
Beberapa hari kemudian toko Jessy sudah semakin ramai apalagi setelah kedatangan artis Ve JE membuat butik nya semakin ramai, karena Ve JE juga merekomendasikan bufik Jessy
Beberapa hari ini delic juga sering berkunjung dan sering bertengkar dengan angel karena angel menginap di rumah Jessy selama beberapa hari, alasan ia mencari Jessy ialah ia ingin say goodbye pada Jessy, berbicara lewat ponsel juga bisa tapi delic lebih ingin mengatakan secara langsung sekaligus ia ingin berpisah dengan baby Al yang sudah menemani bermain selama di Jerman
Kabar Zio?, Hem Cukup baik pertemuan dengan perusahaan DLC berjalan dengan lancar mereka saling menyaring pengetahuan bisnis satu sama lain mungkin kelak mereka akan menjalin kerjasama, tapi untuk waktu sekarang pihak perusahaan DLC belum bisa mengadakan kerjasama dengan pihak perusahaan Zio
Tok tok tok
Bunyi suara jam dinding yang begitu tua menghiasi sebuah ruangan ber-AC megah mewah di mana lagi kalau bukan di ruang kantor direktur utama perusahaan zio
Sedari ia hanya menghela nafas panjang entah apa yang membuatnya ia tak ada mood sama sekali mengerjakan pekerjaan nya
"Huh" terdengar sekian kali helaan nafas dari hidung Zio ia pun bangkit berjalan menghadap ke arah jendela besar
Ingatan memori ketika ia memantau Jessy dan delic makan siang di cafe depan kantor membuatnya tersenyum lebar ia menggeleng kepala nya
"Seperti orang gila jika di ingat-ingat" ucap Zio terkekeh geli
Kemudian ia merasa menyesal karena telah menghina Jessy bahkan ia menyesal telah menghina baby Al juga
"Bodoh kali kau Zio, haha" ucap zip tersenyum miris
"Bahkan orang yang selama ini kau banggakan lebih buruk dari sampah" ucap Zio mengepalkan tangannya
Ia melangkah menuju meja kerja nya mengambil sebuah teropong yang sempat ia banting beberapa waktu lalu, kemudian ia kembali ke tempat ia berdiri tadi ia melihat ke arah keramaian kota Jerman
"Hem tak ada yang menarik" ucap Zio mengarah kan teropong nya ke lain arah
"Tunggu, apa aku sedang berhalusinasi" ucap Zio memusatkan teropongnya ke suatu arah
"Haha, bisa-bisa nya aku berhalusinasi mana mungkin ia ada di sana" ucap Zio terkekeh kecil sungguh miris batinnya
Ia pun kembali duduk di kursi kebesaran nya meletakkan teropong nya dengan kasar
Ia menatap langit-langit ruangan nya kini semua pikiran nya tentang Jessy sudah begitu kuat dalam memorinya, namun jujur ia kini sungguh merindukan tapi ia merasa tak punya muka untuk menemui Jessy bahkan ia tak sanggup jika meminta maaf pada nya
"Maaf tapi dia bukan anak saya kalau ingin lebih jelas silahkan anda bicara dengan yang bersangkutan, kejarlah dia sebelum anda menyesali dan terlambat saya tau anda mencintai nona jessy" ucap delic
__ADS_1
Perkataan delic saat itu terlintas dalam ingatan nya lalu ia mengambil ponselnya lalu ia mengetik sesuatu kemudian ia mengarahkan ponsel nya ke telinga nya
"Hallo tuan" ucap seseorang sebrang sana ketika sambungan telepon sudah terhubung
"Cari informasi seseorang sedetail-detailnya dan juga asal usul anak nya nanti ku kirimkan data dasar nya" ucap Zio lalu menutup telfonnya tanpa mendengar ucapan lawan telpon nya
