Strong Single Mom

Strong Single Mom
Extra part 1


__ADS_3

Malam hari suasana rumah zio begitu ramai karena orang tua zio, orang tua Jessy, Felix, Al, Mona, angel, Lily, dan delic sedang berkumpul menjadi satu


Mereka sedang merayakan atas kehamilan Jessy


"Selamat ya sayang kamu akan jadi Mommy, jaga janin kamu baik-baik" ucap mama Jessy


"Iya apa yang di bilang mama kamu, kalau kamu butuh atau ingin sesuatu bilang saja sama zio biar dia yang cariin" ucap mama Zio


"Iya mom" ucap Jessy mengangguk


"Apa kamu kalau pagi suka muntah muntah atau gak selera makan?" tanya mama Jessy


"Enggak sih ma, tapi Zio yang ngerasain, kata dokter nya zio terkena kehamilan simpatik jadi Jessy gak ngerasain apa-apa" ucap Jessy


"Haha lebih baik begitu biar tau rasa dia" ucap mama Zio terkekeh


"Emang bisa gitu ya Jess?" tanya Mona


"Bisa, itu nyatanya sepupu kamu begitu" ucap Jessy terkekeh


"Andai Delix kayak zio Jess" keluh Angel


"Haha gak semua ibu hamil begitu sayang" ucap mama Jessy mengelus kepala angel yang duduk di samping nya


"Bearti satu banding seribu ya Tante" ucap Mona


"Bisa di bilang begitu, lalu kapan kau akan menyusul mereka" ucap mama Zio menatap Mona


"Yah Tante baru juga tunangan dua Minggu yang lalu" ucap Mona


Ya akhirnya Felix melamar Mona dua Minggu yang lalu


"Gak papa biar Al bisa ada temannya iya kan Al" ucap mama Zio tersenyum menatap Al yang anteng duduk di samping Mona


"Itu benar Oma, Al Sudah tidak sabar nunggu mama baru Al jadi mama beneran" ucal Al tersenyum lebar


"Nah kan apa kamu sudah dengar" ucap mama Zio tersenyum lebar


"Apa sih Tante udah jangan bahas itu" ucap Mona malu


"Bisa malu juga kamu" ucap Jessy terkekeh


"Sayang" ucap seseorang ketika Mona hendak bersuara


"Sudah, bayi besar datang" ucap mama Zio menatap Zio menghampiri mereka


"Apa sih sirik aja" ucap zio duduk di samping Jessy memeluk pinggang Jessy


"Apaan sih lepas, malu di lihat orang" bisik Jessy melepaskan tangan zio


"Kenapa malu sayang kan mereka sudah ada pasangan nya masing-masing" ucap zio menduselkan kepala nya di leher Jessy


Plakk


"Wey ingat ada anak kecil" ucap mama Zio menampol bokong zio


"Aduh sakit ma" ucap zio berkaca-kaca sambil mengusap bokong nya


"Mama pelan kok nepuk nya" ucap mama Zio heran

__ADS_1


"Sayang sakit" rengek zio dengan mata mengembun nya


"Ga usah lebay" saut Mona melihat wajah Zio


Zio melirik Mona lalu membenamkan wajahnya ke ketiak Jessy lalu punggung nya naik turun naik turun tak lama terdengar suara sesegukan


"Lah nangis ini anak" ucap ma zio tak percaya dengan tingkah zio yang seperti anak kecil saja


"Hu udah besar masih nangis" goda Mona yang suka sekali melihat wajah Zio


Zio semakin merapat kan wajahnya ke ketiak Jessy


"Sudah Diam mereka hanya bercanda" ucap Jessy menenangkan Zio


"Jessy, zio selalu begitu ya" tanya mama Jessy dengan suara pelan


"Iya ma, sekarang zio sangat sensitif, suka manja, suka ngrengek, belum juga yang lain ma, mungkin efek dari kehamilan Jessy ma" jelas Jessy


"Oh" mama Jessy hanya berohria saja sambil mengangguk kan kepalanya


"Sudah Diam, nanti kalau gak diam gak di kasih jatah sama Jessy loh" ucap mama zio berbohong


