
Malam hari waktu Perancis mansion yang begitu megah kini ramai dengan kedatangan semua orang berkumpul bersama mengadakan acara keluarga barbeque di samping kolam renang
"Mau lagi?" Tanya Felix yang sedang menyuapi Al
"No dad thanks" ucap Al menggeleng kepala nya
"Oke, mau minum apa?" Tanya Felix
"Juice" ucap Al bersemangat
"Oke your juice segera datang" ucap Felix mengambil juice
"Thanks dad" ucap Al tersenyum lebar
Felix mengangguk mengelus kepala Al
"Dad" panggil Al
"Iya?, Al mau butuh sesuatu?" tanya Felix menatap Al
"No dad" ucap al menggeleng kepala nya
"Lalu?" ucap Felix
"Dad delic kemana kok belum datang?" tanya Al melihat ke arah pintu masuk
"Memang kenapa sayang Daddy juga tidak tau" ucap Felix mengeryit heran
"Tidak apa-apa dad hanya saja kenapa dad delic lama sekali padahal Al sudah tidak sabar makan makanan yang Mommy masak" gerutu Al menunjuk ke arah Jessy yang sedang membakar daging
Felix terkekeh geli
"Nanti juga sebentar lagi Daddy nyampe" ucap Felix
Al mengangguk setuju lalu ia bercanda tawa dengan Felix sambil menunggu delic
Tak berselang lama delic pun datang dengan senyum sumringah nya
"Hallo everyone, daddy delic datang" teriak delic tersenyum lebar ia melangkah mendekati Felix dan Al
Semua orang yang mendengar ucapan delic pun menoleh ke arah delic terutama Jessy yang menatap delic dengan sangat tajam
"Huh Daddy lama sekali Al kan sudah tidak sabar makan itu" ucap Al menunjuk ke atas meja yang berjejer makanan
"Sorry babe Daddy tadi sedang buat adik buat Al" ucap delic terkekeh
"Lalu mana adik Al" ucap Al dengan polosnya
"Belum di cetak babe" ucap delic makin terkekeh
Felic yang mendengar ucapan delic menatap tajam delic lalu ia mengambil sendal nya lalu melemparkan kepada delic namun lemparan itu tidak mengenai delic karena Delic sudah membaca gerakan Felix
"Gak kena wle" ejek delic seperti anak kecil
Karena kesal Felix pun kembali melemparkan sendal ke arah delic namun tetap saja Delic masih bisa menghindar, dua kali lemparan Felix tak kena delic pun semakin gencar mengejek felix
__ADS_1
"Kak apa kau semakin tua Kenapa lemparan mu tak ada yang kena, lebih baik kau cari pasangan daripada nanti sudah tua Bangka tak ada yang mengasuh mu" ejek delic semakin menjadi jadi
Felix yang kesal pun melempar sebuah bantal sofa tiba-tiba
Bug
"Aduh kepala ku" ringis delic mengelus kepala nya yang terkena lemparan maut dari arah belakang
Felix yang melihat tersenyum puas sedangkan Al tertawa lebar
"Siapa sih yang berani-beraninya melempar sendal tidak tau apa kalau ini sakit" gerutu delic menoleh kearah belakang
Gleg
Ia dengan susah payah menelan Saliva nya, dilihatnya Jessy berdiri di belakang nya tangan kanannya memegang sebuah sendal tangan kirinya memegang pinggang nya mata nya yang begitu tajam raut muka yang begitu menyeramkan
"Hehehe, Mommy Jessy kenapa melempar sendal, kan jadinya gak pakai sendal" ucap delic tersenyum lebar menaruh sendal di dekat kaki Jessy
"Pakai" ucap delic tersenyum lebar memakai kan sendal ke kaki Jessy tapi Jessy enggan memakai nya ia masih menatap tajam delic
"Angkat kakinya mommy Jessy" ucap delic berusaha mengangkat kaki Jessy dengan susah payah
Felix dan Al melihat nya pun terkekeh geli
"Mommy?" ucap delic menatap Jessy lalu
