
Malam hari di rumah sakit tempat baby Al di rawat, terlihat baby Al sudah bangun ia sedang bermain dengan Jessy walau keadaan nya masih lemas
"Non makan dulu ya" bujuk mbok Eem pada Jessy yang sedari siang tidak mau makan sama sekali
"Nanti mbok Jessy masih mau main sama baby Al" ucap Jessy tersenyum menggeleng
"Ya udah non kalau non gak mau, tapi mbok pulang nya soalnya mbok gak bisa nemenin non Jessy di sini urusan mbok yang kemarin belum selesai non gak papa kan jaga baby Al sendiri?" ucap mbok Eem tak enak hati
"Iya mbok gak papa, Jessy bisa kok" ucap Jessy tersenyum menatap mbok Eem
"Ya udah kalau gitu pergi ya, den Al mbok pergi ya jangan sakit-sakit lagi bye-bye" ucap mbok Eem melambaikan tangan di balas senyuman lebar khas baby Al dan Jessy
Tak beberapa datang seorang dokter mengecek keadaan baby Al
"Hallo baby Al bagaimana keadaannya" ucap dokter tersenyum lebar
"Kita periksa dulu ya" ucap dokter itu mulai memeriksa baby Al
"Suhu nya sudah turun, mungkin dua hari lagi boleh pulang ke rumah" ucap dokter tersenyum ketika selesai memeriksa baby Al
"Terimakasih dokter" ucap Jessy tersenyum mengangguk
"Kita permisi dulu, bye-bye baby Al" ucap dokter melambaikan tangannya
"Akhirnya demam kamu turun sayang" ucap Jessy mengelus kepala baby Al yang tertawa kecil
"Sekarang baby Al tidur ya, istirahat biar cepat pulang ke rumah" ucap Jessy membaringkan baby Al, baby Al hanya patuh apa yang di katakan Jessy
Tak lama nafas teratur keluar dari hidung baby Al menandakan ia sudah tertidur pulas
Jessy yang melihatnya tersenyum lebar ia lalu beranjak dari duduknya berjalan ke toilet membasuh mukanya lalu ia berjalan menghampiri makanan yang di beli mbok Eem
Ia buka ternyata nasi nya sudah basi ia pun membuangnya ke tempat sampah
Ia menatap baby Al yang tertidur pulas
"Apa aku tinggal sebentar aja ya, sebentar saja beli makan lalu kembali lagi" ucap Jessy ia berjalan menghampiri ranjang baby Al membenarkan posisi baby Al agar baby Al tak terjatuh saat tidur lalu ia keluar sebentar mencari makanan di kantin rumah sakit
Tak lama setelah keluar nya Jessy masuklah seorang pria bertubuh tinggi tegak berjalan menghampiri ranjang baby Al ia duduk di samping baby Al
__ADS_1
"Sayang" ucap Pelang pria itu memegang tangan baby Al
"Ini Daddy nak, apa kamu kangen dengan Daddy, maafin Daddy telat mengetahui mu" ucap pria itu berkaca-kaca
"Maafin Daddy gak bisa nemenin baby Al waktu kecil" ucap pria itu menyeka air matanya
"Maafin Daddy gak bisa ngajak main baby selama ini" ucap pria itu sangat bersalah dalam hatinya
"Maafin Daddy ya, kamu mau kan maafin Daddy" ucap pria itu mengengelus pipi baby Al
Seakan tau jika pria itu adalah ayahnya baby Al menggenggam erat tangan pria itu yang sedari tadi menggenggam tangan baby Al
"Kamu maafin Daddy sayang" ucap pria itu antara bahagia dan sedih
Baby Al tersenyum kecil dalam tidurnya mungkin ia bertemu dengan ayah nya dalam mimpinya bahkan tangan baby Al semakin erat menggenggam tangan pria itu
Sungguh memang batin antara ayah dan anak tak bisa dibohongi
Pria itu pun semakin terisak ia bahagia melihat senyum baby Al lalu pria itu menyium kening baby Al ia hendak melepaskan tangan baby Al tapi baby Al tak mau melepaskan tangannya
