
"Sudahlah ma, ayok kita istirahat saja papa udah mengantuk" ajak Papa Zio yang beberapa kali sudah menguap
"Ish papa ih mama kan masih mau ngobrol sama mantu mama, ya kan besan" ucap mama Zio menatap mama Jessy yang sedari tadi diam
"Heheh jeng mengobrol lah, saya sama suami saya pamit istirahat dulu, badan suami saya sering capek jadi mau istirahat lebih awal" ucap mama Jessy tersenyum
"Yah kok kalian pada istirahat sih" gerutu mama zio
"Besok kan masih ada waktu ma" ucap papa Zio
"Kita permisi dulu ya, selamat malam semuanya" ucap mama Jessy tersenyum berdiri di ikuti papa Jessy juga tersenyum mereka lalu pergi ke kamar tamu yang sudah di sediakan
"Udah lah ma, papa juga mau tidur" ucap papa zio berdiri lalu pergi ke kamar meninggal kan mama Zio yang masih berada di ruang keluarga
"Mama gak sekalian pergi tidur juga" tanya Zio menatap mama nya
"Mama masih pengen ngobrol dengan kalian" ucap mama zio dengan muka cemberut nya
(Lebih tepatnya dengan mantu Tante saya di sini seperti patung saja) batin angel
"Tapi zio mau pacaran dulu sama calon istri zio" ucap Zio menggoda Mama nya
"Mama gak mau jadi obat nyamuk" ucap mama Zio
"Kalau tidak mama bicara sama dia, kapan dia nyusul" ucap Zio tersenyum lebar menunjuk Mona dengan dagunya
"Kenapa memang dia masih nunggu pujaan hati nya" ucap mama menatap Mona
"Ma, apa mama enggak tau Pujaan hatinya ada di samping nya" kompor Zio
"Benarkah?" tanya mama penasaran
"Iya coba mama lihat" ucap zio
Mama zio pun memperhatikan Mona tak hanya mama Zio Jessy, dan suami istri delix dan angel juga memperhatikan Mona
Mereka mengangguk bersama ketika mereka melihat sesuatu yang luar biasa
(Gotcha, hehe maaf ma zio mau pacaran sama Jessy dulu, sementara mama ke Mona dulu ya) batin Zio tersenyum puas ketika mama nya tertarik dengan Mona
"Yang di samping Mona itu siapa? tanya mama
"Tanya aja sama adiknya ma" ucap Zio berdiri menggandeng tangan Jessy mau tak mau Jessy ikut berdiri
"Memang siapa adiknya" tanya mama Zio penasaran
"Ada di depan mama" ucap zio berlalu pergi meninggalkan delix angel dan mama nya
"Kalian adik laki-laki itu" tanya mama zio menatap angel dan delix bergantian
__ADS_1
Mereka mengangguk kepalanya bersama
"Boleh tidak Tante tanya sesuatu sama kalian" ucap mama zio antusias
"Boleh Tante Tanya saja sama dia, angel mau nidurin anak-anak" ucap Angel tersenyum menunjuk Al dan lily
Ia sengaja beralasan menunjuk anak-anak karena ia yakin jika mama Zio akan bertanya tiada habisnya apalagi melihat empat orang yang beda ruang masih setia membahas pekerjaan
"Sayang" rengek delix tak ingin di tinggal angel
"Kamu di sini saja temani Tante ya" ucap Angel tersenyum dingin menatap tajam Delix
"Awas kalau kamu ikut aku, jangan tidur dengan aku" ucap Angel tanpa mengeluarkan suaranya
Mau tak mau delix mengangguk patuh dari pada tidak di kasih jatah oleh angel mending mendengar ocehan mama Zio ia berharap mama Zio tak lama-lama
"Tante angel permisi dulu ya" ucap Angel tersenyum lebar
"Iya, biasakan anak-anak tidur lebih awal biar besok lebih fresh" ucap mama zio tersenyum lebar
"Iya Tante" ucap Angel menghampiri anak-anak lalu mengajak untuk ke kamar mereka
