
Mobil mereka sudah berhenti di depan rumah Jessy
"Biar aku bantu" ucap Felix membuka pintu mobil melihat baby Al sudah tertidur pulas
"Hati-hati" ucap Jessy mengangguk
Setelah berhasil menggendong baby Al Felix dan Jessy masuk ke rumah Jessy dan benar apa yang di bilang Jessy angel dan delic sudah menunggu mereka sampai mereka ketiduran di atas sofa dengan posisi angel tidur bersandar di bahu delic dan kepala Delic tidur di atas kepala angel
"Sssttt mereka tidur pelan-pelan" ucap Jessy dengan pelan menunjuk ke arah sofa
Felix mengangguk
"Tunggu bisakah kau memfoto mereka dengan ponsel mu terlebih dahulu" ucap Felix menunjuk ke arah angel dan delic
"Buat apa?" tanya Jessy heran
"Em buat bukti kalau delic tertarik dengan wanita itu karena ia biasanya tak suka di sentuh oleh wanita lain" jawab Felix
"Em baiklah, sebentar" ucap Jessy naik ke atas lalu ia turun kembali
"Kau bisa meletakkan baby Al di atas terlebih dahulu" ucap Jessy
"Baiklah" ucap Felix mulai melangkah kan kaki nya menaiki tangga sampai di ujung tangga ia melihat sekeliling nya
(Em suasana nya hangat dan nyaman) batin Felix ia membuka pintu penghalang tangga dengan kaki nya karena pintu itu sudah Jessy buka saat ia ke atas tadi
Ia berjalan menghampiri kasur tempat baby Al tidur, tak ada ranjang hanya kasur di atas lantai
Felix meletakkan baby Al sangat hati-hati lalu ia mengusap kepala baby Al mencium pipi gembul baby Al ia merebahkan diri di samping baby Al dan memandangi nya
Di sisi Jessy ia mengambil ponsel dari saku celananya lalu ia mulai memotret angel dan delic diam-diam
"Semoga kalian jodoh" ucap Jessy mengantongi kembali ponsel nya lalu ia berjalan ke arah jendela membuka tirai agar pembeli dapat melihat isi butik nya lalu ia membuka tulisan 'close' menjadi 'open'
"Selesai kerjain mereka ah" ucap Jessy tersenyum jahil
Ia lalu berjalan ke meja kasir mengambil sebuah spidol kembali ke arah angel dan delic ia mulai menggambar sebuah kumis di wajah mereka berdua
"Hihihi lucu" ucap Jessy terkikik geli ia lalu memotret kembali mereka berdua
Tak lama angel dan delic terbangun dari tidurnya Jessy yang menyadari sontak menjauh dari mereka lalu pura-pura tak melihat mereka
"Engghh, laper" ucap Angel membuka matanya ia tak sadar jika ia tidur di bahu delic
"CK sana geser jangan dekat-dekat" ucap delic
"Apaan sih, aduh" ucap Angel merasa pegal di kepalanya
"Dasar lemah" ucap delic menggerakkan bahu nya yang terasa kebas
__ADS_1
Jessy yang mendengar nya hanyaa menggeleng kepala nya
(Baru membuka mata udah ribut) batin Jessy tersenyum tipis
"Aku laper" ucap Angel memegang perutnya
"Di depan kalian ada makanan makanlah" ucap Jessy menunjukkan paper bag di depan mereka
"Yey thankiyu my honey" ucap Angel kegirangan mengambil semua paper bag itu
"Bagi jangan makan sendiri" ucap delic merebut satu paper bag di tangan angel
"Ck" decak angel
"Makan diatas aja takutnya nanti kalian tidak nyaman kalau ada yang datang" ucap Jessy menunjuk keatas
"Dimana kakak ku" tanya delic
"Di atas" jawab Jessy
Delic pun mengangguk lalu ia berjalan ke atas
"Tunggu" ucap Angel menyusul delic namun saat di ujung tangga paling atas delic menghentikan langkahnya
"Cepat buka pintunya aku udah laper ini" ucap Angel tak sabar
"Sssttt diam, kita makan di bawah saja" bisik delic
Delic menunjuk ke arah kasur tempat baby Al tertidur dan juga Felix yang ternyata juga tertidur di samping baby Al
"OHh" ucap Angel mengangguk
"Pegang ini, tunggu aku di bawah aku ambilkan peralatan makan dan juga minum" bisik delic memberikan paper bag pada angel
Angel mengangguk menerima Paper bag itu lalu turun kebawah dengan pelan
Sedangkan delic mengambil alat untuk makan dan juga minuman dengan hati-hati jangan sampai Kaka nya terbangun
Setelah selesai ia kembali ke bawah untuk makan
"Kenapa gak di atas" tanya Jessy pada angel yang turun ke bawah
"Tuan Felix lagi tidur sama baby Al" ucap Angel duduk di atas sofa
"OHh" ucap Jessy mengangguk paham
"Nih" ucap delic memberikan alat makan dan minuman pada angel
"Terimakasih" tulus angel tersenyum lebar
__ADS_1
Deg
Jantung delic berdetak kencang Melihat senyum angel lalu ia menggelengkan kepalanya dan mulai menikmati makanan
Jessy menghentikan aktivitas nya lalu ia memandang ke arah jendela menatap jalanan pikiran nya menerawang jauh di sana
Di sisi zio ia duduk di atas apartemen nya ia menatap telivisi di depannya ia mengingat pertemuan nya dengan felix tadi
"Jadi selama ini tuan delic memiliki anak dengan Anette?" gumam Zio
"Tuhan kenapa semua ini terjadi" ucap Zio merebahkan punggungnya
"Huh" ia menghela nafas berat lalu mengambil ponsel nya menghubungi seseorang
"Cari alamat Jessy" ucap zio ketika sambungan telepon nya sudah terhubung
"Baik tuan ada lagi?" ucap anak buahnya
"Tidak ada" ucap zio menutup telfonnya ia lalu memejamkan matanya ia bingung Sekarang ia harus melakukan apa
Ia lalu bangkit masuk ke kamar nya mengganti pakaian nya keluar kamar menyambar kunci mobilnya keluar apartemen yang sekarang ia ingin tuju adalah club tempat sahabatnya
Beberapa menit kemudian ia telah sampai di club sahabat sepi itulah keadaan sekarang karena ini di siang bolong mana ada orang yang datang ke club malam
"Yo kenapa tuan muda kita baru kelihatan" ucap Bara melihat zio menghampiri nya
"Temenin gue minum" ucap Zio duduk di atas kursi
"What gak salah lu men ini baru siang bolong oke" ucap bara tersenyum heran
"Cepatlah" ucap Zio menghiraukan ucapan Bara
"Baiklah baiklah" ucap bara mengangkat tangannya ia lalu menyuruh staf nya mengambil anggur ia juga menghubungi temannya Willi
"Ini tuan" ucap staf nya meletakkan tiga gelas dan sebotol anggur
"Kau ada masalah apa bro cerita" ucap bara menuang anggur itu ke dalam gelas
"CK" decak Zio mengambil gelas di yang sudah di isi anggur dengan cepat
Bara yang melihat nya pun semakin terkekeh geli
Ia membiarkan Zio menikmati minuman nya sambil menunggu Willi datang
Tak lama kemudian datanglah Willi dengan baju casual nya
"Yo akhirnya datang juga brother kit" ucap Bara tersenyum lebar sedangkan Zio tak menoleh sama sekali
Will mengangguk ia bertanya pada bara melalui isarat mata namun bara mengangkat bahunya acuh
__ADS_1
Willi mengangguk lalu ia duduk di samping Zio menepuk pundak zio