
Satu bulan yang lalu
Tepat nya di hotel tempat zio dan Jessy menginap, siang hari saat ia sedang memesan makanan di restoran lantai bawah tepat di sebelah loby hotel
"Apa itu aja pesanannya nona" tanya pelayan mencatat pesanan Mona
"Iya saya tunggu di sana ya" ucap mona menunjuk sebuah bangku yang tak jauh dari tempat pesanan
"Baiklah mohon tunggu sebentar nona" ucap pelayan tersenyum ramah
Mona mengangguk ia menunggu pesanan nya ia sengaja tak makan di sana karena sore ini ia harus terbang ke negara nya karena banyak pekerjaan yang menunggu nya
Sambil Menunggu makanan nya tiba ia memainkan ponselnya mengwcwk email yang masuk ke ponsel nya setelah sekian lama menunggu akhirnya pesanan Mona datang
"Permisi nona" ucap pelayan berdiri di depan Mona
Mona mendongak menatap ke arah pelayan tersebut
"Maaf mengganggu ini pesanan anda" ucap pelayan itu meletakkan paper bag makanan di atas meja
"Ah iya terimakasih" ucap Mona tersenyum mengangguk
"Selamat menikmati" ucap pelayan itu kalau pergi melanjutkan pekerjaannya
Mona mengambil paper bag itu lalu pergi keluar meninggalkan hotel, ia mencari di mana taksi yang ia pesan, setelah ketemu ia langsung menghampiri nya dan masuk ke dalam mobil
Namun saat ia akan menaiki ia seperti melihat seseorang yang ia kenal
"Tunggu, itu seperti dia" ucap Mona memfokuskan pandangannya ke arah wanita yang ia lihat
"Masa dia ada di sini?" gumam Mona
"Mungkin itu kebetulan saja" ucap Mona lalu ia masuk ke dalam mobil lalu mobil itu melaju menuju rumah nya karena ia memutuskan untuk membeli rumah di negara ini
Di tengah perjalanan Mona melamun kan sesuatu, sesuatu yang dulu membuat ia berpikir tak percaya namun itu nyata ada nya
Dulu ketika Mona masih berkuliah ia mempunyai teman yang bernama Stevani, bersahabat baik dalam suka maupun duka
Stevani tergolong anak golongan menengah ke atas, namun ia lahir hasil dari perselingkuhan mama nya menjadi selingkuhan seorang pria yang sudah beristri dan mempunyai anak
Mona tau akan hal itu tapi ia tetap berteman dengan Vani karena ia bisa berteman dengan siapa saja, toh juga terlihat jika Vani seperti anak baik-baik walau keluarga nya seperti itu
Hingga suatu ketika Vani bermain di rumah Mona, dan saat itu pula pertemuan Vani dengan zio pertama kali, Vani jatuh hati pada Zio pada pandangan pertama
__ADS_1
Vani mulai mencari informasi melalu Mona, Mona sadar akhirnya ia tau jika Vani suka terhadap Zio, Mona tak melarang atau berniat menjodohkan mereka
Mona membiarkan mereka yang menjalani kalau suka ya suka kalau tidak ya tidak
Hingga akhirnya Mona mengetahui sifat asli Vani kala ia sedang menemani papa nya menemui klien di sebuah restoran
"Selamat siang tuan Han, maaf menunggu lama" sapa papa Mona tersenyum y
"Tidak, saya juga baru sampai, ngomong ngomong siapa wanita cantik yang ada di sebelah anda tuan?" tanya Han
"Oh ini, perkenalkan dia anak saya, saya sengaja mengajak nya karena biar dia bisa belajar" ucap papa Mona
"Hallo tuan Mona anak nya tuan Mike" ucap Mona menjabat tangan tuan Han
"Ah ya, salam kenal" ucap tuan Han menerima uluran tangan Mona
"Silahkan duduk" ucap tuan Han
Mereka duduk lalu mulai membahas kerja sama nya, beberapa jam berlalu akhirnya mereka selesai berdiskusi
Kini mereka sedang menunggu pesanan mereka, sambil menunggu makanan Mona pamit ke toilet sebentar
Di dalam bilik kamar mandi ia sedang membenarkan baju nya
Ceklek
Ia berniat membuka pintu ingin menyapa nya namu ia mengurungkan niatnya kala mendengar percakapan mereka karena orang itu me loud speaker
"Kamu ada di mana Van?" tanya dari sebrang telepon
"Lagi di restoran temani paacar ku" ucap Vani mengbenarkan make up nya
"Pacar lu yang mana" kekehan dari teman nya
"Yang itu, pengusaha kaya dari Arab" ucap Vani melihat diri nya di pantulan cermin
"Haha gila lu, nanti malam kamu mau kemana?, kita ke club yuk" tanya teman nya
"Enggak bisa gue harus temani pacar gue yang lain, dia lagi minta jatah" ucap Vani dengan nada biasa saja
Mona mendengar nya terkejut bukan main, benarkah batin Mona
"Oke lah, jangan lupa hati-hati takut jebol" ucap teman nya
__ADS_1
"Gak akan, lu kenapa mau ke club" tanya Vani
"Mau cari mangsa, gue rencana mau ngajak lu siapa tau lu mau nambah pacAr lu, eh tau nya lu sibuk" ucap temannya
"Sorry gue gak bisa, btw gue udah dapat mangsa baru sih cakep lagi, kayak nya juga gue suka sama dia" ucap Vani mengingat wajah zio
"Serius lu siapa orang nya" tanya teman nya
"Itu sepupu nya Mona, nama nya zio dia juga kaya, tapi dia bukan sini" ucap Vani
Deg
Jantung Mona tak karuan saat Vani menyebutkan nama zio
"Haha, ambil aja lah orang Arab aja lu sikat" ucap teman nya
"Gue rencananya gitu, makanya gue ngorek informasi dari Mona" ucap Vani
"Gila lu, terus kalau udah dapet lu apain dia" tanya teman nya
"Kalau udah dapet ya gue manfaatin lah, masak buat pajangan" ucap Vani terkekeh kecil
"Emang gila lu, udah lah gue mau cabut dulu bye" ucap temannya
"Bye" ucap Vani lalu telfon nya di akhiri
Vani memasukkan kembali telfonnya lalu keluar dari toilet
"Ternyata kamu begitu Vani,aku gak nyangka" ucap Mona menggeleng kepala nya
"Enggak bisa di biarin aku harus mencari tau" ucap Mona keluar dari bilik lalu kembali bergabung sama papa nya
Hingga beberapa hari kemudian Mona akhirnya tau semua sifat Vani yang belum ia ketahui selama ini
"Bagaimana apa kamu sudah mencari tahu apa yang aku minta?" ucap Mona pada orang suruhan nya
"Sudah nona, semua ada di dalam sini" ucap orang suruhan Mona memberikan sebuah map coklat
"Bagus, terimakasih atas kerja keras mu, nanti uang nya saya transfer" ucap Mona
"Terimakasih nona, saya pergi dulu" ucap orang suruhan Mona pamit pergi
Mona mengangguk lalu membuka map di tangannya membacanya dengan teliti tak ada yang ketinggalan Sama sekali
__ADS_1
"Memang benar dia orang yang seperti itu aku harus kasih tau Kaka, agar jangan sampai ia jatuh dalam rayuan Vani" ucap Mona bertekad
Hingga sejak saat itu Mona mulai menjauhi Vani, Vani yang merasa di jauhi pun hanya biasa saja