
"Selamat pagi tuan, maaf jika saya datang terlalu awal karena saya ada urusan yang harus segera saya selesai kan" jelas delic ketika mereka bertemu di ruangan Zio
"Tak masalah tuan delic saya juga akan pergi perjalanan bisnis di negara anda" ucap Zio
"Benarkah, ya memang sih beberapa perusahaan di sana mengalami masalah yang cukup serius" jelas delic memang di negara nya seperti terjadi membajakan masal oleh beberapa perusahaan yang cukup berpengaruh masalah itu pun seperti belalang lompat sana sini
"Huh, padahal asisten saya yang sudah lama ikut saya pun juga tidak bisa menyelesaikan masalah tersebut" ucap Zio menghela nafas
"Maksud anda nona Jessy?" tanya delic karena ia sedari tadi tak melihat Jessy
"Bukan, tapi asisten Ed, mobil nya sudah siap kita berangkat sekarang" ucap zio saat sekertaris nya membisikkan kalau mobilnya sudah siap
"Ah ya baiklah" ucap delic lalu mereka turun menggunakan lift
Sampai di bawah mereka lalu naik ke mobil masing masing dan berjalan ke arah pembangunan proyek
Beberapa saat kemudian mereka akhirnya sampai di tempat pembangunan proyek mereka lalu mulai meninjau dari awal sampai akhir
Dua jam kemudian mereka telah selesai meninjau pembangunan kini mereka tengah beristirahat sejenak di aula tertutup
"Terimakasih" ucap delic dan asisten nya saat sekertaris zio memberikan minuman
"Ngomong ngomong dimana asisten Jessy dia kagak kelihatan" tanya delic
"Ehem sudah saya pecat" ucap Zio
"What?, bagaimana bisa anda pecat asisten yang kompeten seperti nona Jessy" ucap Delic kaget dan max pun menggeleng kan kepalanya sungguh bodoh pikir nya
Zio diam ia berpikir apa keputusan yang di ambil salah ya ia merasa sedikit menyesal memecat Jessy
"Ehem" delic berdehem lalu berdiri karena zio diam saja
"Saya tidak tau masalah pribadi anda dengan nona Jessy, maaf sebelumnya tapi saya harus berkata bahwa anda sungguh 'bodoh' bisa memecat nona Jessy yang performa nya bagus sekali presentasi bisa langsung membuat orang langsung deal Atas kerjasama dengan anda, di dunia ini nona Jessy bagaikan 1 banding 10.000 di dunia ini" jelas delic
"Jangan campur adukkan urusan pribadi dengan pekerjaan, itu namanya anda sudah tidak profesional dalam menjalankan bisnis, saya pergi dulu selamat siang" ucap delic pergi berjalan keluar di ikuti oleh max asisten nya
"Bukankah kau ayah dari anak Jessy?" ucap Zio delic pun berhenti ia tersenyum sinis
"Maaf tapi dia bukan anak saya kalau ingin lebih jelas silahkan anda bicara dengan yang bersangkutan, kejarlah dia sebelum anda menyesali dan terlambat saya tau anda mencintai nona jessy" ucap delic melanjutkan langkahnya
Zio terdiam jika anak Jessy bukan anak delic lantas itu anak siapa satu pertanyaan terus terlintas di pikiran nya ia pun menggeleng lalu ia bangkit berdiri melangkah keluar
"Kirimkan semua pekerjaan lewat email saya, saya akan terbang menyusul asisten Ed sekarang" ucap Zio pada sekertaris nya yang sedari tadi menunggu Zio di luar ruangan
"Baik tuan, tapi bagaimana dengan rapat nya tuan" tanya sekertaris Zio
"Zaman sekarang kan sudah modern kenapa harus tanya" kesal Zio menggeleng kepala nya
"Maaf tuan" ucap sekertaris itu menunduk
__ADS_1
"huh" zio menghela nafas berat
Beberapa jam kemudian pesawat yang di tumpangi zio berhasil mendarat di bandara Prancis
"Selamat malam tuan" sapa asisten Ed ketika menjemput Zio di bandara
"Bagaimana keadaan Sekarang" tanya Zio mereka berjalan ke arah mobil yang menjemput Zio
"Masalah kali ini sungguh sangat merepotkan tuan, mereka bagaikan kutu loncat, masalah satu selesai masalah lain datang menghampiri" jelas asisten Ed