"Sayang, lepas ya besok Daddy kesini lagi jenguk baby ya, Daddy harus pergi sekarang" bujuk pria itu namun baby Al tetap menggenggam erat tangan nya seakan tak mau kehilangan
"Cepat sembuh ya, Daddy pergi dulu" ucap pria itu mengecup kening baby Al lalu keluar sebelum menutup kembali pintu itu pria itu kembali menatap baby Al
Ingin sekali rasanya ia menemani baby Al di samping nya tapi ia tak bisa melakukan nya sekarang
Pria itu pun lalu menutup kembali pintu kemudian masuk ke salah satu ruangan di samping ruangan baby Al
"Tuan" sapa asisten nya yang ternyata sudah menunggu di dalam
"Kau pulang lah, besok pagi baru jemput saya" ucap pria itu merebahkan tubuhnya di atas bangkar
"Baik tuan, kalau ada apa-apa segera hubungi saya" ucap asisten nya lalu pergi meninggalkan tuanya
"Huh" pria itu menghela nafas panjang menatap langit-langit matanya memancarkan sebuah api kemarahan yang sangat besar ia mengepalkan tangannya
(Tunggu kehancuran mu wanita iblis) batin pria itu
Di tempat lain seorang pria terlihat sangat marah kantor yang awalnya rapi kini berantakan dokumen berserakan dimana-mana seperangkat alat sholat eh salah seperangkat komputer pun sudah tak berbentuk
__ADS_1
"Sial, Dasar wanita sialan" umpat pria itu membanting semua yang ada di depannya
"Tuan tenang lah" ucap asisten nya yang sedari melihat nya
"Diam kamu, keluar" bentak pria itu menunjuk asisten nya
Mau tak mau asisten nya keluar dengan perasaan cemas lalu ia mengambil ponselnya menekan beberapa tombol lalu menempelkan ke telinga nya
"Katakan" ucap sebrang sana
"Anu e itu, tuan muda ngamuk-ngamuk, semua ruangan nya menjadi kapal pecah" ucap asisten pria tadi
Belum sempat asisten itu kembali berkata telfonnya sudah di matikan dari sebrang sana
"Aduh kenapa di matiin, aku kan belum selesai berbicara semoga saja bisa di bujuk dengannya" ucap asisten itu
Tak beberapa lama pintu ruangan itu terbuka lebar keluar lah pria yang penuh dengan Amarah
"Tuan" ucap Asisten nya ketika pria itu melewati nya dan berhenti ketika asisten nya memanggil nya ia menatap asisten nya dengan api menyalang
Gleg
(Sungguh menakutkan) batin asisten itu tak berani berkutik
"Rapikan ruanganku seperti semula" kata pria itu lalu pergi meninggalkan Asisten nya
"Tuhan saya masih ingin hidup" doa asisten itu lalu segera mengikuti diam-diam atasannya kalau tidak bisa habis kalau ketahuan oleh tuannya
Tak lupa asisten itu memerintahkan seseorang untuk membereskan ruangan atasan nya
Kembali ke rumah sakit Jessy membuka pintu ruangan baby Al ia meletakkan makanan di atas meja dekat Bangkar baby Al ia mulai memakan yang ia bawa
Ia memakan dengan sesekali menatap baby Al ia segera menyelesaikan makannya
Tak berapa lama Jessy sudah selesai makan ia membuang sampahnya ke dalam Tong sampah berjalan ke toilet membersihkan gigi nya lalu menghampiri baby Al setelah selesai
Ia mendudukkan dirinya di atas kursi Samping baby Al memegang tangan baby Al
"Selamat malam sayang, maafin Mommy" ucap Jessy mengecup tangan baby Al lalu ia mengelus kepala baby Al tak lama ia pun juga ikut menyusul baby Al di alam mimpi
__ADS_1