
Sore hari mereka telah bersiap untuk pulang kerumah masing-masing, tapi zio dan Jessy tidak bisa kembali ke rumah nya karena zio ada meeting dadakan sedangkan Jessy mau menengok cabang butik nya yang ada di mall
Orang tua Jessy dan Zio menginap di rumah anak mereka masing-masing dan juga Mona ke tentu ke rumah Zio menemani orang tua Zio, Felix dan Al kembali ke mansion, delic angel dan Lily juga kembali ke rumah mereka
"Kalau sudah selesai telfon aku ya biar aku jemput" ucap Zio pada Jessy karena mereka satu mobil kebetulan mall dan juga kantor zoo searah
"Oke, hati-hati di jalan" ucap Jessy mengangguk ia membuka pintu mobil lalu menutup kembali
"Aku pergi dulu" ucap Zio tersenyum melambaikan tangan nya
Jessy mengangguk juga membalas lambaian tangan Zio
Ia lalu masuk ke dalam mall berjalan menuju tempat butik nya
Matanya menatap kesana kemari melihat sekeliling banyak sekali orang nya batin Jessy
"Jelas saja ini hari weekend" gumam Jessy tersenyum kecil
Beberapa menit kemudian Jessy sudah sampai di depan butik nya, ia memandangi nya cukup ramai penataan nya juga sesuai dengan harapan nya
"Bagus" gumam Jessy mengangguk paham, karyawan dalam butik milik jessy yang melihat Jessy pun mulai menatap sinis ke arah Jessy karena Jessy hanya berdiri di depan
Mereka juga tidak tau jika Jessy adalah pemilik butik tersebut karena Jessy baru pertama kali berkunjung di sini
"Hey lihat kenapa orang itu hanya berdiri di depan sana" ucap karyawan pada temannya
"Entahlah aku juga tidak tau mungkin dia hanya melihat lihat saja, di lihat dari pakaian nya dia juga bukan orang yang mampu" ucap temannya itu
Karena Jessy memakai pakaian yang ia buat sendiri yang lebih sederhana tak mewah Atau glamor
Tak lama Jessy masuk ke dalam ia sengaja seperti pelanggan pada umumnya ia ingin melihat karyawan yang bekerja dengan nya bagaimana
"Lihat dia masuk kedalam" ucap teman karyawan itu
"Masuk paling juga tidak bisa membeli nya" ejek karyawan itu
"Malas aku kalau ngelayanin dia" ucap temannya itu
"Iya, suruh karyawan baru lah panggil dia" ucap karyawan itu
Lalu temannya memanggil pegawai batu itu dan menyuruh nya untuk melayani Jessy
__ADS_1
"Selamat datang di butik kami ada yang bisa saya bantu?" ucap pegawai baru itu pada Jessy dengan tersenyum ramah
"Aku pergi lihat-lihat dulu kalau ada sesuatu aku akan panggil kamu" ucap Jessy melihat lihat baju
"Baiklah silahkan pilih yang Anda inginkan saya pergi melihat yang lain" ucap pegawai baru itu membukukan badan lalu pergi meninggalkan Jessy Setelah Jessy mengangguk paham
Tak lama datang lah seorang pasangan kekasih yang masuk ke dalam butik karyawan yang menatap sinis ke Jessy tadi langsung menghampiri nya karena yang masuk merupakan pelanggan VVIP di butik itu
"Selamat datang, ada yang bisa saya bantu" ucap karyawan itu tersenyum ramah
"Hem apa gaun terbaru di butik ini" ucap angkuh wanita itu
"Mari saya tunjukan gaun yang anda maksud" ucap karyawan itu
Wanit itu pun mengangguk meninggalkan kekasihnya, kekasih wanita itu pun melihat lihat sekeliling tak lama matanya menangkap orang yang ia kenal ia lalu menghampiri nya
"Jessy?" panggil laki-laki itu
