
"Siapa namamu sayang" tanya Mona tersenyum lebar mengelus pipi Al
"Alberga Simon Tante" ucap Al memperkenalkan dirinya
"Nama yang tampan seperti orangnya" puji Mona
"Terimakasih Tante" ucap Al tersenyum memeluk Mona dan Mona membalas pelukan Al
(Kenapa Mona tak terkejut jika aku sudah memiliki anak) batin Felix menatap wajah Mona
"Ayok Tante kita Main" ajak Al membawa Mona duduk di ruang tamu meninggalkan Felix dan Jessy
"Pacar kamu" tanya Jessy menghampiri Felix ia sungguh sangat penasaran
"Bukan, teman lama" ucap Felix menatap Al dan Mona yang bercanda ria di ruang tamu
"Oh cocok jadi mama Al" ucap Jessy berlalu meninggalkan Felix
"Iya, eh apa kau bilang apa Jess" ucap Felix seakan tak mendengar ucapan Jessy karena ia hanya fokus pada Al dan Mona
Jessy tak menjawab ia hanya berjalan ke arah pantri membuat kan minum untuk mereka
Tak tak tak
Suara orang menuruni tangga siapa lagi kalau bukan Zio yang baru kelar berganti baju
"Eh ada tamu ternyata" ucap Zio tersenyum ketika melihat ruang tamu ada dua orang baru
"Uncle sini" panggil Al
Zio mengangguk lalu menghampiri Al
"Uncle kenalin ini mama baru Al" ucap Al tersenyum senang menunjuk Mona
"Oh, lama tidak bertemu tuan delix" ucap zio menjabat tangan Felix
"Lama tidak bertemu tuan Zio, panggil saya Felix saja" ucap Felix menerima uluran tangan zio lalu mereka melepaskan tangan mereka
"Uncle, kenapa uncle tak berjabat tangan dengan mama baru Al" tanya Al dengan polosnya
"Uncle sudah kenal dengan mama baru mu" ucap Zio berjalan menghampiri Jessy
"Sudah kenal?, apa itu benar Tante" tanya Al pada Mona
"Iya uncle adalah sepupu Tante, Tante memanggil nya dengan sebutan Kaka" ucap Mona mengangguk
"Jadi Zio sepupu mu, tapi kenapa kamu tidak tinggal di Paris atau di sini?" tanya fellix
"Tidak, mama ku dapat suami negara ku" ucap Mona tersenyum lebar
"Tapi Tante akan sering main kesini kan, kalau tidak tinggal aja di rumah uncle biar kita bisa main bareng terus" ucap Al
"Tidak usah pulang lagi ke rumah Tante" imbuh Al dengan muka polosnya
"Tidak bisa gitu dong sayang kan Tante masih punya keluarga" ucap Felix menggeleng
"Yah" lesu Al
Sedangkan di pantri
__ADS_1
"Kau sedang apa?" tanya Zio pada Jessy yang sibuk mengaduk gelas
"Oh, ini buat minuman untuk mereka" ucap Jessy meletakkan gelas di atas nampan
"Habis itu bantuin aku masak ya" ucap zio ketika Jessy hendak mengangkat nampan itu
"Hem oke" ucap Jessy mengangguk lalu ia berjalan menghampiri mereka
"Minuman sudah datang" ucap Jessy tersenyum meletakkan gelas di hadapan mereka masing-masing
"Terimakasih" ucap Mona tersenyum
"Sama-sama, sayang apa kau masih ingin ice cream mu" tanya Jessy pada Al
"Boleh Mommy tapi" ucap Al menatap Mona
"Kenapa natap Tante seperti itu?" tanya Mona melihat tatapan Al
"Tidak apa-apa Tante" ucap Al menggeleng
Jessy yang tau tersenyum lalu ia berdiri mengambil dua cup ice cream dan menyerahkan pada Al
"Suapin mommy" ucap Jessy tersenyum Al mengangguk lalu membuka bungkus ice cream lalu menyuapi Jessy
"Terimakasih, ice cream nya lezat, yang utuh kasih ke Tante" ucap Jessy tersenyum lebar
"Aha, Al paham, kita berbagi kan mommy" ucap Al senang
"Betul, tapi mommy sudah kenyang sisanya makan saja sampai habis" ucap Jessy