"Apa itu benar" ucap Zio menatap Jessy


Jessy melihat ke arah mertua nya, mama zio hanya mengangguk saja


"Hem" Jessy mengangguk menatap Zio


Zio pun berhenti menangis mengusap air matanya lalu menggandeng tangan Jessy


"Mau ngapain" tanya Jessy ketika Zio berdiri dan menggandeng tangan nya


"Hahaha" tawa pecah dari orang di sana


"Apa apaan sih kamu, bikin malu aja" ucap Jessy menarik tangan zio supaya zio duduk kembali


Sungguh kau Zio zio mengalahkan anak kecil saja


"Kamu gak mau" ucap Zio menatap Jessy dengan sendu


"Bukan" ucap Jessy menatap mama zio


"Lalu" ucap Zio


"Bukan tidak mau, tapi liat kondisi dan situasi, toh juga kamu tidak boleh melakukan itu saat ini?" ucap mama Zio terkekeh


"Memang kenapa tidak bolehma?" tanya zio menatap mama nya


"Anak kamu masih rentan, gampang keguguran, jadi kamu tidak boleh melakukan hubungan suami-istri" ucap mama Zio


"Terus zio dapat jatah nya kapan ma" ucap Zio


"Mungkin satu atau dua tahun" ucap mama zio seperti orang berpikir


"Apa" pekik zio


Satu atau dua tahun katanya bercanda? batin Zio


"Kenapa gak usah kaget, tanya aja sama papa mu sana kalau gak percaya" ucap mama zio menunjuk papa Zio yang sedang berbincang dengan anak muda dan besan nya

__ADS_1


"Yang benar aja ma masak, dua tahun ma" keluh Zio


"Memang gitu, kamu mau Jessy keguguran, akibat kamu minta jatah" ucap mama Zio


"Enggak lah ma" ucap zio


"Makanya turuti kata mama" ucap mama Zio tersenyum penuh kemenangan


(Emang beneran ya) batin Jessy yang percaya akan omongan mertuanya


"Jadi harus puasa selama dua tahun ini" keluh zio dengan nada melemah


"Harus itu" ucap mama Zio


"Yahh" Zio memeluk Jessy sambil menyembunyikan wajahnya di punggung Jessy


"Tante emang itu benar ya Tante" bisik Mona pada mama Zio


"Ma emang yang di kata Mama nya zio benar ya ma kok angel baru tau?" bisik angel pada mama Jessy


"Tentu saja tidak mama hanya isengin dia, biar dia tau rasa" bisik Mama zio kemudian terkekeh


"Tante kamu cuma nakut-nakutin zio" Jawab mama Jessy dengan berbisik


"OHh ide Tante bagus juga" ucap Mona


"Iya dong tentu saja" ucap mama zio tersenyum lebar


Mereka bercengkrama sampai larut malam, hingga akhirnya mereka pulang kerumah masing-masing untuk beristirahat


Kini zio dan Jessy sudah duduk di atas ranjang siap untuk tidur


"Sayang" panggil Zio


"Ya" Jawab Jessy


"Emang benar ya apa yang di bilang mama" ucap zio teringat akan ucapan mama nya beberapa jam lalu


"Entah, coba aku cari di internet" ucap Jessy bangun lalu mengambil ponsel nya


Mengetik sesuatu tak lama kemudian muncul lah apa yang di cari nya ia membaca nya dengan seksama


"Coba aku liat" ucap zio menarik ponsel dari genggaman jessy, lalu membacanya dengan seksama


Jessy merebahkan diri nya menutup telinga nya ketika zio mulai membaca


Lalu . . .


"Mama" teriak Zio kesal lantaran ia di bohongi oleh sang mama


"Ternyata mama bohongi aku" ucap zio menghempaskan ponsel di atas ranjang


Jessy tak menjawab ia memilih untuk memejamkan matanya pura-pura tidur sebelum zio mengeluh pada nya


(Pura-pura tidur aja biar dia gak cerewet) batin Jessy


Dan benar saja zio sudah mengeluh beberapa kalimat tanpa melihat Jessy, Setelah melihat Jessy ia memilih untuk menyusul Jessy ke alam mimpi nya


Hay readers👋 heheh🤭 author mau kasih tau kalau novel ini sudah tamat ya, tapi tenang author kasih extra part buat kalian semua, terimakasih sudah mendukung author dari awal sampai akhir, author terimakasih banyak, author doakan semoga kalain di beri kesehatan🙏, kelancaran segala urusan nya, dan di beri rezeki yang melimpah 🙏 Amin🙏🤭😂

__ADS_1


__ADS_2