Bug bug
"Dasar ya kamu ngajarin anak ku yang tidak benar" ucap Jessy memukul punggung delic dengan sendal di tangannya
"Tak mengerti apa hah, kau mengajari anakku mata duitan" ucap Jessy berusaha mengejar delic
"Memang aku mengajari yang bagaimana" ucap delic berdiri di belakang sofa tempat Al dan Felix sedangkan Jessy berada di depan mereka
"Kau masih pura-pura tidak mengerti sini kau" ucap Jessy mengejar delic
"Tunggu aku memang tak mengerti maksud mu" ucap delic berlari mengitari sofa
Al dan Felix yang melihat nya pun tertawa lebar sungguh puas melihat Delic yang seperti itu
"Sini kau" ucap Jessy mengarah kan sendal nya ke arah delic
"Tidak" tolak delic
"Sini" ucap Jessy melempar kan sebuah bantal sofa
"Wle tidak kena" ucap delic saat lemparan Jessy tak kena
Kekesalan Jessy bertambah sampai ke ubun-ubun ia kembali melemparkan bantal sofa dan itu pun kembali tak mengenai delic
"Tidak kena, tidak kena" ejek delic
Karena tak kena kena akhirnya nya pun ia mengejar delic sampai dapat namun semua nya usaha nya sia-sia, sudah beberapa menit ia mengejar Delic tapi ia tak bisa menangkap delic yang ada ia malah kecapaian sendiri
"Awas kau ya" ucap Jessy memegang perutnya
__ADS_1
"Dasar sudah tua masak baru segitu aja sudah cape" sombong delic padahal ia sendiri sudah cape, delic sekarang berdiri sebelah kanan Felix sedangkan Jessy di sebelah kiri Al
"Hey ingat ya kamu sama saya itu lebih tua kamu jadi kamu yang sudah tua Bangka" ucap Jessy
"Mana ada, aku tua Bangka lihat buktinya aja aku sudah laku bukan seperti kalian sudah tua gak ada yang mau" sombong delic menunjuk jari manisnya lalu menunjuk ke arah Felix dan Jessy
"Kau" kesal Jessy
"Kan fakta" ucap delic tersenyum lebar
(Huh, harus pakai jurus terakhir awas kau delic) ucap Jessy menyeringai
"Hay angel" ucap Jessy tersenyum lebar seolah-olah ada angel di belakang delic padahal tak ada orang di belakang delic
Delix yang mendengar nama angel pun menoleh ke arah belakang dilihatnya tak ada apa-apa ia lalu kembali menoleh ke arah depan namun saat ia hendak memutar tubuhnya sebuah sendal sudah melayang tajam ke arah nya
Wusss brak
Henshot
Hahaha Tawa pecah dari al dan Felix melihat delic K.O dengan sandal Jessy
"Aduh" ringis delix memegang kepala dan bokong nya karena ia terkena lemparan sendal sekaligus ia jatuh ke lantai
"Mampus rasain" ucap Jessy tersenyum puas menepuk dadanya
"Come on baby" ucap Jessy mengajak Al menghampiri delic
"Mau macam-macam kamu hhaha" ucap Jessy berdiri di depan delic
"Tindih dia sayang" ucap Jessy menatap Al dan menunjuk delix
"Siap laksanakan mom" ucap Al kegirangan
Lalu brrugg
"Aduh pinggang ku" teriak delic karena Al langsung menubruk badan delix tanpa basa-basi hingga delix kembali tersungkur di atas lantai
Hahahaha
Tawa kembali terdengar dari mulut Al dan Felix
"Aduh babe tolong menyingkir lah pinggang Daddy sakit ini" ucap delic berusaha mengangkat Al dari tubuhnya tapi itu semua sia-sia
"No dad sebelum ada perintah dari Mommy Al tidak akan turun" ucap Al tersenyum lebar
"Tapi pinggang Daddy sakit" ucap delix memelas
"No" ucap Al kembali menubruk badan delix
"Aduh" ringis delix
"Tunggu mommy angel datang kamu boleh turun sayang" ucap Jessy mengelus kepala Al
"Oke mommy" ucap Al kesenangan
__ADS_1