
Jo keluar dengan hati senang saat sampai di depan pintu ruangan ia berpapasan dengan Zio yang baru selesai dengan urusan nya
"Selamat siang tuan" sapa Jo menundukkan kepalanya
"Hem" dehem Zio hanya berlalu pergi ia hanya melirik Jo
Jo kembali melanjutkan langkah nya
Ceklek
"Sayang" panggil zio pada Jessy yang sedang berkutat dengan ponselnya
"Kau sudah datang" ucap Jessy tersenyum menengok ke arah Zio
"Kau sedang apa?" tanya zoo menghampiri Jessy
"Mau menghubungi Felix" ucap Jessy memperlihatkan ponsel nya
"Felix?, buat apa?" tanya Zio mengeryitkan kening nya
"Ada urusan" ucap Jessy tersenyum
"Hallo" ucap Felix ketika sambungan telepon nya sudah terhubung
"Hallo apa kau sibuk" tanya Jessy basa-basi
"Memang ada apa?" tanya balik Felix
"Tidak aku hanya ingin membicarakan sesuatu yang penting padamu" ucap Jessy tersenyum menatap ke arah Zio
"Kamu duduk lah di situ" bisik Jessy pada zio yang masih berdiri di samping nya
Zio hanya menggeleng tidak mau
"Mau bicara apa?" tanya Felix bingung
"Sibuk tidak, kalau sibuk kita bicara nanti lagi" ucap Jessy
"Tidak, katakan lah" ucap Felix
"Oke kau ada di mana sekarang?" tanya Jessy terkekeh kecil
"Kau itu mau bahas sesuatu yang penting atau mau hanya tanya aku di mana?" tanya Felix dengan kesal
"Heheh, bilang aja dulu, soalnya kalau berbicara di telepon tidak pantas" ucap Jessy terkekeh geli
"CK, di mansion datang aja ke sini" ucap Felix
"Oke kita meluncur ke sana, sampai jumpa nanti" ucap Jessy mematikan sambungan telepon nya
"Kau ada urusan apa dengan Felix" ucap Zio sedikit tak suka
"Apa urusanmu sudah selesai" ucap Jessy bangkit berdiri
"Aku bertanya kenapa kau malah balik bertanya" gerutu Zio melihat Jessy mengalungkan Tas nya di bahu nya
__ADS_1
"Nanti juga kau tau" ucap Jessy mengajak Zio keluar ruangan
"CK kau itu suka main rahasia-rahasiaan" ucap Zio
"Hahaha" Jessy hanya tertawa kecil
"Cella" panggil Jessy pada cella yang sedang melihat gaun-gaun yang di pasang
"Iya ka" ucap cella menghampiri Jessy dan Zio
"Kamu urus di sini dulu sampai dapat manager yang baru Pastikan mereka tak memandang rendah orang lain" ucap Jessy
"Tapi bagaimana caranya ka" ucap cella bingung
"Aku tidak tau, kau jebak saja mereka" ucap Jessy terkekeh geli lalu meninggalkan cella yang kebingungan
"Kau ya ternyata suka jahil sama karyawan" ucap zio menatap Jessy dengan penuh kasih sayang
"Baru tau ya" ucap Jessy memeluk lengan zio
"CK" decak Zio mereka lalu keluar mall menaiki mobil menuju mansion Felix
Beberapa menit kemudian Jessy dan Zio sampai di mansion Felix mereka menghampiri Felix yang sedang bermain dengan Al di halaman belakang
"Hello gays" ucap Jessy tersenyum lebar
Felix dan Al menoleh bersama
"Mommy" teriak Al berlari menghampiri Jessy
"Hey boy" ucap Jessy memeluk tubuh Al
"Mommy ada urusan dengan Daddy mu bisakah kau bermain dulu" ucap Jessy menatap Al
"Baiklah tapi jangan lama-lama" ucap Al melepaskan diri
"Oke" ucap Jessy tersenyum lebar
"Dadah uncle" ucap Al berlari masuk kedalam
"Ada apa kalian kesini" tanya Felix
"Bisakah kita di ruang kerja mu saja" ucap Jessy
