membuka matanya ia melihat Zio berlutut di depan nya dan yang penting sebuah cincin berlian di sebuah kotak beludru bewarna merah
"Aku tau aku bukanlah mahkluk Tuhan yang sempurna,baku yang begitu banyak dosa, membuat banyak kesalahan kesalahan yang mungkin buat orang lain tak akan pernah memaafkan ku, Aku tau kedekatan kita masih seumur jagung tapi aku zionis Andrea foxy mengatakan dari hati lubuk hatiku yang paling aku jatuh cinta padamu Jessy, Aku sadar diri jika diri ku mungkin tak pantas untuk mu Setelah apa yang aku perbuat di masalalu, tapi aku ingin engkau memaafkan ku dan kita mulai dari awal" ucap Zio menjeda kalimat nya
Ia menarik nafas dalam-dalam
"Jessy you Will marry me?" ucap Zio menatap wajah Jessy dengan muka penuh harap
Jessy tak mengatakan apapun namun ia mengusap air matanya yang meleleh begitu saja
Jujur ia juga merasa nyaman ketika berada di dekat Zio, tertawa, bercanda semua mereka lakukan bersama begitu melekat di dalam hati jessy
Dan ia akui jika memang ia sudah jatuh cinta dengan pesona Zio, tapi menikah? sungguh rasanya ia tak sanggup Jika harus melakukan itu terlebih lagi trauma masalalu belum sepenuhnya hilang dari ingatan nya
"Jessy you Will marry me?" tanya Zio sekali lagi karena Jessy diam memandang nya sambil meneteskan air matanya
Air mata Jessy semakin deras mengalir ke bawah sungguh ia dilema di buat nya
"Aku" ucap Jessy ragu
"Aku . . . "
lanjut besok🤭😁😂, maaf jika feel nya gak dapat author gak tau yang romantis kayak gimana hehehe😂🙏🙏 maaf ya
__ADS_1