"Oke Mommy, ini untuk Tante" ucap Al memberikan satu cup ice cream pada Mona
"Lalu buat Daddy mana sayang" rengek Felix bagaikan anak kecil
"Daddy beli sendiri" ucap Al tertawa
"Awas kau ya nanti Daddy beli yang banyak Al, Daddy gak akan kasih bagi Al" ucap felix pura-pura merajuk
"Tidak apa, Al akan minta sama Tante, iya kan Tante" ucap Al menatap Mona
"Iya" ucap Mona mengangguk
Jessy yang melihatnya pun pergi menghampiri Zio
"Kau mau masak apa?" tanya Jessy melihat zio memotong sayuran
"Mau bikin salad" ucap Zio tersenyum
"Oke bantuin apa ini?" tanya Jessy melihat semua bahan di atas meja
"Bantuin nyicip saja kau duduk saja di sini temani aku" ucap zio terkekeh
"Masak bantuin nyicip, aku bantuin nyuci bahan ya" ucap Jessy tersenyum
"Terserah kamu saja yang penting jangan yang rumit aja" ucap zio mengangguk
"Oke, em ngomong ngomong, apa dia sepupu mu" tanya Jessy
"Iya tapi sampai sekarang ia masih lajang dari dulu" ucap zio menggeleng kepalanya
__ADS_1
"Emang dia tidak pernah berpacaran?" tanya Jessy menengok ke arah Zio karena posisi mereka saling membelakangi
"Tidak pernah kata dia lagi menunggu seseorang" ucap Zio menatap Mona yang tertawa lebar bersama Al dan Felix
"Menunggu seseorang, kalau orang tidak muncul bagaimana?" ucap Jessy
"Bukan tidak muncul tapi sudah muncul" ucap zio menatap Felix
"Lalu di mana dia sekarang" tanya jessy
"Kau lihat dia tak pernah sebahagia seperti itu" ucap zio menunjuk Mona
Jessy melihat Mona namun matanya menangkap sesuatu dari Mona
Tak
Jessy menjetikkan jarinya
"Oh aku tau pasti orang itu ada di depan nya, felix benar?" tebak Jessy yang melihat mata Mona yang selalu melirik ke arah Felix
"Benar, dari dulu ia selalu berharap Felix menjadi pria yang mencintainya" ucap zio
"Tapi kan Felix sudah mempunyai anak, apa dia tak keberatan?" tanya Jessy
"Tidak, ia juga sudah tau kehidupan Felix dari dulu hingga sekarang" ucap zio
"Kenapa ia tak mengatakan nya dari dulu kalau ia suka dengan nya" ucap Jessy bingung
"Ya karena ia takut akan penolakan" ucap zio
"Tak ada salahnya Kan kalau dia mengatakan yang sejujurnya" sarang Jessy
"Itu yang ia lakukan sekarang ini, mengejar nya" ucap Zio
(Dan juga seperti ku mengejar mu) lanjut Zio dalam hati
"Bagus kalua gitu, aku akan mendukung nya" ucap Jessy tersenyum menatap mereka bertiga di ruang tamu
"Hem" zio hanya berdehem ia masih fokus memasak
"Sudah jangan di liatin terus, cobain dulu masakan aku" ucap zio mengarah kan sendok ke mulut Jessy
"Sudah matang kah?" ucap Jessy terkejut
"Iya, kamu keenakan ngobrol jadi tak menyadari nya" ucap Zio tersenyum
"Oh iya, ngobrol memang yang membuat orang lupa diri" ucap Jessy tersenyum mengangguk
"Sudah jangan ngomong terus pegal ini aku pegangin nya" ucap zio terkekeh yang masih saja terus menyodorkan sendok di depan mulut Jessy
Hehe
Jessy menyengir kuda ia lalu mencoba masakan Zio
"The best" ucap Jessy mengacungkan kedua jempol nya
"Masak sih, jadi pengen coba aku" ucap zio lalu ia menyicipi dengan satu sendok yang sama dengan Jessy tadi
"Bagaimana enak kan" ucap Jessy tersenyum lebar
__ADS_1
"Hem enak" ucap zio mengangguk tanpa mereka sadari mereka menggunakan sendok yang sama, hemm ada peningkatan