Dan tinggallah mama Zio dengan segudang pertanyaan dan delix dengan segudang kegerutuan
Mama zio lalu melancarkan pertanyaan nya dan delix jawab sekena nya atau mengangguk tersenyum saja
"Bagaimana perkembangan kerjasama kalian aku dengar kalian sedang bekerja sama dalam bidang produk makanan" tanya Willy yang saat ini tak bicara formal lagi
"Ya gitu kita sudah melakukan percobaan kita tunggu hasil lab" ucap Felix
"Ya masih lama jika makanan ini akan keluar" timpal Mona tersenyum
"Kau cantik sekali kalau tersenyum" celetuk tiba-tiba bara menatap Mona
Mereka menatap ke arah bara apalagi Felix ingin sekali ia mengeplak kepala bara sungguh ia sangat tidak suka jika bara memuji Mona
"Ah semua wanita juga cantik tak ada yang jelek" ucap Mona tersenyum
"Tapi kamu cantik sekali melebihi wanita lain" puji bara tersenyum lebar
"Kamu juga tampan" puji balik Mona
"Aku tau itu makanya banyak wanita yang ingin menikahi ku" sombong bara
"Sombong amat" ucap Willi mengeplak kepala bara
"Ekhem" dehem Felix sebelum bara berucap
Sungguh sangat ia tak suka bara menatap kagum pada Mona
__ADS_1
"Bagaimana dengan bisnis anda tuan bara" ucap Felix penuh penekanan
Willi yang mendengar ucapan Felix seakan tau jika Felix tak suka bara memuji Mona tapi bara tak Pekka akan hal itu
"Baik-baik saja, tapi aku berencana akan membuka club baru di daerah sekitar sini" ucap bara tersenyum lebar
"Sungguh pembisnis yang luar biasa ya" puji felix tersenyum
"Tentu saja" sombong bara
"Apa nona Mona mau menjadi pasangan pembisnis yang luar biasa ini" ucap bara tersenyum menggoda
"Haha" bukan menjawab Mona hanya tertawa kecil
Felix semakin panas ingin mengalihkan perhatian bara tapi tetap saja laki-laki itu masih menggoda Mona
Willi yang melihat wajah Felix sudah tak bersahabat ia lalu mengajak bara untuk pergi dari sana sebelum mulut bara mengeluarkan mulut buaya nya
"Oh iya Kita seperti nya melupakan sesuatu" ucap Willi berdiri
"Sesuatu apa itu?" tanya bara mengerutkan kening nya
"Apa kau lupa, ayo cepat kita sudah terlambat" ucap Willi menggeret tangan bara
"Kemana" ucap bara semakin bingung
"Udah ayok, kita pergi dulu ya" ucap Willi menarik bara
"Tante kita pergi dulu ada urusan, bro kita pergi dulu" ucap Willi pada mama Zio dan delix
"Iya hati-hati" ucap mama Zio tersenyum mengangguk
Delix hanya mengangguk sambil melambaikan tangan nya
Willi mengajak bara keluar tanpa memberi kesempatan bara berucap
"Kita sebenarnya mau kemana sih" kesal bara ketika mereka sudah ada di samping mobil Willi
"Mau tutup mulut buaya lu, udah ayok" ucap Willi menaiki mobil nya
"CK" decak bara dengan kesal ia masuk ke mobil lalu menutup mobil Willi dengan kasar
Willi hanya menggeleng kepala nya
(Udah gue selamatkan dari api cemburu seseorang, kelak gue akan minta bantuan lu) batin Willi tersenyum menatap bara
Di tempat zio kini mereka sedang berada di gazebo tempat melamar Jessy yang semula hanya ada kursi dan meja kini berganti dengan sofa cukup besar dan meja kecil
Mereka menikmati suasana malam, tak takut kedinginan karena di dalam sana sudah ada penghangat ruangan
__ADS_1