Jessy yang merasa di panggil pun menoleh menatap ke arah laki-laki itu
"Mark?" gumam Jessy melihat sosok Mark di depan nya
Ya yang masuk tadi adalah Mark dan kekasih nya bernama Mecca
"Em lama tidak bertemu" ucap Jessy tersenyum paksa
"Kamu" ucap Mark terpotong kala. kekasih nya datang menghampiri nya
"Sayang kau berbicara dengan siapa?" tanya Mecca menatap sinis ke arah Jessy
"Mecca kenalin ini Jessy" ucap Mark memperkenalkan Jessy
"Oh jadi ini mantan pacar kamu yang kamu tinggalin itu" ucap Mecca yang tau Jessy mantan pacar Mark
"Ehm iya" ucap Mark tak enak hati pada Jessy
"Biasa aja tak ada yang spesial, malahan lebih cantik aku" sombong Mecca
"Anda memang cantik nona, dan juga kaya" ucap Jessy merendahkan diri
"Jelas saja, lihat penampilan ku yang mewah bukan kayak kamu gembel" sombong Mecca menyentuh baju Jessy dengan jijik
__ADS_1
Jessy hanya tersenyum tipis sambil mengangguk
"Heh gembel mau beli baju di sini mana mampu" hina Mecca ketika melihat Jessy memegang sebuah gaun
"Di sini tak ada larangan untuk yang di perbolehkan dan tidak di perbolehkan nona" ucap Jessy
"Cih, siapa bilang, di sini adalah butik berkelas tidak cocok dengan mu, gembel" decih Mecca menatap tajam Jessy
"Sudah lah sayang saja biarkan dia" ucap Mark menatap Mecca
"Diam kamu jangan ganggu aku, atau kamu selama ini masih suka ya sama dia" bentak Mecca
Mark diam seribu bahasa memang mendengar ucapan Mecca, semua orang yang sedang berada di dalam mulai memperhatikan mereka
"Diam kan kamu ternyata benar kamu masih suka sama dia" ucap Mecca menunjuk Jessy
"Hey kau, kau itu tak hanya gembel tapi juga menggoda pacar orang ya" ucap Mecca dengan tajam
Jessy menarik satu alisnya, pembohong yang luar biasa batin Jessy
"Maaf nona saya tidak menggoda pacar anda dan asal anda tau saya akan segera menikah" ucap Jessy memperlihatkan cincin di jari manisnya
"Lalu aku peduli gitu,tetap saja kamu itu penggoda pacar orang" ucap Mecca tak mau tau walau ia sempat terkejut melihat cincin di jari Jessy karena cincin itu bermata berlian
"Semuanya hati-hati Jaga pasangan kalian kalau tidak ingin pasangan kalian di ambil oleh gembel ini" ucap Mecca bernada tinggi sambil melirik Jessy
"Cih" decih Jessy karena muak melihat kelakuan Mecca
Semua mulai berbisik bisik menatap jijik ke arah Jessy, Mark? tentu saja ia diam apa lagi perusahaan nya kini bergantung pada perusahaan Mecca, ia tak bisa apa-apa
"Kalian lihat cincin yang ada di jari nya pasti cincin hasil menggoda lelaki orang" hina Mecca semmakin pedas
Jessy diam ia akan melihat seberapa jauh Mecca bertindak
"Kalau tidak menggoda orang pasti cincin itu palsu" hina Mecca tersenyum puas melihat orang-orang mulai jijik dengan Jessy
Karena Jessy masih diam Mecca geram dengan nekat ia melepaskan cincin dari jari Jessy dengan kasar lalu ia membuang nya dengan asal karena ia panas sendiri melihat cincin di jari Jessy
Jessy yang tak siap pun syok bukan main melihat cincin nya hilang entah kemana jantung nya berdetak kencang amarahnya naik sampai ke ubun-ubun
"Lihat dia diam saja ketika cincin itu aku buang, terbukti kalau itu palsu" ucap Mecca
__ADS_1
Tiba-tiba . . .