Ia menopang dagunya dengan kedua tangannya sebuah pertanyaan muncul di benak nya
Tak jauh dari kantor Zio lebih tepatnya di cafe depan kantor zio Jessy, Baby Al, mbok Eem dan delic kini berada mereka sedang makan siang bersama dan delic yang mentraktir mereka
Memang saat Zio mengarah kan teropong nya ke arah cafe di depan kantor ia kira itu mungkin halusinasi nya tapi ia tak tau jika yang ia lihat adalah kenyataan bukan realita
Karena ketika zio melihat mereka mbok Eem sedang berada di toilet dan baby Al terhalang tubuh delic jadi jika di liat dari luar jendela maka terlihat hanya mereka berdua
"Kenapa kalau hanya makan harus sejauh ini" kesal Jessy
"Memang kenapa kan aku yang traktir bukan kamu jadi terserah saya lah" ucap delic terkekeh geli
"CK" decak Jessy
"Sudahlah non terima aja kapan lagi makan gratis kita" ucap mbok Eem tertawa lebar di ikuti baby Al tertawa lepas
Jessy pun mengikuti arah mata zio ia pun bertambah kesal bahkan ucapan zio terakhir kali masih teringat jelas dalam otak nya
"CK apaan sih jadi makan tidak" kesal Jessy membuka buku menunya
"Iya Bu boss makan sepuasnya bawa pulang juga boleh" ucap delic tersenyum
"Non sekalian bungkus buat makan malam" bisik mbok Eem
"Siap mbok sekalian kita pesan banyak biar dia bangkrut" canda Jessy
Hihihi
Jessy dan mbok Eem pun terkikik geli delic dan baby Al saling pandang seolah apa yang mereka tertawa kan
"Kalian sedang menertawakan apa?" tanya delic
__ADS_1
"Bukan apa-apa tuan" ucap mbok Eem
"CK" decak delic mereka pun lalu memesan makanan beberapa saat pesanan mereka pun datang dan mereka mulai menikmati makanan mereka
"Ehem dalam rangka apa kamu mentraktir kita?" tanya Jessy ketika mereka selesai makan siang
"Ehem dalam rangka perpisahan kita" ucap delic
"Perpisahan" ucap Jessy mengeryit kan dahinya
"Benar, saya mungkin tak akan kesini lagi pekerjaan ku di sini sudah selesai jadi aku harus kembali ke negara asal ku" jelas delic
"Bukankah kerjasama dengan dia belum selesai" ucap Jessy ketika ingat kerjasama delic dengan Zio
"Ya aku sudah meninjau selama beberapa hari di sini, sisanya akan ku serahkan pada bawahan ku" jelas delic
"Kapan kau akan kembali ke negara asal mu" tanya Jessy menatap Delic
"Nanti malam" ucap delic
"Sayang sekali kamu gak akan kesini lagi, jadi aku gak ada karyawan gratis lagi dong" canda Jessy
"Aku mau membeli semua baju mu tapi aku tak mau menjadi karyawan gratis mu apalagi dengan orang aneh itu" kesal delic
"Aneh tapi cantik kan" goda Jessy yang melihat kalau di mata delic ada setitik perasaan pada angel
"Ma mana ada" ucap delic salah tingkah apalagi di tatap Jessy dan mbok Eem
"Halah ngaku aja kali kita gak akan bocorin" ucap Jessy terkekeh geli
"Sudahlah mau pulang tidak" ucap delic menggendong baby Al menuju kasir
Hahaha
Tawa Jessy ia bangkit dari duduknya mengambil semua barang nya lalu menyusul delic dan baby Al ia berjalan dengan mbok Eem
Tak jauh dari mereka berada selama mereka di dalam sana ada seseorang yang memperhatikan mereka khususnya baby Al
__ADS_1
"Ikuti mereka" ucap orang itu ketika melihat mobil delic keluar dari restoran itu
"Baik tuan" ucap sopir nya lalu mobil pria itu mengikuti mobil delic