
"Baby Al kenapa mbok" tanya Jessy berusaha menenangkan baby Al
"Mbok juga gak tau non, tadi mbok ke toilet karena baby Al masih tidur nyenyak bahkan mbok baru aja masuk toilet non" jelas mbok Eem
"Aduh sayang kenapa nangis Hem, udah ya berhenti nangis ya kalau gak berhenti nangis nanti mainannya hilang di ambil orang Lo" ucap Jessy membujuk baby Al tapi baby Al masih terus saja menangis
"kamu sebenarnya kenapa sayang bilang sama mommy ya" ucap Jessy mengelus kepala baby Al
Mbok Eem yang melihat baby Al masih menangis pun mengambil mainan baby Al yang paling disukai memberikan nya pada baby Al
Baby Al melihat mainan itu lalu ia mengambil nya tapi tetap saja baby Al masih menangis
"Aduh, gimana ini mbok baby al gak berhenti nangis" cemas Jessy
"Ajak jalan-jalan dekat sini non, siapa tau baby Al bisa berhenti nangis apalagi tadi mbok liat seperti nya baby Al ingin ke bawah" ucap mbok Eem
"Jessy coba ya mbok" ucap Jessy menuruni tangga sambil menggendong baby Al
Dan benar saja sampai di bawah tangis baby Al berangsur-angsur berhenti matanya melihat kesana-kemari seperti mencari sesuatu
"Cari apa sayang gak ada siapa-siapa di sini" ucap Jessy melihat baby Al celingukan
Baby Al menggeleng ia menyandarkan kepalanya di bahu Jessy lalu ia kembali memejamkan mata nya
"Baby Al tidur non" bisik mbok Eem yang sedari tadi melihat baby Al
"Kalau gitu Jessy bawa ke atas dulu ya mbok" ucap Jessy hendak melangkah ke atas tapi baby Al kembali merengek
"Enggh" rengekan dari bibir baby Al
"Baby Al gak mau ke atas mbok" ucap Jessy menatap mbok Eem
"Mbok ambillin kasur yang biasanya buat baby Al main ya non" tawar mbok Eem
"Iya mbok ambillin itu aja, nanti taruh di samping meja kasir aja mbok" ucap Jessy menunjuk tempat samping meja kasir yang cukup luas
"Iya non" ucap mbok Eem menaiki tangga
Pagi hari cahaya matahari menembus di sela-sela korden menyinari dua orang satu bayi laki-laki, dan satu perempuan dewasa
__ADS_1
"Enggh" lenguh Jessy merenggangkan otot otot nya ia menatap baby Al yang tertidur pulas di samping nya
"Tumben baby Al belum bangun biasanya bangun paling awal sendiri" senyum Jessy menatap baby Al
Ia menyentuh pipi baby Al tersentak kaget karena badan baby Al begitu panas dengan harap harap cemas ia memastikan sekali lagi
"Ya ampun kenapa badan kamu panas banget sayang" ucap Jessy segera mendudukkan dirinya
Ia pun tak menyadari jika baby Al sedang demam, karena ia pikir baby Al baik-baik saja karena pada umumnya anak kecil jika sakit akan merengek tapi baby Al Hanya diam saja seperti biasa nya
"Aduh bagaimana ini" khawatir Jessy ia lalu bangkit mengambil sebuah termometer digital
Ia meletakkan di ketiak baby Al lalu Jessy tinggal sebentar mengambil sebuah baskom sambil menunggu termometer nya bekerja
Jessy meletakkan kain hangat di dahi baby Al ia mengelus pipi baby Al
"Kenapa kamu sakit sayang, mommy sedih melihat mu begini" lirih Jessy
Tak lama mbok Eem datang membawa makanan untuk mereka makan
"Non" panggil mbok Eem yang baru datang karena ia kemarin kembali ke rumahnya karena ada urusan penting
"Baby Al pasti baik-baik saja non" ucap mbok Eem memeluk Jessy ia sudah tau baby Al sakit ketika melihat termometer dan kain di dahi baby Al