"Oke" ucap Felix mengangguk setuju lalu mereka berjalan ke ruang kerja Felix
"Katakan ada apa?" tanya Felix sudah tidak sabar
"Apa kau menempatkan orang-orang di sekitar kita" tanya Jessy
"Em memang Kenapa?" tanya balik Felix
"Lalu apa kau kenal Jo?" tanya Jessy menatap Felix
"Aku tau pasti kau akan bertanya soal aku memecat nya atau tidak kan" tebak Felix menatap Jessy
__ADS_1
"Benar tolong jangan pecat dia, ini bukan salah dia, dia juga ada urusan penting waktu itu jadi bukan salah nya" ucap Jessy menatap Felix memohon
"Huh" Felix menghela nafas panjang
"Tunggu-tunggu sebenarnya ada apa, lalu siapa Jo?" tanya zio yang tak mengerti mereka bicarakan
"Jadi gini, aku dan delix menempatkan seseorang untuk menjaga mereka dua puluh empat jam" jelas Felix menatap zio
"Lalu" ucap Zio
"Kau tau sendiri, perusahaan ku paling berpengaruh di negara ini, dan tentunya juga paling di incar oleh orang lain" ucap felix
"Jadi aku dan delix menempatkan orang-orang di sekitar mereka agar bisa menjaga mereka, agar mereka di manfaatkan oleh musuh-musuh ku" jelas Felix
"Em, lalu siapa saja yang kau jaga?" tanya zio mengangguk paham
"Semua anggota keluarga ku, termasuk kamu dan Mona" ucap Felix lirih di akhir kata nya
"Bahkan orang tua ku juga?" tanya Jessy
Felix mengangguk membenarkan ucapan Jessy
"Jadi, kau tidak akan memecat nya kan" tanya Jessy
"Em, baiklah aku tak akan memecat nya" ucap Felix final
"Oke, thanks kalau begitu aku turun dulu" ucap Jessy tersenyum puas lalu pergi meninggalkan mereka
"CK kalau ada mau nya aja baik-baik" gerutu Felix
Zio hanya diam saja, tak berbicara dan juga tak bergerak dari duduknya
"Kenapa kau masih ada di sini?" tanya Felix ketika melihat zio masih di dalam ruang kerja nya
"Hehehe, aku ada urusan dengan mu" ucap Zio menyengir kuda
"Aku sudah tau yang kau maksud, saat kau menuju ke sini pihak pengelola mall sudah menghubungi ku" ucap Felix duduk di kursi kerjanya
"Lalu apa kau akan menyetujui nya?" tanya Zio berharap
"Tentu saja, siapapun orang yang berani menyentuh keluarga ku akan ku habisi tidak ada ampun" ucap Felix ada kilat kemarahan nya
"Hem baiklah kalau begitu, aku tunggu kabar baikmu" ucap Zio tersenyum lalu ia bangkit keluar dari ruang kerja Felix
(Untung mall punya Felix kalau tidak bisa repot aku) batin zio senang
Ya mall itu adalah milik Felix, mall yang terbesar di negara itu
Dan Zio meminta Felix untuk tidak mengijinkan masuk Mecca dan keluarga nya masuk ke dalam mall, tak lupa pula Mark dan sekeluarga juga di larang masuk ke dalam mall
"CK berani mengusik keluarga ku tanggung akibatnya" gumam Felix ketika zio sudah pergi dari ruangan nya
Felix lalu mengambil ponsel nya menghubungi seseorang
"Hallo tuan" ucap sebrang sana
__ADS_1
"Cari tau informasi seseorang, nanti aku kirim data nya, dan ingat larang semua anggota keluarga nya termasuk mereka masuk ke dalam mall" ucap Felix menutup ponselnya tanpa menunggu jawaban dari sebrang sana
"Lihat saja besok kau akan tau" ucap Felix menyeringai ia lalu mengirim data Mecca dan Mark ke anak buahnya setelah selesai ia lalu keluar menghampiri Al, Jessy dan Zio