"Asisten Ed kau bersama ku sudah berapa lama" tanya zio
"Kenapa tanya begitu tuan" ucap asisten Ed mengeryit heran
"Hal semacam itu pun kau tak bisa mengatasi nya" ucap Zio mereka masuk ke dalam mobil dan mobil itupun melaju ke arah hotel tempat zio menginap nanti
"Maaf tuan" ucap asisten Ed merasa bersalah
"Sudah lah, besok adakan rapat seluruh ketua departemen jangan sampai ada yang tidak datang" ucap zio ia memejamkan matanya
"Baik tuan" ucap asisten Ed
Mobil Zio pun akhirnya sampai di hotel setelah menempuh waktu beberapa menit ia pun kemudian turun di ikuti asisten Ed
Sampai di lobby zio berhenti sejenak ia fokus memperhatikan punggung seseorang
"Tidak mungkin" ucap zio menggeleng kepala nya asisten Ed yang melihat nya pun bertanya
"Tidak, dimana kamarku" tanya Zio
"Di Lantai paling atas tuan nomer 2026" ucap asisten Ed memberikan kartu kamar
"Kamar kau ada di mana?" tanya Zio menerima kartu kamar
"Ada di bawah lantai kamar anda tuan" ucap asisten Ed
Zio mengangguk lalu mereka melanjutkan langkahnya menuju kamar masing-masing
Keesokan pagi harinya kantor Zio sudah pada kumpul semua untuk rapat tinggal menunggu Zio dan asisten Ed datang
Kreek
Pintu di buka asisten Ed masuklah zio dengan wajah datar nya
"Kita mulai rapat Sekarang kumpulkan laporan kalian setiap departemen" ucap zio duduk di kursinya
Semua orang lalu mengumpulkan semua data di setiap departemen Zio menerima nya dan membaca nya ia mangguk mangguk
Setelah membaca semua data zio kembali menatap tajam semua orang di depannya
__ADS_1
"Laporan kalian cukup memuaskan" puji Zio tersenyum dingin
Semua orang berbisik senang karena mereka tak terkena amukan zio tapi
"Lalu kenapa bisa terjadi kekacauan seperti ini hah" bentak Zio
Semua orang langsung menegang yang awalnya tersenyum gembira kini senyum muram, ekspetasi tak sesuai realita pikir nya
"Bahkan asisten Ed pun tak bisa mengatasi nya apa kalian selama ini makan uang buta hah" ucap zio dengan nada tinggi
"Saya tidak mau kalau ini sampai terjadi lagi di kemudian hari, keluar semua" ucap zio
Semua orang bingung hanya itu saja pikirnya tapi mereka juga keluar dari ruang rapat dengan cepat sebelum zio bertambah marah
"Panggilkan semua ahli IT sekarang" ucap zio pada asisten Ed
"Baik tuan" ucap asisten Ed keluar memanggil semua ahli IT
"Huh untung saya sedang lelah kalau tidak sudah habis kalian semua" gumam Zio saat membiarkan mereka semua pergi
Tok tok tok
"Masuk" teriak dari dalam
Masuk lah mereka semua ahli IT yang bertugas menjaga keamanan data perusahaan
"Apa sudah berkumpul semua" tanya zio memijat keningnya
"Sudah tuan" ucap asisten Ed
"Jelaskan situasi sekarang ini" ucap Zio pada semua anggota IT
Para anggota IT pun mulai menjelaskan keadaan awal sampai keadaan saat ini
"Hem, kalian lebih perketat lagi data di perusahaan ini jangan sampai ada yang kebobolan apalagi rahasia data perusahaan tersebar, kalian boleh pergi" ucap Zio melambaikan tangannya
Semua anggota IT pun keluar kini tertinggal asisten Ed dan Zio yang masih berada di dalam
"Perusahaan mana saja yang sudah berhasil keluar dari masalah ini" utanya Zio
"Perusahaan Megalitik, perusahaan CDX, lalu perusahaan DLC tuan" Jawab asisten Ed
"Perusahaan DLC itu milik siapa" tanya Zio
"Perusahaan DLC di pimpin oleh tuan Delic tuan ia merupakan pemimpin yang cukup terkenal saat ini, tapi saya dapat berita kalau perusahaan ini di pimpin oleh dua orang tuan orang satunya belum ada yang tau" ucap asisten Ed
"Delic?, coba kamu berikan informasi mengenai perusahaan itu" ucap Zio
"Baik tuan" ucap asisten Ed
__ADS_1
(Apa mungkin delic itu??) batin Zio