"Jessy takut mbok, sebelum nya baby Al belum pernah begini" ucap jessy sedih
"Non jangan takut wajar kalau baby Al sakit karena selama ini baby Al jarang sakit, mungkin non kaget karena ini baru pertama kalinya baby Al sakit" ucap mbok Eem menenangkan Jessy
"Iya mbok Kalau nanti siang demam baby Al gak kunjung turun Jessy bawa baby Al kerumah sakit mbok" ucap Jessy menatap baby Al
"Iya non, nanti mbok temenin non Jessy" ucap mbok Eem melepaskan pelukannya
"Sekarang non makan dulu ya biar mbok urus baby Al" ucap mbok Eem
"Jessy gak ***** makan mbok" ucap Jessy menggeleng
"Makan ya, walau hanya sedikit" bujuk mbok Eem
Jessy diam ia menatap baby Al lalu mengambil termometer nya melihat angka yang tertera melebihi angka normal
__ADS_1
Ia meletakkan kembali termometer nya mengambil kain yang ada di dahi baby Al, ia hendak mengompres nya kembali tapi tangan Jessy di cekal oleh mbok Eem
"Makan dulu non, kalau non sakit siapa yang jagain baby Al" ucap mbok Eem menarik pelan tangan Jessy menuju meja makan yang bisa di lipat
"Makan walau hanya sedikit" ucap mbok Eem meletakkan sebuah nasi kotak dan air putih di hadapan Jessy lalu mbok Eem duduk di samping baby Al
Jessy menatap makanan di depannya ia menghela nafas panjang mau tak mau ia memakan makanan walau hanya beberapa suap
"Mbok tolong buatin bubur buat baby Al" ucap Jessy menghampiri mbok Eem
Mbok Eem melihat ke arah meja makanan Jessy masih banyak bahkan hanya berkurang beberapa sendok saja mbok Eem menatap Jessy lalu mengangguk menyetujui ucapan Jessy
Siang hari Jessy dan juga mbok Eem bersiap pergi ke rumah sakit karena demam baby Al tak kunjung turun
"Mbok cari taksi dulu mbok biar Jessy siapin keperluan baby Al" ucap Jessy tak tenang
"Iya non mbok cari taksi" ucap mbok Eem menuruni tangga
"Kita kerumah sakit ya sayang ya, jangan buat Mommy cemas" ucap Jessy menggendong baby Al
"Non mobilnya sudah ada" ucap mbok Eem menghampiri Jessy yang sedang menggendong baby Al
"Tolong angkatin itu mbok" ucap Jessy menunuk perlengkapan baby Al
"Biar saya aja mbok" ucap seseorang pria yang tiba-tiba masuk ke rumah Jessy
Jessy menoleh menatap orang yang berjalan menghampiri mbok Eem buat apa orang itu kesini pikir nya namun ia tak ingin mempertanyakan hal itu yang penting ia bisa membawa baby Al secepat mungkin karena hatinya merasa tak tenang
"Terimakasih" ucap mbok Eem
"Kita kerumah sakit sekarang" ucap pria itu berjalan mendahului Jessy ketika ia melewati Jessy ia melirik ke arah baby Al
Jessy dan mbok Eem pun mengikuti langkah pria itu menuju mobilnya, sepanjang jalan mobil berjalan suasana mobil itu terasa sangat cemas khawatir, apalagi ada kemacetan di jalan depan bahkan tanpa Jessy dan mbok Eem sadari sedari tadi pria itu melirik baby Al dari kaca spionnya
"CK sial sekali kenapa pakai macet segala" umpat pria itu dengan pelan ia tak mau jika Jessy dan mbok Eem melihat nya tempramen bisa gagal rencananya mendekati mereka jika mereka merasa tak nyaman dekat dengan nya
Dengan amat kesal pria itu mencoba menahan kemarahan nya sebisa mungkin ia tak membuat mereka salah paham
Setelah beberapa menit menunggu akhirnya mobil mereka bergerak juga pria itu pun langsung menginjak pedal gas ia sudah tak sabar ingin cepat cepat sampai di rumah sakit saat itu juga
__ADS_1